INIKAH RASANYA? [ END ]

INIKAH RASANYA? [ END ]
TERBAKAR CEMBURU


__ADS_3

Vano membanting tasnya di bangku taman membuat beberapa mahasiswa lain memandang ke arahnya. Vano mengabaikan mereka seraya duduk dengan menahan kesal. Sementara itu, di lokasi pertandingan. Ada kak Meta yang juga tak kalah cemburunya. Ia melihat secara langsung, laki-laki yang dicintainya menggenggam tangan Cilla. Cilla menerimanya dan segera, para wartawan mengerumuni keduanya. Kak Meta lantas pergi dari sana sembari menitikan air mata.


"Apakah kalian sepasang kekasih?"


"Apa baru sekedar dekat saja?"


Para wartawan menanyakan banyak pertanyaan yang hanya dijawab dengan senyuman. Beberapa saat setelahnya, Vano mempererat genggamannya sambil membawa Cilla keluar dari kerumunan. Masuk ke dalam ruangan ganti yang tidak bisa diakses para wartawan. Di belakang, sang pelatih mengikuti. Sang pelatih menyapa ramah Cilla. Namun, ia memperingati Vano agar tidak membuat skandal macam-macam. Ucapannya hari ini sudah membuat geger seluruh media. Kemungkinan besar juga, surat kabar akan memajang foto mereka sebagai berita utama. Jika memang hubungan keduanya hanya main-main saja, si pelatih meminta Vano untuk cepat memberikan klarifikasi. Namun jika hubungan itu serius, jangan sampai ada berita buruk di kemudian hari. Setidaknya, harus memilih waktu yang tepat jika ingin membuat pemberitaan yang menggemparkan lagi. Vano memahaminya sedangkan Cilla merasa sangat sedih.


"Hei, kenapa wajahmu berubah murung?" tanya kak Saka setelah pelatihnya pergi.


"Kenapa kak Saka mengucapkan hal itu? itu akan mempengaruhi karier kak Saka."


"Apa yang kamu takutkan?"


Cilla menarik napas dalam-dalam.


"Penggemar, setidaknya, di kampus, kak Saka telah memiliki banyak penggemar. Berita semacam ini, apa tidak takut kalau mereka akan pergi?"


"Lantas kenapa?"


"Popularitas kakak akan.."


"Prestasiku berdasarkan pencapain, bukan popularitas. Selama aku berprestasi, pasti tetap ada yang bersedia mendukungku. Menanti prestasi-prestasiku yang lain."


"Tapi.."


"Kenapa? apa kamu tidak bersedia menjadi pacarku?"


"Hah?"


Kak Saka tersenyum melihat gadis yang ia sukai tersipu malu.

__ADS_1


"Kenapa? apa kamu sudah memiliki kekasih?"


"Bukan-bukan itu maksudku. Aku belum memiliki kekasih," jawab Cilla cepat.


Kak Saka kembali tersenyum.


"Apa artinya?"


"Artinya.. kita.. jangan terburu-buru dulu!"


"Emm.."


Kak Saka mengatupkan bibirnya sembari mengulas senyum segaris.


"Iya, kamu benar. Tidak boleh terburu-buru tapi tolong, jangan mencampakkanku di hari kemenanganku ya!"


"Kak.."


Cilla menggelengkan kepalanya.


"Bagus, ikut aku merayakannya dengan teman-teman!"


"Tapi kak, ada kak Meta juga kan? apa tidak apa-apa aku ikut?"


"Siapa yang melarang? lagi pula, hari ini, aku mengundangmu ke pertandinganku, bukan Meta."


"Kalian.."


"Kami hanya sekedar teman."


"Tapi kak Meta.."

__ADS_1


"Apa aku bisa melarang setiap orang yang menyukaiku?"


"Hemm..."


"Sudahlah ayo!" ajak kak Saka seraya menarik tangan Cilla.


...🍁🍁🍁...


Di sebuah kafe, teman-teman kak Saka telah menanti. Kak Meta juga ada di sana. Sambutan untuk sang juara amat meriah. Beruntung kafe itu semi outdoor sehingga tak begitu mengganggu pengunjung yang lain. Kala semua bersuka cita, kak Meta menatap tajam ke arah Cilla. Terlebih, kak Saka sama sekali enggan melepas genggamannya.


"Sejak kapan kalian jadian?" tanya salah seorang dari teman kak Saka.


"Apa dia junior di kampus kita?"


Kak Saka menatap Cilla sesaat lalu menganggukkan kepala.


"Haha, cepat juga pergerakanmu Ka. Baru juga jadi mahasiswi, sudah kamu isolasi."


Teman-temannya yang lain cekikikan.


"Nah iya, setidaknya biarkan dulu dia melihat para laki-laki yang tampan di sini. Kenapa begitu terburu-buru mengikatnya begini?"


Kak Saka hanya tersenyum.


"Sepertinya, dia benar-benar jatuh cintanya. Beritanya sudah tranding, banyak sekali yang berkomentar."


Candaan demi candaan terus dilontarkan. Sementara kak Meta terlihat mulai muak. Tiba-tiba berdiri lalu berpamitan untuk pulang.


"Meta, kamu tidak apa-apa?" tanya kak Saka.


Kak Meta tak menggubris ucapan kak Saka. Berlalu begitu saja membuat suasana menjadi canggung seketika.

__ADS_1


...🍁 Bersambung... 🍁...


__ADS_2