
Elton panik. Ia dengan jelas melihat begitu banyak darah yang mengalir ke kedua kaki Sarah. Ia tidak mengerti apa yang terjadi tapi ia yakin hal itu adalah sesuatu yang berbahaya. Dengan sigap Elton menggendong Sarah dan membawanya ke mobil.
Sarah duduk di samping Elton, memegangi perutnya yang seperti dipelintir.
"Sakit, El. Perutku... sakit... banget..." ucap Sarah lirih.
Darah itu tidak berhenti mengalir dari ************ Sarah. Bahkan hingga membasahi jok dan karpet mobil Elton. Tapi Elton tidak peduli. Satu-satunya yang ia pikirkan adalah membawa Sarah ke rumah sakit dan menyelamatkan bayinya.
"Sabar ya, Sar. Kita ke rumah sakit sekarang." Ucap Elton sambil mengusap kepala Sarah. Berusaha menenangkannya.
"Kenapa ada banyak darah, El? Aku takut El..." ucap Sarah saat menyadari kakinya yang bersimbah darah.
"Engga apa-apa kok, kamu harus percaya kalau kamu dan bayimu baik-baik saja." Elton kembali menghibur Sarah semampunya. Tapi hati Elton sendiri pun berkecamuk dalam rasa panik yang dahsyat.
Mungkin di kehidupan sebelumnya Elton berprofesi sebagai pembalap. Karena kemampuannya menguasai roda kemudi memang patut diacungi jempol. Dalam waktu lima menit mereka sudah tiba di rumah sakit.
"Dokter, suster, tolong saya!" Teriak Elton panik saat memasukki IGD rumah sakit.
Mendengar Elton, beberapa orang yang tampaknya dokter dan suster langsung dengan cekatan mengambil Sarah. Dalam hitungan detik Sarah sudah terbaring di ranjang pasien dan tengah diperiksa oleh seorang dokter.
Elton hanya dapat terduduk lemas. Ia tak peduli meskipun penampilannya sudah tidak karuan dan pakaiannya berlumuran darah. Hanya ada satu hal yang tetap ada di kepalanya. Keselamatan Sarah.
"Ya Tuhan, tolong selamatkan Sarah dan bayinya!" Pinta Elton berkali-kali dalam doanya.
"Maaf Pak, saya perawat yang menangani Bu Sarah. Kalau boleh tahu, apa hubungan Bapak dan pasien?" Tanya seorang perawat menghampiri Elton.
"Ada apa, Sus?" Jawab Elton.
"Bisa saya bicara dengan suami pasien, Pak? Seperti yang Bapak tahu, pasien saat ini sedang hamil." Pinta suster itu kepada Elton.
Sialan! Dito sialan! Kenapa dia tidak ada disini saat Sarah membutuhkannya? Dan sekarang perawat ini ingin bicara dengan Dito? Bagaimana Elton bisa menghubunginya jika Sarah saja tidak bisa?
Elton ragu dan bimbang apa yang harus dilakukannya sekarang. Entah apa itu akal sehat, tapi sekarang Elton hanya ingin menyelamatkan Sarah. Dengan ragu Elton membuka mulutnya, mengatakan kebohongan yang ia harap dapat menyelamatkan wanita yang ia cintai.
"Saya suaminya, Sus."
...****************...
"Bapak Elton? Dokter Tanti memanggil Bapak." Ucap seorang perawat kepada Elton yang tengah duduk di samping Sarah yang masih belum sadar.
Elton mengangguk pelan dan berjalan mengikuti perawat itu. Di dalam hatinya Elton bertanya-tanya apa yang sedang terjadi? Mengapa Sarah tiba-tiba mengalami semua ini hanya dalam tempo beberapa jam? Elton berharap Dokter Tanti mempunyai jawaban atas semua tanda tanyanya.
Perawat membuka pintu sebuah ruangan dan Elton berjalan di belakangnya.
"Bapak Elton?" Tanya Dokter Tanti memastikan.
"Iya, Dok." Jawab Elton.
"Silahkan duduk, Pak. Ada yang harus saya jelaskan terkait Bu Sarah."
Elton bergegas duduk di kursi yang ada di depan dokter Tanti.
"Ada apa dengan Sarah dok?"
__ADS_1
Dokter Tanti menatap Elton dengan serius sebelum meneruskan kata-katanya.
"Kandungan Bu Sarah hampir saja berada dalam bahaya, Pak. Tapi untunglah karena Bapak cepat membawanya kesini jadi kami bisa menyelamatkan ibunya dan bayinya."
Elton terbelalak kaget. Dalam bahaya? Maksudnya Sarah hampir keguguran?
"Kenapa semua ini bisa terjadi, Dok? Maksud saya, Sarah setahu saya tidak mengkonsumsi sesuatu yang aneh. Kenapa dia bisa tiba-tiba keguguran?" Elton memandang Dokter Tanti mengharapkan jawaban.
"Kami menemukan sejumlah kecil misoprostol dalam darah Bu Sarah. Tidak dalam jumlah yang membahayakan, tapi kami yakin itulah penyebab Bu Sarah hampir mengalami keguguran tadi." Jelas Dokter Tanti.
"Misoprostol? Apa itu Dok?" Tanya Elton semakin bingung.
"Biasanya digunakan untuk mengobati tukak lambung, Pak. Tapi sering disalahgunakan untuk menggugurkan kandungan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab." Dokter Tanti kembali memaparkan.
Deg! Rasanya bagai kepalanya dihantam palu yang begitu besar. Elton tidak dapat mempercayai apa yang baru saja didengarnya. Obat untuk menggugurkan kandungan? Ada dalam darah Sarah? Bagaimana bisa? Apakah Sarah dengan sengaja meminumnya?
"Tapi Sarah tidak mungkin minum sesuatu yang akan membahayakan kandungannya, Dok." Kata Elton tidak percaya.
"Untuk soal itu kami tidak tahu, Pak. Tapi yang jelas kami menemukan sejumlah kecil di dalam darah Bu Sarah. Apakah Bu Sarah mengkonsumsi sesuatu yang aneh Pak? Mungkin makanan atau minuman?" Tanya Dokter Tanti kembali.
Tiba-tiba Elton teringat dengan infused water yang Sarah minum sehabis makan tadi. Ia ingat Sarah mengeluhkan minumannya yang terasa pahit dan aneh. Dan infused water seharusnya tidak terasa seperti itu bukan?
"Saya tidak tahu pasti Dok. Tapi sebelum Sarah mengeluh sakit perut, dia minum ini Dok." Ujar Elton sambil memberikan botol minuman Sarah kepada Dokter Tanti.
Dokter Tanti mengambil botol itu dan memeriksanya dengan penuh selidik.
"Boleh saya minta tolong untuk periksa minuman ini di lab Dok?" Tanya Elton memohon.
"Baik, Pak. Nanti sample ini akan saya kirim ke lab untuk diperiksa. Kalau hasilnya sudah keluar, akan langsung saya beritahu Bapak."
"Terimakasih banyak Dok." Ucap Elton dengan sungguh-sungguh.
Elton pun berjalan keluar dari ruangan dokter dan menuju ruangan tempat Sarah dirawat. Tadi dokter juga memberitahunya kalau Sarah harus dirawat inap selama 3 hari.
"Kamu sudah bangun, Sar?" Seru Elton kaget saat melihat Sarah yang tengah bersender di kepala ranjangnya.
Sarah mengangguk lemah.
Elton segera duduk di samping Sarah. Ia mengambil segelas air dan langsung memberikannya kepada wanita itu.
"Kamu harus dirawat inap 3 hari, Sar. Gimana?" Tanya Elton.
Sarah kembali mengangguk pelan.
"Mau gimana lagi? Harus kan?" Ucap Sarah pelan.
"Orang rumahmu gimana?" Tanya Elton kembali. Ia khawatir dengan nasib Sarah.
"Ga akan ada yang peduli sama aku, El. Mau aku hidup atau mati mereka ga akan pernah peduli." Ucap Sarah getir.
Hati Elton terasa hancur berkeping-keping melihat wanita yang ada di hadapannya tersenyum begitu getir. Betapa rasanya Elton ingin memeluk Sarah dan menenangkannya. Tapi Elton sadar ada batasan yang harus ia jaga.
"Kamu tolong bawa mobil aku pulang ya El. Dan kalau ga ngerepotin, bisa tolong bawain baju aku juga?" Pinta Sarah tidak enak hati.
__ADS_1
"Tenang Sar. Ga ngerepotin kok. Aku siap bantu kamu." Jawab Elton tulus.
"Tapi aku minta tolong ya El. Tolong rahasiain semuanya dari orang di rumahku. Ga boleh ada yang tahu kalau aku dirawat di rumah sakit." Ucap Sarah pelan.
"Iya, Sarah. Kamu bisa serahin semua itu ke aku." Kata Elton menenangkan Sarah.
Sarah tersenyum lemah.
"Makasih banyak ya El."
...****************...
Akhirnya Elton tiba di rumah yang Sarah maksud. Rumah yang menjadi neraka dunia bagi Sarah. Rumah dimana Sarah harus berbagi tinggal dengan istri kedua suaminya.
Elton menekan bel. Tidak lama kemudian, seorang wanita paruh baya bertubuh gempal keluar menyambutnya.
"Siapa ya?" Tanya wanita itu kepada Elton.
"Saya teman Sarah, Bu. Saya mau anter mobil Sarah sama ambil beberapa baju untuk Sarah." Jelas Elton.
Wanita itu tampak bingung.
"Sarahnya mana?"
"Sarah ada di kantor, Bu. Dia tiba-tiba dapat panggilan dinas mendadak ke Jakarta. Tapi karena Sarah sibuk banget, dia ga bisa pulang buat ambil barangnya." Ucap Elton berbohong. Entah mengapa Elton tidak yakin dengan hati wanita gempal ini. Jadi mungkin lebih baik ia menuruti permintaan Sarah.
Wanita itu lalu membukakan pagar dan Elton pun langsung memarkirkan mobil Sarah di garasi. Tak lama kemudian ia berjalan mengekor mengikuti wanita itu masuk ke dalam rumah.
"Kamu tunggu disini. Biar saya yang siapin pakaian Sarah." Ujar wanita bertubuh gempal itu datar.
Elton menurut dan menunggu di ruang tamu. Sekitar 15 menit kemudian, wanita itu keluar dari kamar Sarah dan menyerahkan tas yang berisi pakaian Sarah.
"Terimakasih ya Bu?" Tanya Elton kepada wanita itu.
"Risa. Saya Bu Risa." Jawab Bu Risa singkat.
"Oh, baik. Terimakasih ya Bu Risa. Saya pamit ke kantor lagi Bu. Permisi." Pamit Elton.
Bu Risa hanya mengangguk. Elton pun segera meninggalkan rumah itu dan kembali ke rumah sakit dengan taksi ojek online yang telah dipesannya. 20 menit menempuh perjalanan, akhirnya Elton tiba di rumah sakit.
Elton bergegas menuju ruangan tempat Sarah berada. Ia berlari cepat karena ia merasa khawatir meninggalkan Sarah sendirian.
"Eh aku lupa bawain kamu kunci kamarku El!" Seru Sarah ketika melihat Elton memasukki ruangannya.
Tapi Sarah bingung. Kenapa Elton bisa membawa pakaiannya? Sarah kan tidak memberikan kunci kamarnya kepada Elton.
"Ga apa-apa, Sarah. Ini aku udah bawain baju kamu." Kata Elton.
"Kok bisa? Aku kan ga kasih kamu kunci kamarku." Tanya Sarah bingung.
"Tadi ada ibu-ibu yang bantuin aku. Bu Risa namanya."
Sarah tercekat. Kenapa Bu Risa bisa memiliki kunci kamarnya? Sarah sadar benar dan ingat kalau kamarnya hanya memiliki satu kunci. Dan itu adalah kunci yang ia pegang. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?
__ADS_1