INIKAH RASANYA? [ END ]

INIKAH RASANYA? [ END ]
BANGKU YANG SAMA


__ADS_3

Usai makan malam, dilakukan agenda ramah tamah. Namun, tidak diminta untuk unjuk kebolehan melainkan menonton film bersama. Sebelum itu, ketua pelaksana acara memberikan sambutan kepada seluruh Mahasiswa. Intinya, ia mengucapkan terima kasih kepada semuanya karena telah mengikuti serangkaian agenda ospek di dalam kampus hingga di luar kampus dengan sangat antusias. Yang mana kesuksesan acara turut didukung dengan antusias mereka juga. Selanjutnya, ia mewakili seluruh panitia dan pengawas untuk memohon maaf apabila ada perkataan atau tindakan yang kurang berkenan. Terakhir, ia mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung untuk semua Mahasiswa dan Mahasiswi baru tahun itu.


Setelah serangkaian acara sambutan selesai. Barulah menonton film dimulai. Malam ini, adalah malam terakhir mereka di sana sebab, besok mereka akan kembali ke kampus dan agenda ospek luar kampus pun resmi selesai. Malam yang hangat untuk saling berbincang. Sekedar menanggapi mengenai film yang sedang diputar atau membicarakan hal ringan yang lain. Begitu nyaman hingga tanpa terasa, waktu telah menunjukkan pukul sebelas malam. Film pun telah sampai pada ending. Para MABA diminta untuk kembali, segara tidur agar esok kembali segar untuk melakukan perjalanan pulang.


...🍁🍁🍁...


Keesokan harinya sekitar pukul sembilan pagi. Semua MABA telah siap. Doa bersama dimulai sebelum kemudian, dipersilahkan untuk masuk ke dalam bus masing-masing.


"Berdoa selesai. Baiklah, silahkan masuk ke bus sesuai nomer regu masing-masing! untuk fasilitator, jangan lupa mengabsen para peserta! Jangan sampai ada yang tertinggal!"


"Siap kak."


Satu persatu MABA masuk ke dalam bus. Demikian juga dengan Cilla. Hanya saja, ia dikejutkan oleh senior Saka yang duduk di bangku nomer dua. Cilla mengulas senyum, menyapa seniornya. Namun, senior Saka mengayunkan wajah. Memberi isyarat agar Cilla duduk di sampingnya.


"Hah? saya kak?" tanya Cilla.


"Iya."


"Di.. situ..?"


Senior Saka lantas tersenyum lalu menarik pelan lengan Cilla hingga duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Kamu menghalangi jalan, duduk saja di sini! agar yang lainnya bisa lewat," ucap senior Saka yang lekas mendapatkan godaan dari para MABA yang lain.


"Bisa banget kamu ya," ledek fasilitator yang satunya.


Senior Saka tersenyum, sementara Cilla memerah, salah tingkah.


"Sudah, duduk saja dengan tenang! sebentar lagi kita jalan," ucap senior Saka kemudian.


"Iya kak," jawab Cilla seraya memalingkan wajahnya ke sisi jendela di sebelah kirinya.


...🍁🍁🍁...


Sepanjang perjalanan, jantung Cilla berdegup dengan kencang. Gestur tubuhnya tidak bisa menutupi rasa gugupnya. Menoleh ke arah kak Saka pun, Cilla tak kuasa. Tentu hal ini membuat kak Saka kian semangat untuk menggodanya.


"Iya kak?" jawab Cilla yang dengan terpaksa memalingkan wajahnya menghadap seniornya.


"Apa sangat tidak nyaman duduk di sebelahku?"


"Ah, tidak-tidak, bukan begitu kak. Hemm.."


Cilla nyengir.

__ADS_1


"Bukannya tidak nyaman.. masalahnya ada di saya. Senior Saka tidak salah apa-apa. Jangan berpikir berlebihan!"


Senior Saka kembali tersenyum.


"Ada apa kak?" tanya Cilla dengan segala keberanian yang tersisa.


Senior Saka menatap Cilla lekat-lekat lalu menjawab:


"Wajahmu memerah, apa jantungmu aman?"


"Hah.."


Seketika, Cilla salah tingkah. Bingung hendak bagaimana yang akhirnya, ia memilih untuk menutupi wajahnya menggunakan jaket miliknya.


Senior Saka terkekeh dibuatnya.


"Sudah-sudah, maafkan saya!" ucap senior Saka sembari menarik pelan jaket dari wajah Cilla.


"Letakkan jaketmu dengan benar! nanti kamu kesulitan bernapas."


Cilla tersenyum seraya menganggukkan kepala.

__ADS_1


...🍁 Bersambung... 🍁...


__ADS_2