INIKAH RASANYA? [ END ]

INIKAH RASANYA? [ END ]
PERJANJIAN NIKAH


__ADS_3

Cilla berjalan lalu memasuki gedung olahraga. Saat itu, Meta melihatnya dan lekas mengikutinya. Meta pikir, sedikit aneh kalau dia ke sana seorang diri dan tidak mengenakan pakaian training. Sebenarnya, ia menduga kalau Cilla hendak menemui Saka. Ternyata, apa yang ia duga memanglah benar. Saka telah menunggunya di tepian kolam renang dan Cilla menghampirinya. Keduanya saling melempar senyum lalu bergandengan tangan. Seketika, hari Meta berdenyut nyeri.


Meski Cilla terlihat malu-malu. Namun, uluran tangan Saka lekas ia sambut. Keduanya telah secara terang-terangan menunjukkan kemesraan di depan banyak orang sebab di sana, ada beberapa mahasiswa lainnya juga. Saka dan Cilla mendapat ledekan candaan sekaligus ucapan selamat. Cilla mengajak Cilla untuk berenang bersama tapi Cilla menolak. Alhasil, Cilla hanya duduk di tepi kolam menunggu kekasihnya di sana.


Tak lama kemudian, Cilla pamit untuk ke kamar mandi sebentar. Saat itulah, Meta kembali mengikutinya. Sejujurnya Meta juga bingung hendak melakukan apa. Namun, ia benar-benar tidak bisa menerima hubungan keduanya. Ketika Cilla keluar dari kamar mandi, Meta memanggilnya. Cilla berhenti dan keduanya pun berbincang sebentar.


"Tinggalkan Saka lebih awal karena orang tuaku dan orang tuanya telah membuat janji pernikahan!" ucap Meta dengan lugas.


...Deg......


"Saka tidak akan mengakuinya tapi kamu bisa membuktikannya saat kamu berkunjung ke rumah untuk menemui orang tua Saka. Jangan membuang-buang waktu dengan percuma! akhiri segera karena pada akhirnya nanti, kalian tidak akan bisa bersama! kalian tidak berencana untuk kawin lari bukan? betapa sulitnya hidup tanpa restu orang tua?"


Cilla hanya terdiam tanpa bisa menjawab sepatah kata pun. Obrolan yang singkat itu, cukup mengguncang dirinya. Meta pergi dari sana setelah selesai mengatakan apa yang ada di dalam hatinya. Sedangkan Cilla, terdiam sebentar, menenangkan diri sebelum kemudian kembali menghampiri kekasihnya.


...🍁🍁🍁...

__ADS_1


Usai berenang, Cilla dan Saka makan berdua di kantin kampus. Saat itulah, Cilla membuka obrolan perihal perjanjian nikah antara Saka dan Meta. Saka sedikit terkejut karena Cilla mengetahuinya.


"Apakah itu benar?" tanya Cilla memastikan.


"Meta yang memberitahumu?"


Cilla mengangguk, Saka meletakkan sendok makannya seraya menggenggam kedua tangan Cilla.


"Itu memang benar karena kedua orang tua kami telah adalah teman lama. Bisa dibilang, mereka telah bersahabat belasan tahun lamanya tapi aku dan dia, tidak memiliki perasaan yang sama. Perjanjian nikah di antara kami, hanyalah keinginan orang tua tanpa meminta persetujuan. Beberapa kali, aku juga sudah menolaknya. Hanya saja, hingga saat ini aku belum menegaskannya lagi. Pikirku, aku akan kembali berbicara dengan orang tuaku saat membawamu. Aku akan memperkenankanmu sebagai kekasih sekaligus calon istriku!"


"Iya, pada akhirnya kita tetap akan menikah bukan? aku memilihmu untuk menjadi istriku."


"Sejujurnya, aku sama sekali belum pernah memikirkan hal itu."


"Tidak masalah, yang terpenting adalah perasaan kita yang sama. Kita jaga itu, kita rawat hingga nanti, sampai ke jenjang pernikahan!"

__ADS_1


"Apa kak Saka pernah menyukai kak Meta? maksudku perasaan suka yang sama seperti kepadaku?"


"Kamu cemburu?"


"Tentu saja," jawab Cilla lirih.


"Manisnya kekasihku saat cemburu. Kamu bisa tenang kalau begitu karena aku, tidak pernah memiliki perasaan seperti itu untuk Meta."


"Sungguh?"


"Sungguh."


Cilla mengulas senyum, masalah perjanjian nikah ini telah terselesaikan dengan sangat baik. Kegusaran di batin Cilla pun telah pergi.


...🍁 Bersambung... 🍁...

__ADS_1


__ADS_2