INIKAH RASANYA? [ END ]

INIKAH RASANYA? [ END ]
TERLALU BANYAK SKANDAL


__ADS_3

Meski telah mencoba untuk diam. Namun, Vano tetap tidak bisa menahan. Alhasil, ia bangkit membuat heran kedua temannya seraya berjalan menghampiri Cilla yang sedang makan berdua dengan kak Saka. Tanpa basa-basi, Vano menarik lengan Cilla dengan dalih untuk mengajaknya belajar.


"Hei, bisakah kamu tenang? Cilla masih makan," ucap kak Saka.


"Tidak bisa, tugas ini harus segera dikumpulkan," tolak Vano.


"Kalau begitu, lepaskan dulu tanganmu!" pinta kak Saka seraya melepaskan genggaman Vano.


Cilla menyembunyikan kedua tangannya di bawah meja. Kak Saka dan Vano saling bertatapan dengan amarah yang tersembunyi di pelupuk matanya.


"Tolong biarkan Cilla menyelesaikan makannya terlebih dahulu!"


"Tidak, ayo Cill!"


"Vano, sebentar lagi ya!" mohon Cilla.


Vano berusaha menarik tangan Cilla lagi tapi kak Saka lekas menghalaunya.


"Ada apa denganmu? sudah terlalu banyak skandal tentang kita akhir-akhir ini."


"Bukan urusanku," jawab Vano dengan entengnya.


"Kalau begitu, jangan sentuh kekasihku!"

__ADS_1


...Deg.....


Baik Vano maupun Cilla terhenyak. Cilla benar-benar bingung hendak berkata apa. Ia belum menerima kak Saka sebagai kekasihnya tapi jika ia berkata yang sejujurnya, kak Saka akan kehilangan muka. Hal yang sama pun akan dialami Vano juga. Pada akhirnya, Cilla memilih untuk pergi bersama kedua teman sekamarnya saja.


"Vano, untuk sementara aku akan mengerjakan tugas bersama Lina dan Nita saja dulu! dan kak Saka, kakak harus berlatih renang kan? maaf tidak bisa menemanimu!"


"Tidak masalah," jawab kak Saka sembari mengulas senyum.


Seluruh orang di kantin memandangi mereka sedari tadi. Cilla menundukkan kepala seraya mengajak kedua teman sekamarnya untuk pergi. Setelah itu, Vano dan kak Saka pun pergi ke arah masing-masing dan seluruh orang di kampus mulai membicarakan ketiganya. Kehebohan pun kembali menghiasi laman media sosial mahasiswa kampus. Cilla, kak Saka dan Vano, masih menjadi tranding topiknya.


...🍁🍁🍁...


Cilla merengek, akting menangis sembari menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Dia merasa bingung, malu dan tidak tahu harus berbuat apa. Kedua temannya, berkali-kali menghela napas panjang.


"Vano? kenapa dia ikut-ikutan?"


"Hei, setelah apa yang dia lakukan, apa otakmu masih belum bisa memahami maksud hatinya?"


Cilla terdiam.


"Ah iya, benar-benar, Vano juga menyukaimu Cill," sahut Lina.


"Jangan membuat ini menjadi semakin rumit! imageku sudah sangat buruk sekarang."

__ADS_1


"Abaikan saja mereka! mereka hanya iri karena tidak bisa mendapatkan Vano mau pun kak Saka. Jika diamati, Vano gak kalah ganteng kok dari kak Saka. Yang menyukainya juga banyak. Hanya saja, kak Saka atlet. Jadi, penggemarnya, jauh lebih banyak lagi," jelas Lina.


"Lalu, bagaimana sebaiknya aku bersikap? setelah kalian menjelaskan semuanya padaku, aku jadi merasa serba salah."


"Tanya hatimu! siapa sebenarnya yang kamu sukai?"


Cilla terdiam merasakan getaran dalam dadanya lalu menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tahu."


"Ini pertanda kalau hatimu menyukai mereka berdua."


"Hah? masak iya begitu?"


"Tentu saja, hanya saja, kamu tetap harus memilih pada akhirnya! tidak perlu terburu-buru! biarkan hatimu merasakan dengan sungguh-sungguh lalu memberikan keputusan!"


"Hemm.. sepertinya, kamu semakin bijak Lin?" ledek Cilla.


Lina malah terkekeh, merasa tersanjung.


"Aku adalah dewi cinta yang memang diturunkan ke bumi untuk membantu para manusia yang sedang dilema akan perasaannya."


Cilla dan Nita berakting muntah bersamaan kemudian, tertawa bersama-sama.

__ADS_1


...🍁 Bersambung... 🍁...


__ADS_2