INIKAH RASANYA? [ END ]

INIKAH RASANYA? [ END ]
PERUBAHAN SIKAP


__ADS_3

"Ayo belanja!" ajak Lina yang tiba-tiba mengajak kedua teman sekamarnya berbelanja setelah melihat kalau bedaknya telah habis.


Cilla dan Nita saling berpandangan lalu mengangguk seraya menjawab bersama-sama:


"Ayo!"


Ketiga gadis itu pun bergegas keluar kamar, menuruni tangga lalu berjalan menuju supermarket kampus. Supermarket yang menjual beraneka ragam barang. Surga belanja bagi semuanya. Meski yang dicari hanyalah bedak. Namun, ketiga gadis itu, bisa berjalan memutari seluruh rak yang ada. Semua barang mereka lihat. Sekedar menyegarkan mata meski tidak membelinya.


Setelah puas berkeliling, Lina berhenti di rak khusus kosmetik. Sementara Nita, melihat rak-rak yang berisikan beraneka ragam aksesoris. Kalau Cilla, sedang memilah makanan ringan. Stok camilan di kamarnya telah habis. Waktunya mengisi ulang untuk seminggu atau dua minggu ke depan.


Ketika sibuk memilih itulah, sebuah tangan menjulur, melewati wajahnya guna mengambil snack di depan Cilla. Reflek Cilla menoleh yang ternyata, itu tangan Vano. Keduanya berdiri bersebelahan. Namun hening, tak ada sedikit pun tegur sapa yang terucap. Vano melanjutkan belanjanya lalu bergegas berjalan menuju kasih. Cilla terdiam, hanya bisa menatap Vano dari kejauhan.


Posisinya sungguh serba salah. Cilla sadar telah menyakiti Vano sedemikian dalam. Namun, ada kerinduan juga dalam batinnya. Muncul sebuah rasa tidak terima atas respon abai yang Vano tunjukkan. Cilla merasa sangat bersalah sekaligus ingin Vano kembali seperti biasanya. Minat belanjanya pun menghilang. Di kasir, hanya dua buah snack yang Cilla ulurkan membuat kedua temannya menatap keheranan.


"Ada apa dengannya?" bisik Lina.


"Entahlah," jawab Nita sembari mengangkat kedua bahunya.


...🍁🍁🍁...


Keluar dari supermarket, Cilla menangis sesenggukan. Cilla sangat sedih mendapatkan perlakuan yang jauh berbeda. Meski ia tahu alasan dibalik perubahan sikap Vano. Namun, kesedihan itu terlalu kuat hingga membuat pertahanannya ambruk.


"Aku yang menyakiti, aku juga yang merasa sedih, bodohnya!" gerutu Cilla pada dirinya sendiri.


Lina dan Nita menghela napas dalam-dalam.


"Seperti yang kamu katakan, setiap pilihan pasti akan ada yang dikorbankan. Selain itu juga, ada resiko yang akan selalu menyertai. Sikap Vano saat ini, juga karena hal itu," ucap Nita.


"Iya.. hanya saja.."

__ADS_1


Cilla kian terisak.


"Sudahlah Cill! sedihmu tidak akan lama, kak Saka pasti bisa membuatmu bahagia," ucap Lina, coba menghibur teman sekamarnya.


"Iya, aku tidak boleh serakah. Tidak boleh menginginkan keduanya."


"Tepat sekali, tersenyum!"


Cilla mengulas senyum yang dipaksakan.


...🍁🍁🍁...


"Van, di supermarket tadi, aku sempat melihatmu berdiri di rak snack bersama Cilla. Sikapmu terlihat begitu dingin dan sepertinya, Cilla sedih," ucap Fian saat ketiganya makan di kamar.


"Ohya? kasihan juga Cilla tapi ya sudahlah, teman kita ini (Vano) juga membutuhkan waktu untuk menyembuhkan diri. Biarkan saja dulu seperti ini! perlahan akan kembali baik lagi," sahut Arka.


Vano mengembuskan napas seraya menatap kedua teman sekamarnya.


"Hemm.. iya-iya kamu benar," timpal Arka seraya mengedipkan mata ke arah Fian.


Isyarat agar tidak melanjutkan pembahasan mengenai Cilla, Fian mengangguk pelan.


"Ka, aku minta ikanmu!" pinta Fian coba mengalihkan pembicaraan.


"Emm.. iya ambil-ambil! kamu juga mau Van?"


Vano menggelengkan kepala.


...🍁🍁🍁...

__ADS_1


[ Sayang, sedang apa? ]


Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Cilla.


[ Habis jajan di supermarket ]


[ Oh, bisa temani aku latihan? ]


[ Di mana? ]


[ Di kolam renang yang ada di gedung olahraga, kampus kita. ]


[ Sepertinya bisa. ]


[ Oke, aku tunggu ya! ]


[ Iya. ]


{"Kak Saka mengajakku di waktu yang tepat. Mumpung hatiku sedang tidak karuan rasanya, menemani kak Saka berenang, mungkin akan bisa mengobatinya."}


Cilla pun berdiri, memasukkan ponsel dan dompet ke dalam tas kecil miliknya lalu lekas berjalan turun dari gedung asrama.


"Hei, mau ke mana?" tanya Lina setengah berteriak.


"Nemenin kak Saka latihan."


"Oh.. oke."


"Biarin lah! siapa tahu sedihnya bisa hilang," sahut Nita.

__ADS_1


"Iya."


...🍁 Bersambung...🍁...


__ADS_2