
Mereka masuk ke gedung kampus itu. Seluruh mahasiswa baru fakultas ekonomi telah berada di sana sesuai dengan jurusan mereka masing-masing.
Charlotte dan Moon Yi mengambil bidang Bisnis internasional. Max sendiri bagian Komunikasi bisnis sedangkan Philip dan Timothy bagian Manajemen Bisnis.
Mereka membagi jurusan mereka dengan fungsi sebagai mata-mata untuk mengawasi gerak gerik target balas dendam Charlotte.
"Kau lihat itu!??" ucap Max tiba-tiba sambil menatap ke arah lantai tiga gedung kampus tersebut.
Charlotte mengangguk. Aura hitam menyelimuti seluruh bagian lantai tiga di sisi kanan. Gelap dan penuh dengan aura kebencian. Salah satu ruangan di sana tampak sangat suram.
"Ada yang lewat Char!!" ucap Max kala kedua matanya menangkap sosok berambut pendek yang lewat dengan begitu cepat diantara jendela jendela ruangan itu.
"Apa yang terjadi dengan kampus ini!??" ucap Charlotte terkejut.
Mereka memasuki gedung itu dengan rasa curiga. Tepat setelah mereka berdua melewati pintu masuk tiba-tiba saja....
Swohhhhss!!!
Sesuatu melewati mereka dengan kenang sampai membuat bulu kuduk mereka merinding. Dan tiba-tiba saja aroma dupa pemakaman tercium di hidung mereka.
"Max bau dupa!!" ucap Charlotte terbelalak. Max pun demikian, bagaimana bisa ada bau dupa di sana!??
"Aku jadi merinding, barusan seperti ada yang lewat!!" salah satu siswa di sana mengusap tengkuknya.
"Heh jangan bilang begitu, rumornya kampus ini berhantu, ada mahasiswi yang bunuh diri di lantai tiga sebelah kanan, itu sebabnya ruangan itu terus dikunci rapat!"
"Ehhh.. yang benar saja, menyeramkan sekali!!"
"Tapi dengar dengar itu hanya rumor tak berdasar, " balas yang lain.
Charlotte dan Max mendengar pembicaraan mereka. Tak terkejut dengan bisikan bisikan itu karena di depan mereka, seorang gadis berambut pendek tengah berdiri dengan wajah pucat.
Berdiri tegap, kedua mata menatap dingin, bibirnya kering dan ada bekas luka di lehernya. Tangannya menggenggam sebatang bunga pemakaman berwarna putih, hanya berdiri di sana lalu tiba-tiba berbalik dan menghilang dari pandangan mereka.
"Apa yang sebenarnya terjadi di sini!?" ucap Charlotte. Max hanya menggidikkan bahunya.
Mereka melihat roh itu, roha yang berkeliaran di kampus itu seolah tengah menunggu seseorang.
Di saat yang sama Lee Won Woo berjalan memasuki gedung itu dengan gips yang tertempel di lehernya.
Hidungnya patah dan lengannya terluka.
__ADS_1
"Haishhh sialan, dasar motor sialan itu, membuatku sakit saja!!" umpat pria itu.
"Bagaimana bisa kau ditabrak goblok, apa kau tidak malu!??" ejek George.
"Diamlah, aku akan cari siapa orang itu, sial sekali!!!" geram Won Woo sambil menggenggam sebuah buku kecil berlogo kampus itu.
Charlotte dan Max menemukan banyak informasi tentang Lee Won Woo. Atlet kebanggan negara yang memiliki citra hebat di seluruh sekolah.
"Lee Won Woo, bagaimana aku akan membalas perbuatan mu!?' gumam Charlotte.
Gadis itu berjalan, dia dan rekan-rekannya berpencar, hanya saja Max terus mendampingi Charlotte sedang tiga sekawan itu langsung menyebar ke sisi lain gedung itu.
Dengan cepat Charlotte melangkahkan kakinya ke arah Lee Won Woo.
Tatapan matanya begitu tajam dan dingin.
Dia mendekat dan semakin dekat hingga...
Brukk..
Dia berakhir menyenggol Lee Won Woo sampai pria itu terjerembab ke atas lantai .
"Ahh sorry, nggak sengaja!" ucap Charlotte dengan nada dingin, melirik Won Woo dari ekor matanya dan berjalan dengan angkuh tanpa menolong pria itu.
"Hei kau siswa baru!! beraninya kau pada kakak angkatan mu!!" teriak Won Woo.
Charlotte berhenti, jari jarinya seolah tengah menari di depan wajahnya, dia menoleh sedikit," Kalau sakit seharusnya di rumah sakit, bukan masuk ke kampus untuk cari perhatian seperti ayahmu!" sindir Charlotte.
"Ka..kau!! beraninya kau!!! apa kau tidak tahu aku siapa!!!" teriak Won woo kesal sambil bangkit berdiri. George yang di sampingnya saja sampai dibuat menganga dengan ucapan sarkas gadis cantik itu.
"Ahh apa kau seseorang yang harus kuketahui siapa?" Charlotte menoleh dengan kepala miring. Bibirnya tersungging ke atas, merendahkan Won Woo yang harga dirinya sangat penting .
"Si.. sialan kau!!!" Pekik Won Woo hendak menyerang gadis itu.
"Upss... hello followers ku, aku sedang berada di kampus Eden, lihat di sini ada Lee Won Woo anak bapak gubernur yang katanya akan jadi calon presiden, hihihi... lihat lucu ya gilanya!!" Charlotte tertawa cekikikan sambil menunjukkan ponselnya yang sedang melakukan siaran langsung di media sosial yang diikuti oleh jutaan orang.
Won Woo dan George terdiam di tempa. Pria itu sudah sangat geram.
Charlotte tampak sangat menikmati permainan ini.
"Ahhh mau bilang apa tadi?" tanya Charlotte.
__ADS_1
"Sial!" umpat pria itu. Dia tidak boleh merusak citranya di hadapan publik, apalagi penonton siaran langsung gadis itu terdiri dari ratusan ribu orang.
"Lee Won Woo..." Charlotte menutup ponsel lipatnya dan mengakhir siaran langsung. Dia berbalik dan menatap Won Woo sambil tersenyum sinis.
"Kau seharusnya tahu siapa aku, ku rasa ayahmu akan marah besar lagi nanti, hahahha... gak sabar deh melihat kau babak belur," ucap gadis itu seraya mengusap bahu lebar Won Woo.
Glekk!
Orang-orang yang melihat ketegangan diantara mereka menenggak saliva mereka dengan pelan. Hanya menyaksikan saja sudah membuat mereka tegang sendiri.
"Apa maksudmu Jal4ng sialan!!" Won Woo mendekatkan wajahnya ke arah Charlotte, menatap perempuan itu dengan tatapan tajam.
Charlotte tersenyum tipis, dia berjalan mundur dan menjauh dari pria itu,"Aku tau semuanya.... "ucap gadis itu sambil pergi menjauh membiarkan Won Woo dalam rasa penasaran yang besar.
"Hei kau kemari kau!!!" teriak Won woo. Mereka jadi pusat perhatian, tetapi Charlotte mampu mengendalikan situasi dengan baik.
Dia menggenggam buku berlogo sekolah yang dia curi dari Won Woo tanpa sepengetahuan pria itu.
Sementara itu, Won Woo sangat sial dua hari berturut-turut.
Kemarin malam, dia ditabrak oleh motor misterius yang menghancurkan mobilnya ketika dia dalam perjalanan menuju sebuah hotel.
Dia mengemudi tepat pada pukul 12 malam. Dan saat di persimpangan jalan yang sepi dan tak terjangkau CCTv, dia ditabrak dari belakang sampa mobilnya ringsek.
Sosok berpakaian hitam yang jadi pelakunya. orang itu bersembunyi di balik helm hitamnya, menghancurkan bahkan hampir membunuh Lee Won Woo di tempat kejadian.
Won Woo mengalami cedera ringan, tak ingin ayahnya marah karena terlibat dengan kecelakaan lalu lintas karena dia mengemudi dalam keadaan mabuk, pria itu terpaksa masuk kampus sekalipun terluka.
"Kenapa aku ditimpa sial belakangan ini!!!" Won Woo berdecak kesal.
Tanpa dia sadari, sosok gadis berambut pendek yang mendatangi Charlotte tadi berdiri di ujung tangga menuju ruang bawah tanah sambil menatapnya dengan tatapan penuh dendam kesumat.
Aura hitam semakin menjadi-jadi di kampus itu, dan Charlotte dapat merasakan ada yang janggal dengan area kampus serta gadis hantu itu.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1