INIKAH RASANYA? [ END ]

INIKAH RASANYA? [ END ]
JUARA KEDUA


__ADS_3

Cilla menarik kursi belajarnya lalu duduk sembari memasang wajah yang lesu.


"Kenapa Cill, kamu sakit lagi?" tanya Nita.


Cilla menggelengkan kepalanya.


"Lalu kenapa?"


"Aku bingung, dilema tak berkesudahan."


"Ada apa? tanya Lina seraya mendekat.


"Apa ini tentang Vano dan juga kak Saka?" tanya Lina lagi.


"Iya."


"Wah, ada apa Cill? apa mereka berantem lagi?"


"Enggak sih tapi, sikap Vano sedikit melunak meski pun tetap dingin. Hemm.. tidak-tidak, dia semakin perhatian dengan cara khasnya sendiri."


"Gimana sih?"


"Huh.."


Pada akhirnya, Cilla menceritakan semuanya kepada kedua teman sekamarnya. Termasuk juga tentang takdir yang lagi-lagi mempertemukan keduanya di tempat kerja yakni sebagai guru les privat. Perhatian demi perhatian yang Vano berikan pun, tak luput ia ceritakan hingga membuat kedua teman sekamarnya turut bingung. Cilla menyodorkan sebuah jaket dan botol minuman lalu meletakkan dua benda itu di atas meja.


"Jaket ini, milik kak Saka. Sedangkan botol minuman ini, milik Vano. Kenapa kedua orang ini selalu membuatku bingung?"


Ketiga gadis menghela napas bersama-sama.


[ Sayang, beberapa hari lagi akan ada kompetisi. Jadi, aku akan fokus latihan. Maaf kalau tidak bisa menemanimu setiap saat! ]


Sebuah pesan singkat dari Saka masuk ke ponsel Cilla.


[ Iya tidak masalah, aku baik-baik saja. Kakak harus semangat! ]


[ Hemm.. pelatih sedikit khawatir hingga mengatur jadwal aku latihan secara tertutup. Bahkan, sekedar memintamu untuk menemani latihanku pun tidak boleh. ]


[ Maklum saja, mungkin pelatih ingin agar konsentrasi kak Saka tidak terpecah. ]


[ Aku paham maksud baiknya. Hanya saja, kamu adalah semangatku. Selama seminggu penuh tanpa bertemu, rasanya aku akan sangat merindukanmu. ]


Cilla tersenyum.

__ADS_1


[ Karena itu, kak Saka harus semangat! karena setelah minggu yang berat, kita akan bertemu. ]


Saka tersenyum.


[ Baiklah kalau begitu, doakan aku ya! ]


[ Tentu saja, aku akan selalu mendoakanmu. ]


"Kenapa senyum-senyum Cill?"


"Kak Saka akan melakukan latihan tertutup. Tidak ada yang boleh mengganggu. Instruksi dari pelatih sih tapi, aku merasa kalau ini disebabkan olehku. Mungkin, pelatih menganggap kalau aku akan mempengaruhi prestasi kak Saka."


"Mau ada kompetisi lagi?"


"Iya Nit."


"Ya sudah, setelah kompetisi kan kalian masih bisa jalan."


"Iya, aku juga mengatakan hal itu padanya."


...🍁🍁🍁...


Hari demi hari pun berlalu. Cilla menjalani aktivitasnya, demikian juga dengan Saka. Mereka akan tetap saling berkirim kabar di setiap ada kesempatan. Saka memandangi potret Cilla karena merindukannya. Saka merasa kalau kehadiran Cilla akan membuatnya jadi lebih bersemangat. Hanya saja, pelatih telah memutuskan. Ia tidak bisa membantah.


[ Kompetisi akan dimulai, setelah ini kita akan segera bertemu, tunggu aku, doakan aku! ] tulis Saka pada pesan singkat yang ia kirimkan pada Cilla.


"Kak Saka akan bertanding sebentar lagi, rasanya sedikit cemas," ujar Cilla.


"Tenang saja! kak Saka sangat ahli dan sudah sering juara," sahut Lina.


"Bagaimana pun, tidak ada jaminan kalau akan selalu menjadi juara."


"Kamu ragu?"


"Cemas dan khawatir, kemarin-kemarin sebelum kak Saka mendeklarasikan hubungan kami, dia selalu menjadi juara di urutan pertama. Aku takut kalau prestasinya menurun setelah ini. Lebih takut lagi kalau sampai dikait-kaitkan dengan hubungan kami. Bukan karena takut disalahkan, aku tidak masalah jika disalahkan, hanya saja, aku tidak ingin kak Saka menerima amukan dari pelatih dan luapan kekecewaan dari para pendukungnya."


"Cilla, kamu tidak bisa mengendalikan sesuatu yang memang berada di luar kendalimu!"


"Nita benar, jangan terlalu dipikirkan. Doakan saja! apa pun yang akan terjadi, bukan lagi kuasamu."


"Semoga kak Saka bisa mempertahankan gelar juaranya!"


Lina dan Nita mengangguk, memberikan semangat agar Cilla tidak terus menerus muram.

__ADS_1


...🍁🍁🍁...


Di lokasi kompetisi, pertandingan telah dimulai. Begitu tegang dan serius. Semua peserta melakukan yang terbaik yang bisa mereka lakukan hingga diumumkan posisi juara pertama.


"Diaz chandrata menempati posisi pertama!"


Ternyata, Saka kalah cepat.


"Saka Mahesa menempati posisi kedua!"


"Reno Syahreza menempati posisi ketiga!"


Saka melihat ke arah pelatihnya yang mengulas senyum segaris ke arahnya.


...🍁🍁🍁...


"Cill, sudah muncul beritanya!" seru Lina.


"Apa?"


"Kak Saka.. dia, juara kedua."


"Hah?"


Cilla mengambil ponsel Lina untuk memastikan lalu terdiam.


"Tidak masalah, juara dua juga sangat bagus kan?" sahut Nita.


"Tapi.. apa yang akan pelatih katakan? apa pelatih akan memarahi kak Saka?"


Cilla memasang wajah masam.


"Apa pun yang akan terjadi, kamu harus memberikan dukungan moril kepada kak Saka!"


"Ah benar Lin, aku tidak boleh terlihat sedih. Aku harus terus menyemangatinya."


"Nah itu, betul sekali."


"Baiklah, aku akan mengirimkan ucapan selamat padanya!"


"Iya."


[ Kak Saka hebat! juara dua yang sangat bergengsi. Jangan lupa janjimu untuk menemuiku setelah ini! aku merindukanmu. ]

__ADS_1


Cilla memandangi layar ponselnya cukup lama sebelum kemudian kembali meletakkannya di meja belajar.


...🍁 Bersambung... 🍁...


__ADS_2