Hikmah Cinta : KALA CINTA MENGOBATI LUKA

Hikmah Cinta : KALA CINTA MENGOBATI LUKA
MAUKAH KAMU TA'ARRUF DENGANNYA?


__ADS_3

Malam berganti pagi, menyambut hadirnya mentari dari ufuk timur yang begitu menghangatkan. Sehangat hati seorang pria yang kini terbangun setelah merajut kisah cinta pertamanya dengan sang istri.


Wajah mungil dan polos istri kecilnya menjadi pemandangan awal saat ia membuka mata, membuat bibirnya seketika tertarik membentuk seutas senyuman yang indah di wajah tampannya. Setelah sholat subuh tadi, mereka kembali tertidur sejenak karena kelelahan setelah perjalanan panjang mereka dari Jakarta ke Paris kemarin.


Kamil hendak mendekatkan wajahnya untuk memberikan kecupan ringan di kening sang istri, namun ponselnya yang berdering tiba-tiba membuat Kamil mengurungkan niatnya.


Wajah yang tadinya sedang tersenyum cerah seketika berubah datar saat melihat nama dari si penelfon. Kamil perlahan turun dari tempat tidur dan menuju ke balkon untuk mengangkat telfonnya.


"Halo, assalamu 'alaikum,"


(...)


"Iya aku sudah sampai di Paris semalam, bagaimana di kantor? kamu sudah sarapan tadi?"


(...)


"Yang sabar yah, aku sama Rabiah mungkin akan disini selama 2 minggu, nggak papa kan?"


(...)


"Huffh.. ya udah, aku usahain cepat balik kalau gitu, kamu jangan mikir yang macem-macem,"


(...)


"Wa'alaikum salam."


Setelah telfon mereka berakhir, Kamil segera berbalik, namun ia sangat terkejut dengan kehadiran Rabiah yang secara tiba-tiba berada di belakangnya.


"Habis telfonan sama siapa barusan mas?" tanya Rabiah lembut lengkap dengan senyuman di wajahnya.


"Oh ini.. ini tadi dari sekretaris mas di kantor, Biah," jawab Kamil sedikit gelagapan.


"Ohh." Mulut Rabiah membentuk huruf O menanggapi jawaban Kamil yang sedikit aneh.


Sekretaris kok gaya bicara sama bosnya sangat santai yah? Apa sekretarisnya laki-laki dan temannya mas Kamil kali yah?

__ADS_1


Pertanyaan demi pertanyaan seolah berputar-putar di dalam pikiran Rabiah saat ini. Namun, Rabiah tidak ingin berpikiran buruk, ia sadar pernikahannya yang bahkan belum cukup 1 minggu memang masih rawan goncangan, sehingga ia berusaha menguatkan hatinya untuk tetap berpikiran positif.


🌷🌷🌷


Di Singapura


Seorang pria tampan sedang duduk di perpustakaan kampus sambil membaca sebuah buku. Beberapa saat kemudian, datang seorang wanita cantik menyapanya.


"Hai Ameer, apa boleh aku duduk di sini?" tanya wanita yang bernama Niana dengan pakaian sedikit terbuka yang tidak lain adalah teman kelas Ameer.


Ameer sedikit menoleh ke kursi disamping kanannya yang di pegang Niana saat ini lalu kembali melihat bukunya, "duduklah di sebelah kursi yang kamu pegang," jawabnya dengan nada dingin tanpa menoleh ke arah Niana sedikitpun.


Bibir Niana seketika mengerucut setelah mendapat jawaban Ameer yang secara tidak langsung menolak Niana duduk tepat di sampingnya. Dengan sedikit menahan kesal, Niana tetap duduk sesuai arahan Ameer.


"Ini gimana mau jalin kedekatan sama Ameer kalau jaraknya aja kayak gini? jangankan bicara dari hati ke hati, dari mulut ke mulut aja nggak sampai," batinnya memberengut sambil menatap miris Ameer yang jaraknya memang sedikit jauh darinya saat ini.


Selama beberapa menit, posisi Niana tampak begitu santai dengan kedua tangan di atas meja menopang dagunya sambil menoleh ke samping kiri, ia tampak begitu menikmati pemandangan sosok pria yang ada di depan matanya saat ini. Bahkan sebuah senyuman terukir indah di wajah cantiknya, pikirannya kini melayang entah kemana, menghayati ciptaan Tuhan yang sudah membuat hatinya berbunga-bunga sejak pertama kali bertemu.


Ameer yang merasa sejak tadi di perhatikan pun mulai merasa risih, "ekhem, kalau kamu memang nggak niat baca buku, yaa mending kamu nongkrong di kelas aja atau di bawah pohon, banyak yang antri mau duduk di sini loh," sindir Ameer sontak membuat Niana salah tingkah lalu mengambil buku yang ada di depannya seolah sedang membaca.


Di tengah keseriusannya melirik dan mencuri pandang, suara bariton pria tiba-tiba mengagetkannya.


"Hei Niana, tumben kamu ke perpustakaan siang-siang gini?" tanya Jhoni yang baru saja datang dan langsung duduk di antara Ameer dan Niana, tentunya hal itu membuat Niana semakin menahan kesal dibuat Jhony.


"Ini lagi, datang-datang langsung menghalangi pandangan," lirih Niana dengan pipi yang ikut menggembung dan bibir yang semakin di depan seperti iklan motor.


"Kamu barusan bicara sama aku, Niana?" tanya Jhony karena mendengar suara Niana yang lirih namun tidak jelas olehnya.


"Nggak," jawab Niana singkat.


Jhony mengangguk paham, namun seketika matanya berbinar, seolah melihat sebuah keajaiban di depannya. "Wah, Niana, diam-diam ternyata kamu punya kelebihan baru yah," ucap Jhony saat melihat buku yang di pegang Niana saat ini.


Niana mengerutkan keningnya, "kelebihan apa maksud kamu?"


"Tuh, kamu sekarang bisa membaca buku dalam keadaan terbalik, jarang-jarang loh orang punya kemampuan seperti itu," jawab Jhony sembari menunjuk buku yang di pegang Niana dan memang dalam keadaan terbalik.

__ADS_1


Menyadari kesalahan yang ia lakukan, wajah Niana langsung memerah bak tomat menahan malu dan kesal disaat yang sama.


"Ck, urus diri kamu sendiri Jhon," decak Niana lalu beranjak pergi meninggalkan 2 pria itu.


Jhony mengangkat sebelah alisnya melihat kepergian Niana lalu berbalik ke arah Ameer, "Niana kenapa sih?" tanya Jhony yang merasa heran dengan sikap Niana yang aneh tapi nyata.


Sementara Ameer yang mendengar pertanyaan Jhony hanya mengedikkan bahunya tanpa menoleh sedikitpun, seolah tak ingin tahu tentang apa yang terjadi di sampingnya sejak tadi.


🌷


Kini langit jingga tengah menampakkan dirinya, mengiringi matahari yang perlahan bersembunyi di ufuk barat. "Ameer baru saja selesai dengan kuliah terakhirnya. Seperti biasa, ia akan langsung kembali ke apartemennya untuk beristirahat.


Baru saja ia mendaratkan tubuhnya di tempat tidur, suara ponsel kembali mengusiknya. Wajahnya yang lelah, tiba-tiba kembali cerah saat ia melihat tulisan 'Ibu sayang' terpampang di layar ponselnya.


"Assalamu 'alaikum ibu," sapa Ameer kepada ibunya di seberang telfon dengan senyuman indahnya.


"Wa'alaikum salam, kamu udah pulang kuliah nak?" jawab Anna diseberang telfon.


"Sudah ibu, ibu dan ayah gimana kabarnya?"


"Alhamdulillah baik nak, oh iya kamu gimana nak?"


"Alhamdulillah, Ameer juga baik bu,"


"Oh iya Ameer, ada yang ingin ibu sampaikan ke kamu,"


"Apa itu bu?"


"Emm, gini, tadi ada teman ibu yang datang ke rumah, katanya dia sangat suka sama karakter kamu, jadi dia ingin memperkenalkan putrinya sama kamu, namanya Shafiyah, saat ini dia masih sementara menyusun skripsi, gimana Ameer, maukah kamu ta'arruf dengannya?"


Ameer terdiam, dia masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan dari ibunya.


"Ameer, bagaimana nak?"


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2