INIKAH RASANYA? [ END ]

INIKAH RASANYA? [ END ]
TENTUKAN PILIHANMU!


__ADS_3

Sesampainya di Villa, makan siang telah dihidangkan. Ketua kelas membagikan nomer kamar lalu mempersilahkan semuanya untuk meletakkan barang-barang sebelum kemudian melakukan makan siang bersama. Villa tersebut, berada di dataran tinggi sehingga, memiliki suhu yang sejuk dan dingin. Pemandangannya pun sangat memanjakan mata. Cilla beserta teman-teman sekelasnya, telah beberapa kali mengambil potret kenangan. Momen bahagia yang tidak boleh lupa untuk diabadikan. Beberapa saat kemudian, kak Saka menghubunginya melalui sambungan video call. Melihat hal tersebut, Cilla bergegas memisahkan diri lalu mencari tempat yang lebih tenang untuk menerima panggilan.


"Hallo kak!" sapa Cilla sembari melambaikan tangannya.


Kak Saka tersenyum lalu membalas sapaan Cilla.


"Sepertinya, kamu bahagia sekali?"


Cilla nyengir.


"Iya kak, pemandangan dari villa ini sangatlah bagus."


"Hemm.. andai saja, aku ada di sana?"


"Hari masih panjang, kita bisa berlibur bersama-sama kapan-kapan!"


"Benar sekali, hanya saja aku menjadi khawatir."


"Khawatir kenapa?"


"Apa teman sekelasmu tidak berbuat macam-macam?"


Cilla terdiam sesaat mengingat kembali kejadian di dalam bus lalu menggelengkan kepalanya perlahan.


"Benarkah?"


Cilla mengangguk.

__ADS_1


"Kenapa gestur tubuhmu terlihat ragu?"


"Tidak, aku biasa saja."


Kak Saka menarik napas dalam-dalam.


"Baiklah, aku mempercayaimu. Ingat ya! hatimu itu, milikku. Jangan dibagi-bagi dengan yang lain!"


"Iya."


"Setelah kembali ke asrama, kita jalan berdua!"


Cilla menganggukkan kepala.


"Gadis pintar! sekarang, kembalilah bersenang-senang! aku akan mengakhiri panggilan ini!"


"Iya kak."


"Kamu di sini Van? tidak gabung dengan yang lain?"


"Tidak, kamu sendiri sedang apa di sini?" tanya balik Vano."


Cilla mengangkat ponselnya sembari sedikit mengayunkannya.


"Aku baru saja menerima panggilan."


"Oh."

__ADS_1


Cilla bergegas melangkah, berusaha melewati Vano. Namun, tangan laki-laki itu menarik tubuh Cilla dengan cepat dan kemudian memeluknya dengan erat. Sekuat tenaga, Cilla mencoba melepaskan diri tapi tetap tidak berhasil.


"Tidak bisa kah kamu melihat maksud hatiku?" tanya Vano membuat Cilla terdiam.


"Rasakan detak jantungku! apakah ada sesuatu?"


Cilla masih diam.


"Antara aku dengan senior kita, tentukan pilihanmu!"


Saat itulah, Cilla baru bisa melepaskan diri dalam satu kali hentakan. Cilla mengulas senyum lalu mengatakan kalau ia akan kembali dengan teman-teman mereka. Sekali lagi, Vano menarik Cilla seraya berusaha untuk memeluknya lagi. Namun, Cilla berhasil menghindar.


"Vano, tolong jangan begitu!" ucap Cilla disusul langkah cepat meninggalkan Vano sendirian.


"Kamu tidak bisa selalu begitu! baik aku mau pun dia, tidak ada yang mau untuk diduakan!"


Mendengar ucapan Vano, Cilla mendadak berhenti. Hanya sebentar lalu kembali melanjutkan langkahnya.


...🍁🍁🍁...


"Dari mana kamu?" tanya Nita.


"Dari sana, habis menerima panggilan telepon."


"Oh."


Jantung Cilla masih berdegup dengan sangat kencang. Sesekali, ia melirik ke arah Vano yang saat ini, juga sudah kembali bersama teman-temannya. Cilla benar-benar bingung sekarang. Apa yang Vano katakan memanglah benar. Dia harus memilih di antara keduanya. Tidak boleh mengantungkan perasaan orang terlalu lama. Sementara batinnya sendiri, masih belum bis membuat pilihan. Cilla hanya bisa menghela napas dalam-dalam.

__ADS_1


"Katakan hai!" seru Lina ketika mengajak Cilla dan Nita untuk berfoto bersama.


...🍁 Bersambung... 🍁...


__ADS_2