INIKAH RASANYA? [ END ]

INIKAH RASANYA? [ END ]
TENANGKAN KEKACAUAN HATIKU!


__ADS_3

Cilla berlari tergopoh-gopoh sampai ia melihat, kak Saka duduk di salah satu bangku taman yang berada di sisi barat. Cella mendekatinya perlahan seraya menyapa kak Saka. Kak Saka menatap Cilla sesaat lalu lekas memeluknya. Cilla terkejut tapi diam, menerima pelukannya.


"Tolong, tenangkan kekacauan hatiku!" pinta kak Saka lirih.


"Aku dan Vano tidak memiliki hubungan apa pun," jelas Cilla kemudian.


"Jadi namanya Vano?"


"Iya."


"Teman sekelasmu?"


"Iya."


Kak Saka tahu kalau ada dua orang mahasiswi yang mengambil potret keduanya. Kak Saka sengaja membiarkannya dan malah kian mempererat pelukannya. Setelah kedua mahasiswi itu pergi, barulah kemudian, kak Saka melepas pelukannya seraya menghela napas dalam-dalam.


"Duduklah!" pinta kak Saka.


Cilla menurut.


"Apa yang sedang kalian lakukan dengan bergandengan tangan begitu?" tanya kak Saka sembari memandang Cilla dengan raut yang teduh.

__ADS_1


"Sebenarnya, ini berawal dari agenda belajar bersama kali yang sebelumnya. Aku sempat kabur dan beralasan kalau sakit perut. Alhasil, hari ini, dia menahanku agar aku tidak bisa kabur lagi."


Kak Saka mengulas segaris senyum yang menyiratkan sebuah ketidak puasan. Sepertinya, dia telah mencium maksud lain dari apa yang Vano lakukan.


"Tugas memang harus diselesaikan," ucapnya pelan.


Cilla menganggukkan kepala, kak Saka kembali menghela napas dalam-dalam sebelum kemudian, mengajak Cilla untuk berjalan-jalan.


"Kamu mau kan menemaniku? suasana hatiku masih sedikit berantakan."


Cilla mengangguk seraya lekas berdiri, berjalan beriringan berdua. Suasana pun mencair perlahan. Kecemburuan itu berubah menjadi lebih hangat. Keduanya kembali dekat dan saling melempar canda gurauan.


...🍁🍁🍁...


"Iya kak."


Kak Saka tersenyum seraya melambaikan tangan, berjalan menjauh, menuju kelasnya. Cilla menghela napas lega karena masalah itu, telah terselesaikan.


...🍁🍁🍁...


Si kelas, Lina dan Nita segera menarik Cilla sembari menunjukan postingan terbaru di media sosial mahasiswa kampus. Lagi-lagi Cilla dibuat terkejut, wajahnya memerah seketika. Di sana, terpampang jelas adegan ketika kak Saka memeluknya dengan erat. Beragam komentar hujatan menghiasinya. Tentu saja, hanya dalam hitungan menit, menunjukkan dua foto Cilla yang mesra dengan dua laki-laki yang berbeda. Keriuhan kelas baru berhenti ketika dosen datang.

__ADS_1


...🍁🍁🍁...


Di luar kelas, semua mata menatap sinis ke arah Cilla. Cibiran demi cibiran terlontar pelan. Cilla merasa sangat tidak nyaman. Kemana pun ia berjalan, tatapan yang sama, ia terima hingga membuat kedua teman sekamarnya murka. Lina bahkan membuat sedikit keributan di kantin. Memaki para mahasiswi lain yang hanya bisa iri. Cilla berusaha menghentikannya tapi Lina kian menjadi. Barulah ketika kak Saka datang, keributan berhenti. Semua orang membubarkan diri. Kak Saka menarik Cilla untuk duduk dengannya. Cilla merasa kian tidak nyaman.


"Kak.."


"Kenapa?"


"Foto pelukan kita.."


"Lebih baik begitu kan? lebih baik foto kita berdua dari pada dengan yang lainnya. Jangan dekat-dekat dengan laki-laki yang lain! aku sudah mendeklarasi perasaanku padamu. Jangan membuat gebrakan lain yang tak kalah menghebohkan!"


Cilla terdiam, kak Saka malah mengusap pipi Cilla dengan perlahan. Hal ini membuat Vano sangat marah dan mempercepat makan.


"Van, pelan-pelan makannya!" pinta Fian.


Vano tidak menggubrisnya, sementara Arka memberikan isyarat diam kepada Fian lalu berbicara tanpa mengeluarkan suara.


"Sedang cemburu dia."


"Owww...."

__ADS_1


Kedua teman sekamar Vano pun mengatupkan bibir sembari menahan tawa.


...🍁 Bersambung... 🍁...


__ADS_2