INIKAH RASANYA? [ END ]

INIKAH RASANYA? [ END ]
AKU MENYUKAIMU


__ADS_3

"Hei, ayo-ayo, makan-makan!" seru salah seorang teman kak Saka agar semuanya kembali meriah.


Kak Saka melepaskan genggamannya agar Cilla dapat menikmati makanannya. Usai kepergian kak Meta, mereka semua melakukan perayaan dengan suka cita. Lambat laun, Cilla pun hanyut di dalamnya. Turut bersuka cita seperti yang lainnya.


...🍁🍁🍁...


Sekitar pukul tujuh malam, kak Saka dan Cilla kembali ke asrama. Namun, tak langsung masuk. Keduanya memilih untuk duduk berdua dulu di taman.


"Terima kasih untuk hari ini!" ucap kak Saka memecah keheningan.


Cilla mengangguk.


"Kamu sudah tahu kan kalau aku menyukaimu?"


Cilla kembali mengangguk.


"Apa kamu tidak memiliki perasaan yang sama denganku?"


"Itu, bohong kalau aku mengelak tapi ..."


"Iya-iya, jangan gugup! aku sabar kok menunggu."


Cilla menatap kak Saka sesaat. Saling berpandangan dan saling mengulas senyum termanis mereka. Setelah itu, Cilla berpamitan hendak kembali ke asrama.


"Sudah malam kak, aku mau kembali ke asrama."

__ADS_1


"Baiklah," jawab kak Saka.


Keduanya pun bangkit berdiri dan Cilla pun mulai berjalan. Saat itulah, kak Saka menariknya cepat tubuhnya, merengkuhnya ke dalam pelukan nan hangat, Cilla terperangah.


"Diamlah sebentar! biarkan aku memelukmu barang sejenak!" pinta kak Saka.


Cilla diam dalam dekapan seiring dengan degup jantung yang tak karuan. Sekali lagi, Vano berada di waktu dan tempat yang tidak tepat. Ia melihat kemesraan keduanya yang membuatnya benar-benar terbakar. Vano berbalik lalu berjalan menjauh dari sana. Tak tergambarkan rasa cemburu yang berkecamuk hebat dalam batinya. Setelah beberapa saat, kak Saka melepas pelukannya dan kemudian, mempersilahkan Cilla untuk kembali ke asrama.


"Kak Saka juga kembalilah!" pinta Cilla ketika berpamitan.


"Iya."


Gadis itu pun berjalan masuk ke dalam gedung asramanya. Keduanya memiliki perasaan yang sama namun, belum ada ikatan di antara keduanya. Hal ini dikarenakan masih adanya keraguan di dalam hati Cilla. Entahlah, ia merasa ragu apakah memang hanya dirinya seorang yang teristimewa atau ada gadis yang lainnya?


...🍁🍁🍁...


"Apa yang terjadi? kalian ke mana saja? kalian sudan resmi berpacaran kan?" tanya Lina.


"Benar-benar, ini merupakan hal yang mengejutkan bagi semua orang. Aku dan Lina sudah mencari tahu. Selama ini, kak Saka tidak pernah memiliki kekasih di kampus. Begitu banyak yang mengidolakannya, baru kamu yang berhasil merebut hatinya," jelas Nita.


"Benarkah?"


"Tentu saja benar, aku dan Cilla sudah melakukan penelitian."


"Baguslah kalau begitu."

__ADS_1


"Kalian resmi pacaran?"


Cilla menggelengkan kepalanya seraya menjawab:


"Belum."


"Hah? kenapa belum?" tanya Lina dan Nita bersamaan.


"Yang dia katakan di wawancara tadi itu apa? apa dia hanya mempermainkanmu saja?"


"Tidak Lin, tidak begitu. Kak Saka benar-benar menyukaiku. Hanya saja, hatiku masih ragu. Seperti yang kalian katakan, kak Saka belum pernah memiliki kekasih di kampus ini, itu membuatku menduga-duga, apakah memang benar begitu atau sebenarnya ada tapi disembunyikan?"


"Emm... benar juga ya.."


"Hais, apa itu penting? sekali pun itu benar, bukankah itu sekedar masa lalu. Masa sekarangnya adalah kamu," sahut Lina.


"Benar tapi ada satu hal lagi yang kukhawatirkan. Aku takut kalau hubungan kami akan berimbas pada popularitasnya yang selama ini lajang dan dielu-elu kan ratusan kaum hawa."


"Aduh Cilla, itu urusan mereka. Apakah karena mereka begitu mengidolakan lantas idolanya tidak boleh menjalin hubungan dan memiliki pacar? selain itu, kenapa tidak kalian coba untuk menjadi pasangan yang serasi agar kalian berdua menjadi idola baru bagi mereka? contoh nyata dari couple goals yang selalu setia."


"Wah benar-benar, jangan berpikir berlebihan Cill! tanya hatimu sendiri, jangan sampai menyesal karena melewatkan sesuatu yang berharga."


Ucapan Nita cukup menghentak batinnya membuat Cilla tidak bisa menjawab apa-apa.


...🍁 Bersambung... 🍁...

__ADS_1


__ADS_2