
Max berlari mengejar sosok perempuan misterius yang mengawasi mereka dari balik dinding itu.
Pria itu berlari hingga sampai ke tempat itu dan sialnya...
"Ahhh dia menghilang, manusia apa bukan!?" batin Max menatap ke sana kemari. Tak ada seorang pun yang berada di sana padahal jelas di tempat itu, ada yang mengawasi dan mengamati ruangan Charlotte dengan seksama seolah dia sedang mengisi energi negatif ke ruangan rawat Charlotte.
"Jika sampai para roh jahat ini berkumpul, pasti ada pemicunya," ucap Max menatap ke atas.
"Apa yang terjadi!?" tanya pria itu.
"Kami akan mengambil tubuh itu, tubuh yang harusnya kami pakai, dia sedang sakit, maka ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk merebut tubuhnya!!!" Salah satu roh berbicara dengan suaranya yang menyeramkan.
"Siapa yang menyuruh kalian!?" tanya Max.
Tetapi tiba-tiba saja roh jahat itu menghilang. Max berdecak kesal, dia memeriksa tempat itu dengan seksama, jika sampai ada roh yang berusaha merebut tubuh Charoline dari Charlotte maka Max juga berada dalam bahaya.
Sementara itu, seorang gadis, baru saja dibawa kabur dari rumah sakit itu.
Gadis itu tampak sangat kacau, pakaiannya dan penampilannya berantakan, rambutnya yang panjang dan hitam tergerai begitu saja.
"Sialan, kenapa kau malah kerasukan di saat begini!!!"
Bianca, si gadis cenayang itu kerasukan roh jahat saat dia mencuri curi dengar di dekat ruangan di mana Charlotte di rawat.
Dengan mengambil resiko karena rasa penasaran, gadis itu tak peduli dengan roh jahat yang bisa mengambil alih tubuhnya.
Bukannya mendapatkan informasi dari ruangan itu tubuhnya malah diambil alih oleh salah satu roh jahat yang keluar dari ruangan itu.
"Hahahaha... biarkan aku ke sana, akan ku bunuh dia dan ku ambil tubuhnya!!!!" pekik Bianca yang kerasukan sambil mencakar cakar mobil.
Ibu Bianca berdecak, dia menyiram gadis itu dengan air berwarna merah, hingga tiba-tiba...
"Ahhh.....
Bianca akhirnya sadar, roh itu lepas dari tubuhnya.
__ADS_1
" Bianca, sadarlah!" teriak Nyonya Min sambil menatap kesal pada putrinya.
" Shhhhh.... Ma.... " Bianca mendesis kesakitan. Dia menatap ke sana kemari, kepalanya terasa pusing seolah jiwanya baru dilemparkan ke tubuh itu lagi.
"Ma... Ta..tadi!!!" Bianca langsung syok, saat mengingat bayangan hitam yang memasuki tubuhnya saat dia mencoba mengintip ke ruangan Charlotte.
"Roh jahat masuk ke tubuhku, arkrhhh... Maaa seram sekali, aku melihat... melihat sosok perempuan yang mati di sungai Han waktu itu!!!" ucap Bianca dengan tangan gemetaran.
"Dasar bodoh, kau sudah tahu kalau kerumunan roh hitam itu sangat berbahaya, tapi kau masih nekat mendekati tempat itu, dasar bodoh!!!" ketus nyonya Min, wanita beralis runcing dengan lipstik merah tebal yang jadi ciri khasnya.
"Aku tahu Ma, tapi aku penasaran, siapa orang yang dikunjungi oleh teman sekolahku, dari tipenya dia bukan seseorang yang mau berhubungan dengan dunia roh!" ucap Bianca.
"Ahh jangan bahas sekarang, sebaiknya kita pergi, kau lihat Langit semakin hitam, kita bisa dalam bahaya karena tubuh keturunan cenayang bisa jadi media balas dendam, jangan sampai kita dituduh melakukan pembunuhan hanya karena roh sialan itu!!" ucap Nyonya Min.
"Seperti Nenek?" ucap Bianca.
Nyonya Min terdiam sambil menatap sendu ke gantungan foto di mobilnya," Hmm... kalau kau sudah tahu, tak seharusnya kita bahas ini lebih lama!" ucap nyonya Min.
Meski penasaran dengan sosok yang jadi media persinggahan para roh Nyonya Min tak mau mengambil resiko dan menyerahkan nyawanya pada dunia roh jahat.
Roh jahat bisa mengambilalih tubuh manusia dan menggunakannya untuk sementara waktu bahkan sampai membunuh target balas dendamnya.
Itu sebabnya, Nyonya Min dan Bianca sangat takut berhadapan mereka jika tak punya persiapan.
Sama halnya dengan Max berdiri di depan pintu keluar rumah sakit bersama beberapa roh yang menemani dia disana. Menatap dingin ke arah kendaraan yang dinaiki nyonya Min dan putrinya Bianca. Aura cenayang yang sangat kuat mencuat dari mobil itu.
Max jelas tahu kalau mereka adalah orang berbahaya yang biasa memanfaatkan para roh untuk kepentingan pribadi mereka. Bukannya membantu orang dengan menyelamatkan mereka dari serangan roh jahat, mereka malah berusaha untuk menjalin kerja sama dnegan para roh jahat demi mendapatkan tujuan mereka dan menghancurkan orang orang yang mereka benci sembari menghasilkan uang dari roh jahat itu.
“ Dia cenayang terkenal di kota ini, roh yang mendekati mereka akan ditarik dan mereka manfaatkan untuk mencuri uang, menguasai harta orang lain dan banyak kejahatan lainnya,” Jelas salah satu roh yang berdiri di dekat Max.
“ apa kalian juga diincar?” tanya Max.
“ Mungkin saja tetapi yang ku dengar, mereka lebih mengincar roh jahat dan juga roh yang masuk ke tubuh orang mati tanpa bantuan, “
“ Seperti emas dengan berlian, mungkin roh biasa seperti kami adalah emas tetapi roh spesial seperti mu dan gadis itu serta roh jahat adalah berlian bahkan lebih dari berharga dari itu,”
__ADS_1
“ jadi kalian berdua harus berhati-hati , jangan berhubungan dengan mereka, kami tidak akan bisa membantu jika terjadi sesuatu,” ucap mereka.
Max mengeraskan rahangnya,” apa yang harus kami lakukan agar mereka tidak mengusik kami?” tanya pria itu.
Roh berwujud perempuan di sisi yang lain langsung menanggapi pertanyaan Max dnegan semangat,” ku dengar mereka adalah keturunan cenayang, untuk menghentikannya, kalian harus memutuskan benang takdir cenayang itu dengan meletakkan bunga pemakaman di depan rumahnya selama dua bulan berturut turut, setelah itu tumpukkan batu dan ikatkan benang merah dan kain kuning di atasnya lalu bakar boneka jerami dan rambut perempuan di depannya, setelah itu ambil darah dari salah satu keturunan cenayang dan teteskan di tumpukan batu itu, maka takdir itu akan terputus,” jelasnya.
Max menatap perempuan itu, perempuan dengan gaun lusuh bermotif bunga yang berlumuran dengan bekas darah, wajahnya pucat, rambutnya panjang dan dikepang dua, terlihat seperti roh orang mati jaman dulu.
“ Sepertinya kau sudah mati lama, “ ucap Max.
“ ahh sudah 20 tahun, tapi aku masih di dunia ini,” ucapnya.
Max mengangguk paham,” Dari mana kau tahu hal itu?” tanya Max.
“ aku hidup 20 tahun yang lalu, jelas aku tahu bagaimana hal seperti itu, sudah berkali kali aku hampir di tangkap dan dimanfaatkan, dengan membuat sesajen seperti itu maka kau akan memutus tali takdirnya,” jelasnya.
“ siapa namamu dan dari mana asalmu?” tanya Max.
“ Park Yu Ra, aku dari Pulau Jeju, sudah lama aku berkelana di dunia ini, aku mati karena di bunuh,” ucapnya.
Max paham, jika memang harus memutus benang takdir akan menjadi jawaban, Max akan mencoba,” akan ku lakukan, terimakasih atas bantuannya,” ucap Max sambil berjalan dari sana meninggalkan mereka.
“ Hei bukankah itu cara untuk membangkitkan jiwa?” bisik salah satu roh.
“ Shhhhtttt... jangan bilang bilang, mereka sudah jadi manusia, jika kalian mau bekerja sama, aku akan membangkitkan kalian jika metode ini berhasil nanti,” ucapnya sambil tersenyum licik menatap punggung Max.
Max berjalan dengan langkah yang ringan, tetapi ekor matanya tak meninggalkan Park Yura,” kau pikir aku bodoh?” batin pria itu.
“ Aku juga sudah lama berkelana di dunia ini,”
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan Komen