Hidup Kembali: Night At Paradise

Hidup Kembali: Night At Paradise
50


__ADS_3

Charlotte, bersama kekasihnya dan teman-temannya berjalan keluar dari auditorium meninggalkan mereka yang tengah mengamuk di dalam sana.


Kebenaran tentang kematian Grace akhirnya terungkap hari ini.


"Ke... kenapa ini!!! siapa yang melakukan ini!" Kath Panik, dia menatap ke arah Asher Wang. Pria itu buru-buru mengambil laptopnya, tetapi ternyata siaran itu masih terhubung.


Bahkan seluruh televisi di negeri itu dan siaran berita negeri itu tengah membicarakan pembunuhan yang dilakukan oleh Lee Won Woo.


Korbannya yang lain membuka suara dan membuat video kesaksian beserta bukti pelecehan yang dilakukan oleh Lee Won Woo terhadap diri mereka.


Seluruh kota itu gempar, nama baik keluarga Lee Hancur dalam semalam. Kejadian mengerikan ini menjadi ultimatum bagi teman teman Lee Won Woo.


Ruto dan Yura serta Ji An yang menjadi publik figur langsung memutus hubungan mereka dengan Lee Won Woo dan menghapus semua foto bersama pria itu.


Karir mereka bisa hancur jika terlibat skandal dengan pria itu. Skandal yang terjadi saat ini pasti akan menghancurkan karir mereka yang sedang berada di atas.


Plak!


Plak!


Plak!!!


" Anak sialan, anak kurang ajar!!!" tuan Lee, Ayah Lee Won Woo mengamuk.


Dia memukul Lee Won Woo berkali kali, mengumpat pria itu dan menghajarnya habis habisan dengan tangannya sendiri.


Tidak pernah terbayangkan olehnya, putranya itu telah melecehkan belasan gadis dan membunuh seorang perempuan tak bersalah dengan tangannya sendiri.


Tuan Lee sangat marah. Di kantor kepolisian dia menghajar putranya sampai babak belur, bahkan polisi pun tak bisa menghentikan pria itu.


Lee Won Woo hancur dalam sekejap. Teman temannya melarikan diri dan bersembunyi , tidak mau terlibat dengan kasus ini.


"Am.. phunnn.. paahh...


Ucapnya lemah. Pria itu terkulai lemas di atas lantai, bibirnya pecah, tubuhnya penuh lebam.

__ADS_1


"Am.. phun... Grace... A..ku.. salah..." gumamnya sambil menatap roh Grace yang berdiri di sudut ruangan itu sambil terus menatapnya dengan tatapan penuh amarah.


Lee Won Woo mendapatkan hukuman yang sangat kejam. Perbuatannya yang tidak manusiawi, bukan hanya satu gadis yang dia lecehkan, banyak yang dia tiduri dan dia ancam dengan video panas yang dia rekam sendiri.


Tuan Lee sangat marah. Saat itu dia sedang rapat dengan kelompok partainya, dan tiba tiba saja televisi di ruangan mereka menyala. Rekaman perbuatan keji Lee Won Woo diputar dalam ruangan itu .


Tuan Lee benar benar kehilangan muka. Malu dan jijik dengan perbuatan putranya sendiri.


" Kau telah menghancurkan segalanya Lee Won Woo, karena kau istriku mati dan sekarang kau menghancurkan hidupku, arkhhh anak sialan, mati saja kau!!!!" teriak tuan Lee hendak menendang Lee Won Woo lagi. Tetapi para polisi langsung cepat menahan dia.


Lee Won Woo sudah sekarat, tak ada lagi bagian tubuhnya yang tersisa dari luka lebam. Dia hanya berbaring di atas lantai, darah keluar dari mulutnya. rasa takut menyelimuti dirinya lagi. Kali ini dia benar benar telah sadar, perbuatannya yang keji tidak bisa dimaafkan!


Di luar ruangan itu, Charlotte berdiri dengan tubuh Charoline. Berpangku tangan sambil menatap Lee Won Woo. Di sampingnya ada Mark yang merangkulnya untuk menguatkan gadis malang itu.


Lee Won Woo menatap ke arah Charlotte. Wajah asli gadis itu terlihat jelas di mata Lee Won Woo.


" Arrhh... huhuhu... ampuni aku... ampuni aku Charlotte.. ampuni aku!!!!" teriak pria itu histeris. Dia menyeret tubuhnya ke dekat pintu yang terbuka di mana Charlotte berdiri.


Lee Won Woo tidak bisa berdiri, sekuat tenaga dia mendekati Charlotte sambil menangis sesenggukan. Pria itu melihat gadis yang dia lecehkan dan dia bunuh waktu itu, berdiri di hadapannya dengan tatapan penuh dendam.


Pengampunan, satu kata yang tidak layak diterima oleh Lee Won Woo. Hidup banyak orang hancur karena perbuatan keji pria itu.


Lee Won Woo meringkuk, dia menangis sesenggukan seperti orang gila..matanya kini terbuka, dia melihat alam roh yang mengerikan. Jiwanya tak bisa pergi dari tubuh itu dan untuk waktu yang lama dia akan hidup seperti orang gila.


Melihat begitu banyak roh gentayangan yang bahkan jijik mengambil alih tubuhnya.


"Arkhhh... pergi!!! pergi kalian, sialan, pergi kalian semua!!!" pekik Lee Won Woo sambil mencengkram kepalanya sendiri. Dia merintih, air matanya mengalir deras, darahnya menetes ke atas lantai.


Dia memukuli bayangan yang datang padanya. Terbang ke sana kemari menganggu dia, membuat hidupnya tidak bisa tenang.


"Arkhh pergi!!! pergi kau, pergi kau setan sialan!!" teriak Lee Won Woo.


Dia mungkin merasa sedang memukul satu objek, tetapi bagi manusia normal, dia sedang bertingkah seperti orang gila, meninju angin dan berteriak histeris.


Tuan Lee menatap kesal pada putranya, dia menarik kepala Lee Won Woo.

__ADS_1


" Anak sialan, mati saja kau dasar gila!!!" umpat tuan Lee yang sama sekian tidak menyayangi Lee Won Woo. Dia menghantamkan kepala Lee Won Woo ke atas lantai sampai pria itu kejang kejang karena benturan keras di otaknya.


" Akhh... akhh... papa... papa... Won Woo hanya butuh papa, tapi kenapa papa meninggalkan Won Woo!? akhh... akhh... sakit Pa... hiks hiks hiks... paa... tolong... tolong aku!


Lee Won Woo kejang kejang, dia menangis sambil menatap ayahnya. Satu satunya yang dia inginkan dan dia rindukan adalah ayahnya yang dulu sangat menyayanginya. Tetapi karena ulah nakalnya ibunya meninggal demikian Ayahnya yang langsung berubah.


Tuan Lee terdiam sejenak, air matanya mengalir, sangat berat baginya menerima kenyataan ini," bawa dia ke rumah sakit, aku akan mengurusnya!" ucap tuan Lee sambil berjalan keluar dari ruang investigasi.


Pria itu melangkah dengan langkah lebar. Kesalahannya membuat putranya menjadi semakin parah.Secara tidak langsung, perbuatan kejamnya pada Lee Won Woo telah membangun sikap kasar dan semena mena pada putranya.


Tuan Lee sadar, dia tidak cocok disebut sebagai pemimpin saat dia sendiri tidak bisa memimpin putranya.


Pria itu berdiri di depan seluruh wartawan yang sudah berkumpul di depan kantor kepolisian. Menatap mereka satu per satu dengan wajah penuh penyesalan.


Tuan Lee membungkuk sampai lima kali.


"Saya, mengundurkan diri dari jabatan saya, dan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas perbuatan keji yang dilakukan anak saya," ucapnya sambil duduk berlutut di hadapan publik,bmengakui perbuatan anaknya dan memilih mengundurkan diri dari jabatan dan pencalonan berikutnya.


"Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya, dasar pembunuh!!!"


Crakk..crakk.. crakk..


Para warga berteriak dan melempari tuan Lee dengan telur dan sampah.


Hancur sudah semuanya, Lee Won Woo gila, karir tuan Lee hancur. ini hanya awal dari balas dendam itu.


Mark menatap mereka dari kejauhan," Pembalasan dendam ini, tidak akan berakhir di sini, ini semua hanya awal, tunggu giliran kalian satu persatu!!!" batin pria itu.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2