
Max menatap langit di mana makam Charlotte di letakkan. Pria itu melamun dan terdiam setelah Charlotte dan Mark menceritakan detail tentang dirinya di masa lalu serta bagaimana tubuhnya bisa di bawa oleh orang lain.
Pria itu tidak mengingat semuanya sama sekali. Bagaimana pun dia berusaha, ingatan masa lalunya tidak akan kembali seperti yang dia inginkan.
Mark dan Charlotte hanya membiarkan pria itu untuk menenangkan diri di sana, sementara mereka dan Asher tengah berdiskusi tentang rencana balas dendam yang selanjutnya.
Max sejak dulu hidup sendirian, bahkan ketika dikatakan dia akan bunuh diri dia tetap sendirian, tidak punya teman bahkan menjadi korban perundingan di sekolah.
Hidupnya di masa lalu sangat menyedihkan. Semua informasi itu dapat dengan cepat diperoleh oleh tim Senda, dan segala data tentang Max telah mereka peroleh. Sekarang tinggal mencari di mana keberadaan tubuhnya dan siapa yang membawa tubuhnya dari rumah sakit lima tahun yang lalu.
Pantas saja dia lupa ingatan, ketika Asher dan timnya mencoba menceritakan detail kehidupan Max, mereka bahkan tidak sanggup melanjutkan kata kata mereka tentang bagaimana pria itu hidup menderita selama ini.
Ingatan yang sangat menyakitkan itu sepertinya dipilih oleh Max untuk segera dibuang dan dilupakan, dia secara tidak langsung ingin bangun dari kematian dengan cara yang tenang.
Hidup sebatang kara dengan harta peninggalan keluarganya yang meninggal dalam kebakaran besar saat usianya masih 13 tahun,membuat dia harus hidup sendiri. Tak ada paman atau bibi, yang ada hanya seorang pengacara yang masih mereka cari keberadaannya.
Berkali-kali Max menghela nafas berat dengan fakta tentang masa lalunya. Tetapi melihat detail itu membuat dia sedikit lega karena dia tidak mengingat kejadian buruk yang mungkin saja jika dia ingat kembali akan membawanya ke jurang kematian.
" Hah...sudahlah, mungkin ini yang terbaik, aku hanya harus mencari tubuhku, tidak mungkin aku terus di dalam tubuh ini, " ucapnya pasrah dengan keadaan.
Dia berbalik dan bergabung dengan meja Charlotte dan yang lainnya.
Asher, Charlotte dan Mark tampak sangat serius membicarakan tentang balas dendam ini. Sepanjang mereka berbincang, Charlotte sama sekali tidak pernah tersenyum sekalipun Mark melontarkan candaan, baginya balas dendam ini harus segera dilakukan.
"Bagaimana rencana selanjutnya?" tanya Max seolah tidak terjadi apa-apa.
Mereka bertiga menatap pria itu dengan tanda tanya besar di kepala mereka.
" Hei ayolah jangan melihat ku seperti itu, aku malah jadi semakin menyedihkan," ucap Max memasang senyuman di wajahnya.
Charlotte menatapnya," Apa kau baik baik saja?" tanya Charlotte.
Max terdiam sejenak sambil mendaratkan bokongnya di kursi samping Asher dan Charlotte.
__ADS_1
" Mau bilang apa lagi, sudah begini kan, sudahlah, nanti saja kita bahas saat ingatanku pulih," ucapnya sambil tersenyum .
"Baiklah, kau bilang kalau butuh sesuatu, jangan menahannya sendirian!!" ucap Asher seraya menepuk bahu Max dengan pelan.
Max tersenyum sambil mengangguk. Meski dia sebenarnya menyimpan sebuah rahasia tentang potongan ingatan yang muncul di kepalanya bagai potongan puzzle yang sangat membingungkan.
Max memilih menyimpannya untuk saat ini, karena belum jelas siapa yang sebenarnya dia lihat dalam ingatannya itu.
"Tapi ngomong-ngomong, aku terkejut dengan fakta bahwa kau yang makukan hal memalukan itu pada Lee Won Woo di awal pembelajaran!" ucap Max sambil menata Mark, mengingatkan mereka tentang kejadian di awal masuk ajaran baru ketika Lee Won Woo dipermalukan di depan semua orang.
Mereka semua tidak menyangka kalau yang melakukan itu adalah Mark.
"Aku bahkan sangat terkejut saat melihatnya keluar dari ruangan di mana Grace meninggal, itu mengejutkan, jujur saja ku pikir kau akan membunuhku hari itu," ucap Charlotte jujur.
"Maaf, tapi aku terpaksa melakukannya, aku tidak ingin masalah menjadi besar dan aksiku ketahuan," ujar Mark.
"Tapi aku juga tidak menyangka kalau kalian menggunakan toh roh itu untuk membuatnya gila, ini bahkan lebih menyeramkan dari yang ku bayangkan," ucap Mark terpukau.
"Balas dendam selanjutnya, aku ingin membalas mereka semua sekaligus!" ucap Charlotte dengan sungguh-sungguh.
" Sekaligus? kau yakin?" tanya Max heran.
Charlotte mengangguk," sangat yakin, sebelum mereka melarikan diri dan menyulitkan ku untuk balas dendam!" ucapnya.
" Mereka semua harus merasakan apa yang ku rasakan di sungai Han waktu itu, aku tidak ingin mereka hidup dengan tenang sedangkan aku menderita dengan trauma yang mereka berikan!" jelasnya dengan tegas.
Kejadian yang menimpa Lee Won Woo kali ini pasti akan membuat Kath dan yang lainnya ketakutan dan mungkin saja akan segera melarikan diri dari negeri itu. Bukannya berhasil balas dendam, Charlotte malah memberikan ruangan bagi mereka untuk kabur dari hukuman yang harus mereka rasakan.
Charlotte sudah memikirkan semuanya dengan matang, dia telah menyiapkan segalanya untuk balas dendamnya. Informasi pribadi mereka sudah dia dapatkan, kelemahan mereka sudah dia pegang kuncinya, tinggal menunggu waktu agar dia menghajar mereka secara besar-besaran
Dan inilah waktunya. Serangan terhadap Lee Won Woo hanyalah peringatan, serangan yang sebenarnya sedang berjalan mendekati dan mengusik kehidupan Kath dan para pembully lainnya.
"Jika demikian, maka aku akan membantumu, apa pun keputusan mu maka aku akan selalu di sisimu Van," ucap Mark sambil menggenggam tangan kekasihnya dan menatapnya dengan lembut.
__ADS_1
"Aku juga akan membantumu nona muda Charlotte, " ucap Asher Wang sambil menyerahkan dokumen hasil tes DNA dan dokumen keluarga serta pengalihan hak milik seluruh harta kerajaan bisnis Senda Grup yang seharusnya dipegang oleh Charlotte dan saudarinya yang telah meninggal, Charoline.
"A.. apa ini?' tanya Charlotte. Hanya dia yang belum tahu perihal hasil tes DNA itu, ternyata gadis itu adalah adik kandung Kim So Eun yang dibuang oleh paman tirinya.
"Anda adalah nona kedua, pewaris utama Senda grup, saudari nona muda Kim So Eun yang dicari selama ini, Anda dinyatakan meninggal dalam kecelakaan pesawat tetapi nona muda percaya anda masih hidup!" jelasnya.
" Itu sebabnya, di malam ketika Anda dibunuh di sungai Han, nona muda dan kekasihnya tuan Hyun Jin pemilik tubuh yang ditempati tuan Max sedang melaju menuju kediaman nona untuk menemukan Anda, tetapi nahas hal yang tidak diinginkan terjadi, dan kalian bertiga bahkan tuan Max mengalami kejadian mengerikan di sungai yang sama!" jelas Asher.
Fakta ini benar benar di luar dugaan Charlotte. Dia adalah saudari kandung Kim So Eun, pantas saja wajah mereka mirip, dan rasanya sangat tenang ketika dia bertemu Kim So Eun yang asli di paradise.
Air mata gadis itu mengalir, jika demikian maka kakaknya memberikan kesempatan dan kehidupan baru baginya meski dia harus meninggalkan dunia itu.
" Ja.. jadi... dia .. dia kakakku?!!" tanya Charlotte sambil menatap mereka dengan air mata berderai.
Mereka mengangguk, Charlotte menangis sesenggukan, tak disangka dia ternyata memiliki kisah kelam yang dia lupakan karena kecelakaan di masa lalu.
Semua bukti sudah jelas, dia adalah putri kedua keluarga Kim pemilik Senda grup.
"Katherine Maladeva dan keluarganya adalah dalang di balik semua kejadian yang menimpa keluarga Kim, paman dan bibi tiri Anda yang merencanakan pembunuhan Nona muda So Eun, bahkan mereka memanipulasi kematian anda nona, mereka sangat jahat, saya tidak mengada-ada, saya sudah mengumpulkan semua buktinya agar nona percaya pada saya, " jelas pria itu dengan sungguh-sungguh.
Charlotte menatap Asher Wang, tetapi kedua netranya menangkap sosok seorang perempuan yang bersembunyi diantara semua nisan yang ada di area itu.
"Aku tidak yakin, apa aku bisa mempercayai pembohong seperti dirimu Asher Wang, aku yakin Kath dan keluarga nya tidak mungkin melakukan hal itu!!!" teriak Charlotte tiba-tiba sambil menatap mereka dengan tatapan tajam.
Dia menyimpangkan jari telunjuk dan jari tengahnya, berharap mereka paham akan kode yang diberikan Charlotte, karena dia melihat Kath yang lagi lagi dipengaruhi oleh hantu penuh dendam itu, datang ke sana dan mencuri dengar pembicaraan mereka!
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1