![INIKAH RASANYA? [ END ]](https://asset.asean.biz.id/inikah-rasanya----end--.webp)
Kekesalan Vano tidak lagi bisa ditahan. Ia berdiri lalu melangkah hendak keluar dari ruangan. Namun, ketika hendak melewati Cilla, Cilla berusaha menahannya. Vano yang terlanjur kesal, mengempaskan tangan Cilla tanpa pikir panjang, hingga membuat gadis itu hilang keseimbangan lalu menabrak meja, tempat diletakkannya gelas-gelas berisi minuman.
..."Pyar...Pyar.. Pyar..."...
Semua orang terkejut, termasuk Vano sendiri. Segera ia menghampiri Cilla, memeriksa tubuhnya, khawatir kalau ada kaca gelas yang mengenainya. Saka menarik Vano dengan kasar lalu memeriksa keadaan kekasihnya.
"Ada yang terluka?" tanya Saka khawatir.
Cilla menggelengkan kepalanya.
Vano menghela napas lega lalu mengatakan permohonan maafnya kepada seluruh teman sekelasnya. Terutama kepada Rara yang memiliki acara.
"Mohon maaf teman-teman atas kecerobohanku! Mohon maaf juga untuk Rara, acaramu jadi berantakan! setelah ini, aku akan menghadap manager cafe untuk mengganti semua gelas yang pecah. Kalian bisa melanjutkan acaranya tanpa aku. Cilla, aku tidak sengaja, untuk beberapa saat lepas kendali hingga mengempaskanmu terlalu kencang, maafkan aku!"
"Aku tidak apa-apa tapi bisakah kamu jangan pergi?"
...Deg......
__ADS_1
Semua orang terperanjat mendengar apa yang Cilla katakan. Jantung Saka berdenyut nyeri. Sementara Vano, masih berdiri diam menantikan kelanjutan dari ucapan Cilla.
"Begini, sebenarnya aku kurang enak badan. Aku ke sini untuk menyerahkan kado ini kepada Rara. Rara terimalah! selamat ulang tahun ya! maaf tidak bisa berlama-lama, aku harus kembali ke asrama untuk beristirahat. Kamu (Vano) tetaplah di sini! maaf atas kekacauan yang tidak disengaja ini! have fun buat kalian, aku permisi," ucap Cilla sembari membalikkan tubuhnya.
Baru saja melangkah, Vano menarik lengan Cilla dengan cepat lalu menci**nya. Semua orang terbelalak dan dengan cepat, Saka menarik Vano lalu menghadiahinya beberapa bogeman di wajah. Cilla berteriak seraya meminta keduanya untuk berhenti. Beberapa teman laki-laki Cilla pun turut membantu melerai. Amarah Saka telah sampai pada puncaknya. Ia masih berusaha memukul Vano hingga kemudian, Cilla menjadikan dirinya sebagai tameng. Saka menggebrak meja kayu lalu menarik Cilla untuk pergi dari sana. Cilla merasa sangat ketakutan. Pelupuk matanya telah dipenuhi air mata yang kini, tak lagi bisa ia tahan. Melihat kekasihnya menangis, Saka pun luluh. Perlahan, ia usap air mata Cilla lalu menariknya ke dalam pelukannya.
"Maaf! sudah membuatmu ketakutan," ucap Saka.
"Maaf kak! aku tidak bermaksud membela Vano. Aku hanya tidak ingin keributan itu terus berlanjut. Kasihan Rara yang membuat acara yang seharusnya membahagiakan malah kita buat berantakan."
"Iya-iya, ini kesalahanku."
"Kamu mau ice cream? atau coklat panas mungkin? coklat bisa membuat suasana hati menjadi senang."
Cilla mengangguk.
...🍁🍁🍁...
__ADS_1
Di cafe, Vano kembali meminta maaf lalu berjalan masuk ke ruangan manager untuk bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan. Semua dihitung dengan cermat. Vano membayar semua biaya dari gelas-gelas yang pecah. Lokasi pesta pun telah dibersihkan. Rara meminta Vano untuk tetap di sana mengingat itu hari ulang tahunnya. Ia ingin teman-teman kelasnya merayakan hari lahirnya bersama-sama. Mempertimbangkan hal itu, Vano pun setuju untuk tetap tinggal. Musik kembali diputar dan kemeriahan pun kembali menggelegar.
...🍁🍁🍁...
Tanpa di duga, Saka menanyakan sebuah pertanyaan yang membuat Cilla sangat kebingungan untuk menjawabnya.
"Apa kamu menyukai Vano?"
...Deg.....
"Sebenarnya aku tidak ingin mempercayainya tapi dari yang kulihat, tatapanmu tadi.."
"Tidak, tidak ada perasaan itu di hatiku. Apa yang terjadi tadi hanya karena rasa tidak enakku. Aku tahu kalau dia menyukaiku tapi aku, malah datang ke pesta bersamamu. Tentu itu menyulut emosi. Sejujurnya, ini alasanku tidak ingin datang ke pesta bersamamu. Ingin menghindari keributan yang baru saja terjadi, maaf!"
"Hemm... tidak akan bisa selalu menghindar. Cepat atau lambat, dia harus menerima kalau kamu, sudah memilih untuk menerimaku menjadi kekasihmu."
Cilla menghela napas dalam-dalam.
__ADS_1
...🍁 Bersambung... 🍁...