
Kedatangan Charlotte dalam sosok Charoline berhasil menggemparkan seisi rumah itu termasuk Kath yang tidak pernah menyangka akan melihat kembali saudari sepupunya yang dinyatakan dalam kondisi vegetatif lima tahun lalu kini berdiri di depan matanya bersama seorang pria yang tak kalah tampannya dari Mark.
Seluruh pelayan dan seisi rumah menyambut kedatangan Charlotte dengan wajah syok.
“ Jangan pernah percaya pada siapa pun,” pesan Charoline yang jelas diingat oleh Charlotte.
Mereka berdua berjalan, Charlotte menghapus air matanya. Max merangkulnya dengan erat, tanpa Charlotte sadari gelang pemberian kekasihnya Mark kembali tersemat di pergelangan tangannya.
Di depan sana, Mark tampak cuek dan dingin bahkan kepada Kath, dia berjalan menjauh dari Kath dan memisahkan diri tak ingin melihat siapa pun yang mereka sambut di sana.
Mark tampak sangat dingin, tak ada kedamaian di mata pria itu, dan Charlotte jelas hapal ekpresi wajah keksaihnya yang sudah dewasa itu.
Namun tak ingin menghancurkan rencananya, Charlotte menahan dirinya sampai Mark sendiri yang mengenalinya dengan cara yang sudah Charlotte siapkan.
Gadis itu berjalan bersama Max, tak seorang pun pelayan yang menghampirinya dan hal ini sama persis seperti ingatan Charoline. Para pelayan pun tidak menghargai dia sebagai tuan rumah.
“ kak Max, sepertinya ada beberapa manusia yang harus ku beri pelajaran,” ucap Charlotte pelan.
“ yahhh silahkan, “ ucap Max.
Gadis itu tiba tiba berhenti berjalan, die berdiri di depan teras rumah itu lalau berbalik,” Apa pelayan di rumah ini tidak di ajar tata krama setelah kematianku diumumkan?” teriak Charlotte dengan aura kejam dan suara tajam yang membuat bulu kuduk semua yang ada di sana merinding.
“ Ka.. kau... bagaimana kau bisa kembali!!?” Kath tampak panik.
Charoline, adalah saudari sepupu dari pihak ibunya. Kath dan Cheroline jarang bertemu sehingga tidak mengenal banyak satu sama lain, tapi yang ada di dalam tubuh Charoline mengenal jelas siapa itu Kath, perempuan munafik yang begitu kejam dan jahat.
Setelah kecelakaan yang dialami Charoline, Kath jadi sering tinggal di kediaman keluarga Kim.
Charlotte hanya melirik gadis itu, tak peduli dengan ucapannya, dia menunggu para pelayan dan semua orang yang ada di sana berbaris seperti kebiasaan keluarga mereka jika pewaris dan pemegang kepentingan puncak tiba mereka harus memberikan penghormatan.
Tadisi lama yang akan diterapkan Charlotte karena Charoline sama sekali tidak pernah di perlakukan dengan penuh hormat di rumah itu.
“ Nona cantik, aku akan membuatmu di hargai oleh orang orang ini, lihat dan saksikanlah dari atas sana,” ucap Charlotte di dalam hati.
“ KENAPA TIDAK ADA YANG BERGERAK, APA KALIAN SIAP KEHILANGAN KEPALA KALIAN!!!" teriak gadis itu lagi.
semua orang bergetar ketakutan, Max yang berdiri di sampingnya memanggil para roh untuk membuat suasana di tempat itu menjadi seram dan menegangkan. Benar saja, parah roh berkumpul di sana dan mengacaukan aura rumah itu.
__ADS_1
Seketika para pelayan yang jumlahnya ada puluhan orang berbaris dengan rapi di depan halaman. Menunduk sampai tiga kali sebagai tanda penghormatan pada putri darah murni klan mereka.
“ Selamat datang nona muda Kim So Eun!!" ucap mereka serentak dengan suara gemetar memanggil nama Korea Charoline yang selama ini lebih memilih menggunakan nama dari Barat.
Swoshhhhh...
Seketika angin kencang bertiup, semua orang merinding ketakutan, rasanya sangat horor, belum lagi awan hitam tiba tiba berkumpul di rumah itu. Sepertinya roh jahat di rumah itu sangat banyak sampai membuat langit turut murka .
Charlotte berbalik begitu saja, lalu berjalan lagi dengan tuntunan Max tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada mereka.
“ Hey kau, apa kau tidak dengar ucapanku barusan, kenapa kau bisa di sini, kau bukannya di rumah sakit dan hampir mati?” satu satunya yang tetap sama seperti dulu, Kath yang selalu berlaku semena mena sampai tidak tahu batasan.
Kepala pelayan langsung menghampiri Kath dan menariknya,” nona jangan berbuat gegabah, tuan besar akan mengamuk jika tahu Anda membentak putrinya,” ucap Victor Han, kepala pelayan rumah mewah itu.
“ Tata kramamu bernilai nol, dasar sampah!" ucap Charlotte lalu melenggang masuk ke dalam rumah itu.
Kath berdecak kesal, dia menggembungkan pipinya karena baru kali ini ada manusia yang tida bisa dia kendalikan. Baru kali ini ada seseorang yang membuatnya marah dan kesal.
Saat Charlotte masuk, Mark menatapnya dengan tatapan penuh selidik. Dia mengamati gadis cantik dalam sosok Charoline yang menurutnya mengingatkan dia pada Charlotte.
"Tidak, aku pasti terlalu merindukan Van, aku pasti terlalu merindukan dia!!' batin Mark tak percaya dengan apa yang dia lihat.
Namun semakin dia menatap gadis berambut cokelat itu, semakin gusarlah hatinya.
“ van!!" ucapnya tiba itba dengan jantung berdebar.
Charlotte terhenyak, hampir dia berhenti berjalan saat mendengar nama itu lagi. Gadis itu menahan dirinya sekuat tenaga. Tetapi dia tidak boleh menggagalkan semuanya.
Cherlotte melanjutkan langkahnya, sampai sesuatu yang mengejutkan terjadi.
Mark berjalan ke arahnya dan menarik tangan gadis itu lalu melihat gelang bermanik bentuk mawar itu,” Siapa kau?” tanyanya pelan.
Melihat Mark melakukan hal itu dan Charlotte tampak tidak bisa membalas, Maximum terpaksa bertindak.
ptas!!
“ Berani sekali kau menyentuh nona muda, dasar pria berengsek!!” ucap Max yang berpikir kalau Mark adalah sosok yang membuat Charlotte lemah.
__ADS_1
“ aku yakin Charlotte akan senang karena aku mengusir pria berengsek ini, hanya sekali lihat saja, aku yakin dia adalah salah satu orang yang mendorong Charlotte ke dunia kematian, hehehe bagus Max kerja bagus!!,” batin Max sambil tersenyum simpul.
“ Ya ampun si kampret ini, yang benar saja, kenapa dia melakukan itu pada kekasihku, apa dia mau mati lagi, arkhhh awas kau nanti Max!!" geram Charlotte dengan api panas yang membawa di kedua matanya saat melirik Max.
Mark menarik tangannya, melihat gelang yang sama dengan milik Charlotte membuat pria itu terdiam lagi. Mark mundur perlahan dengan wajah dingin, “ Maaf, ku pikir nona ini orang yang ku kenal,” ucapnya lalu pergi dari sana begitu saja.
Matanya menatap lantai, dingin dan sepi, duka yang sangat dalam diderita oleh pria itu membuatnya seperti mayat hidup.
Charlotte hanya diam, dia tidak bisa mengatakan apa pun. Kekasih yang dia rindukan sudah ada di dpean mata, tetapi tak bisa dia peluk.
“ Maafkan aku kak Mark, maafkan aku, “ batin Charlotte.
Mark berwajah pias dia beranjak keluar denagn wajah kesal,” Kath di mana dokumen yang kau bilang tadi, kau membawaku ke tempat ini hanya untuk menunjukkan semua ini, di mana otakmu Sialan!!" teriak Mark kesal saat dia berada di luar.
Sebenarnya dia datang ke tempat itu karena ada urusan dengan Kath, entah apa niatnya dekat dengan Kath tapi tampak jelas kalau dia sangat membenci perempuan itu.
“ ehh maaf, aku akan segera mengambilnya, maaf kau melihat semua ini Mark,” ucap Kath yang terkejut kala mendengar amukan Mark lagi.
Charlotte melirik ke belakang, segurat senyum tipis tergambar di wajahnya.
“ Dia masih sama,” ucapnya sambil melanjutkan langkahnya . Tangannya mengusap gelang biru yang tiba tiba muncul itu,” Nona cantik, kau benar benar penuh kejutan, kenapa mengembalikannya sekarang?” batin Charlotte.
Mereka masuk ke dalam rumah itu. Pertemuan tidak terduga antara sepasang kekasih yang kini telah berubah . Lima tahun telah berlalu sejak kematian Charlotte, Mark berubah menjadi orang yang sangat berbeda, dari segi penampilan dan sikapnya dia jelas penuh dengan amarah dan dendam.
Tetapi Kath masih sama seperti dulu, semena mena, dan tak punya peri kemanusiaan.
Kadatangan Charoline, pewaris tunggal keluarga Kim membuat semua orang gusar dan panik.
“ bagaimana bisa dia kembali dalam keadaan sehat?”
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1