
Lee Won Woo mencekik gadis itu sampai kesulitan bernafas. Grace meronta-ronta, dia menangis dalam genggaman tangan Lee Won Woo.
Setelah membuat Grace lemas tak berdaya, dengan wajah ketakutan, Lee Won Woo menyalakan briket batu bara dan membakarnya di dalam ruangan yang minim pentilasi udara itu.
Grace dibiarkan di sana dengan kandungannya yang masih begitu muda, menghirup asap dari briket batu bara sampai dia benar bena retak berdaya.
Lee Won Woo berlari keluar dari gedung itu, memanjat dari sisi gedung agar tidak diketahui penjaga, malam juga sudah tiba dan dia meninggalkan Grace sendirian di dalam ruangan konseling yang jarang dikunjungi itu.
Grace mempertaruhkan nyawanya di sana, kedua kakinya lemas tak berdaya, perutnya kram dan dia berdarah. Dadanya sesak, air matanya mengalir begitu deras.
Dengan perlahan dia mengambil ponselnya yang masih merekam kejadian itu. Dia menatap benda itu, menunjukkan wajahnya di sana sambil menangis sesenggukan.
"Lee Won Woo, tangkap dia... dia pelakunya .." ucap gadis itu.
Ponsel itu dia sembunyikan. Meski harus bertarung dengan kram hebat di perutnya, dia menyeret tubuhnya hingga mendekat sampai ke lemari tua di dalam ruangan itu.
Tangannya dia masukkan ke sana dan diselipkan nya benda itu ke balik lemari.
Hingga dia akhirnya kehilangan nyawanya di sana. Dan dianggap sebagai kasus bunuh diri yang tak mendapatkan penyelidikan lebih lanjut.
Charlotte menatap layar itu, geram dan marah bercampur menjadi satu, Max dan tim Senda pun merasakan hal yang sama.
"Bajingan sialan!!! Bajingan sialan!!! Arkhhhh bajingan kalian!!!" Charlotte mengamuk, dia bangkit berdiri dan menghancurkan papan keyboard.
"Arkhhh bajingan sialan!!!!" pekik Charlotte sambil menangis sesenggukan.
"No..nona... tenanglah..." Mereka semua terkejut melihat reaksi Charlotte yang mengamuk besar setela mendengar hal itu.
Charlotte menangis, bukan hanya dirinya korban, dia juga dilecehkan dan perempuan dalam video itu dibunuh dengan tangan Lee Won Woo sendiri.
"Bajingan sialan!!!" pekik Charlotte tak kuasa menahan tangisan dan rasa sesak yang ada di dadanya.
Max dan tim Senda hanya bisa menatap gadis itu. Mereka tak tahu apa yang dialami Charlotte selama ini, bahkan lebih berat dari itu.
"Kalian uruslah dulu, aku mau keluar!" ucap Charlotte sambil mengusap air matanya.
"Kami temani nona!" Moon Yi tampak khawatir, tetapi Max menahan tangan gadis itu,"biarkan dia, biarkan dia melepaskan semuanya," ucap Max.
"Ta.... tapi...
"Lebih baik kita menyiapkan hukuman untuknya selagi nona muda menenangkan diri," ucap Max menepuk punggung Moon Yi.
__ADS_1
Mereka paham, rasanya memang menyakitkan ketika melihat hal seperti ini. Rasa sakit Charlotte tak kan ada yang tahu, mereka mungkin berpikir Charlotte memiliki empati yang sangat tinggi, tapi kenyataannya gadis malang itu mengalami ha yang kejam dan mengerikan.
Charlotte mengemudikan sendiri sepeda motornya, dia menangis sesenggukan sambil membelah jalanan malam yang dingin dan diguyur hujan.
Gadis itu sakit, sakit hati yang teramat dalam. Dia tidak kuat melihat penderitaan Grace, sama seperti dirinya yang dulu mengalami neraka selama lebih dari tiga bulan dan akhirnya mati di tangan mereka semua.
"Arkhhh Manusia jahanam!!!" pekik gadis itu. Dia menangis sesenggukan, tanpa sepengetahuan gadis itu, roh jahat mulai mengerumuni dia. Roh jahat yang berasal dari dunia ini mengejarnya, ingin melahapnya dan mendapatkan tubuh itu untuk balas dendam mereka.
Charlotte berteriak marah, dia benci dengan masa lalunya dan dendamnya yang teramat sakit terus menghantui dia.
"aku akan membantumu, berikan tubuh itu padaku!!!"
"tidak, aku yang akan membantumu, aku akan membalaskan dendammu!!"
"Berikan tubuh itu padaku!!! berikan padaku!!!"
"Dasar lemah, kau hanya menyia-nyiakan tubuh itu, berikan padaku sialan!!;"
"Arkhhh pergi kalian semua bajingan!!!"pekik Charlotte sambil menangis histeris.
Gadis itu mengemudi dengan kecepatan tinggi, hujan yang deras membuat jalanan licin, amarahnya yang menggebu-gebu membuatnya di luar kendali hingga akhirnya dia kehilangan keseimbangan dan menabrak pohon di sudut jalan.
Gadis itu menghancurkan sepeda motornya, dia berguling-guling ke atas jalanan yang basar dan lebar. Hujan yang deras mengguyur tubuhnya, dia berbaring ke atas, menatap langit yang gelap gulita, dia menangis sesenggukan, keningnya berdarah, sakit dan hancur hatinya, bahkan rasa sakit di tubuhnya tak sesakit hatinya.
Kakinya patah tapi tak lagi dia rasakan. Gadis itu menangis dan merintih di sana yang sama.
" Arkhhh... Kenapa begini... kenapa begini!!!!" Charlotte menangis histeris.
"Van!!" suara sosok yang dia rindukan terdengar di telinganya. Gadis itu tertawa sambil menangis, dia menertawakan dirinya yang malah membayangkan Mark datang padanya dan menatapnya di hujan gelap begini.
"Hahah... Mark... aku malah melihatmu di sini.. Mark... hiks hiks hiks... Mark aku merindukanmu!!!" teriak gadis itu.
Dia menangis sesenggukan sambil menatap sosok itu di sana.
"Aku pasti sudah gila, aku gila karena melihatmu di sini Mark, kau bahkan tidak mengenaliku, wajahku berbeda Mark hiks hiks hiks... Mark... Apa yang harus ku lakukan!!!" Gadis itu menangis, sampai dia kehilangan kesadarannya.
"Van... Bangunlah, Van aku di sini Van!!!" Mark benar benar ada di sana, Dia memeluk tubuh kekasihnya, memeluk erat Charlotte yang terluka parah dan tak sadarkan diri.
Cepat-cepat pria itu membawa kekasihnya ke dalam mobilnya," Benturannya sangat keras, kita harus cepat!!!" Ucap Leonardo kakak laki-lakinya yang ada di mobil yang sama dengan dia.
Leonardo mengemudikan mobilnya, sedangkan Mark memeluk kekasihnya sambil menangis dengan tubuh gemetar. Leo belum paham, tapi untuk pertama kali dia melihat adiknya peduli dengan seorang gadis.
__ADS_1
Dia tak banyak tanya, dia mengemudikan mobilnya dengan cepat dan aman menuju rumah sakit tempatnya bertugas.
Tak sampai beberapa menit mereka tiba di rumah sakit, Charlotte langsung dibawa ke UGD karena kondisinya benar benar darurat, gadis itu tidak sadarkan diri dan kakinya terluka parah, belum lagi denyut nadinya melemah.
"Kak selamatkan dia... Kumohon selamatkan dia!!!" ucap Mark sambil menangis di depan ruang tunggu.
Charlotte di tangani oleh tim dokter. Mark hanya bisa menunggu sambil menangis di depan ruangan itu.
Rasa takut menjalar di seluruh tubuhnya, dia memukuli dirinya yang tak bisa menjaga Charlotte bahkan di kehidupan kedua gadis itu.
"Kumohon Van, jangan tinggalkan aku lagi... kumohon..." Mark terus berdoa di sana, bolak balik berjalan di depan ruangan sambil menatap ruangan operasi dengan wajah panik.
Beberapa saat yang lalu Mark melewati jalanan itu untuk mengantarkan sang kakak ke rumah sakit.Tak tahunya mereka malah bertemu dengan Charlotte yang mengalami kecelakaan serius tepat di depan mereka.
Belum melihat siapa itu, Mark langsung tahu kalau kekasihnya dalam bahaya. Dia berlari keluar dari dalam mobil dengan jantung berdebar dan sakit bak ditusuk jarum, menghampiri tubuh gadis itu.
Dia syok saat melihat Charlotte, semakin syok saat mendengar ucapan gadis itu.
Di saat yang sama, Bianca si gadis cenayang itu melihat Mark di sana. Tetapi yang dia lihat bukan hanya Mark, puluhan roh jahat berkumpul di depan ruang operasi ,seolah sedang antri untuk merebut tubuh Charlotte.
"Ha..Hantu!!? ke...kenapa roh jahat ada di sini!? Apa ada tubuh yang dirasuki di sini!?" batin Bianca sambil menatap Mark dengan tatapan heran.
"Siapa yang sedang ditunggu oleh Mark!" batin Bianca penasaran.
"Bianca, jangan lihat lihat ke sana, jiwa bisa diambil, dasar bodoh, kau mau kesurupan lagi!?" Ibu gadis itu memukulnya dan membuat dia sadar.
"Ehh ma.. maaf, aku hanya melihat teman kampusku di sana, bukankah jika ada roh jahat maka ada tubuh yang dirasuki? " tanya Bianca.
" Tentu saja, mungkin tubuh yang dibangkitkan, jika kau menemukan yang begitu, kau beritahu pada Mama, harus segera disingkirkan!"
"Sudahlah, bukan urusan kita, dia akan datang sendiri, kita masih punya pekerjaan lain!!" ucap Ibunya sambil menatap ruangan yang penuh dengan hawa buruk itu.
Bagaimana jadinya jika Bianca tahu kalau roh Charlotte yang masuk ke tubuh sepupu Kath? mungkin saja Charlotte akan disingkirkan lagi!
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1