INIKAH RASANYA? [ END ]

INIKAH RASANYA? [ END ]
TERAMAT TERLUKA


__ADS_3

Kak Saka mengantarkan Cilla kembali ke asrama.


"Aku akan mengajakmu jalan-jalan beberapa hari lagi karena masih ada urusan yang harus segera kuselesaikan."


"Aku mengerti tapi kak Saka harus berjanji satu hal!"


"Apa itu?"


"Minta maaflah kepada pelatih dan berusahalah lebih keras lagi. Tentang hasil, murni di luar kendali kakak! tugas kak Saka hanya berusaha sekuat yang kak Saka bisa."


"Em.. baiklah, akan kulakuan!"


"Kekasihku memanglah yang terbaik," ucap Cilla sembari mengacungkan jempolnya.


Kak Saka lantas menci** kening Cilla dengan tiba-tiba membuat gadis itu gelagapan, khawatir ada yang melihat.


"Jangan khawatir! cepat masuk! aku juga harus kembali ke asrama."


Cilla mengangguk, mengulas senyum lalu berjalan masuk ke dalam asrama.


...🍁🍁🍁...


Kak Saka benar-benar melakukan apa yang telah ia janjikan. Ia menemui pelatih di lapangan untuk meminta maaf secara langsung padanya. Pelatih menghargai keberanian kak Saka, menerima permohonan maafnya seraya memberinya semangat.


"Kompetisi berikutnya, ada di depan mata. Berlatihlah!"


"Siap pak, saya akan berlatih dengan giat!"


"Yang perlu kamu ketahui, aku sama sekali tidak melarangmu untuk menjalin hubungan. Hanya saja, kamu harus selalu bisa menjaga fokusmu! bedakan antara kompetisi dan perasaan pribadi! jangan sampai hubungan percintaanmu merusak prestasimu!"


"Iya, saya telah menyadari kesalahan saya."


"Bagus, aku menaruh harapan besar padamu."


"Terima kasih! saya akan berusaha lebih keras untuk kompetisi berikutnya!"


"Ngomong-ngomong... juara dua tidaklah buruk, jangan berkecil hati!"


Kak Saka saling melempar pandang dengan pelatihnya dan kemudian, tertawa bersama.


...🍁🍁🍁...


Hari demi hari pun berlalu. Semua sibuk dengan aktivitas masing-masing. Cilla dan teman-temannya kini, masuk ke semester lima dimana jadwal mata kuliahnya sudah mulai longgar. Banyak teman-temannya yang mengambil kerja paruh waktu untuk menambah uang jajan. Sama seperti yang selama ini, Vano dan Cilla lakukan.


"Hari ini adalah hari ulang tahunku, jika tidak keberatan, tolong temani aku untuk merayakannya!" ucap Vano ketika mereka berpapasan hendak berganti jadwal les privat.


Cilla hanya terdiam lalu mengangguk sepersekian detik kemudian.


"Aku tunggu di halte bus!"


"Di sini saja!"


"Apa tidak mengganggu proses mengajarmu?"


"Em.. Riki, apa kak Vano boleh menunggu di sini sementara karena dia dan kak Cilla mau mengerjakan sesuatu bersama setelah jadwal les kita?"


"Boleh, tentu saja boleh."


Cilla mengulas senyum, begitu pun dengan Riki dan Vano.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita mulai belajarnya!"


"Iya kak."


Selama proses belajar berlangsung, Vano tak henti-hentinya memandangi Cilla. Sepertinya, rasa suka dan kagum telah terpatri mendalam di dalam hatinya. Setiap senyum yang Cilla ulas membuatnya merasa semakin nyaman. Seolah, tak ada lagi halangan yang bisa menghentikan rasa cintanya. Sekali pun pada kenyataannya, ada kak Saka di samping Cilla.


...🍁🍁🍁...


"Riki, kak Cilla pulang dulu ya! jangan lupa belajar sungguh-sungguh! semoga, ujian besok berjalan dengan lancar!"


"Iya kak terima kasih!"


"Kak Vano juga pulang ya!"


"Iya kak."


...🍁🍁🍁...


Vano dan Cilla berjalan bersama menuju halte bus ketika pesan singkat dari kak Saka masuk ke ponsel Cilla.


[ Sudah selesai mengajarnya! hati-hati ya saat pulang! ]


[ Iya kak sudah selesai. Aku akan berhati-hati. Makan dan istirahatlah dengan baik! kak Saka butuh kondisi yang fit untuk latihan.]


Tanpa sepengetahuan Cilla, ternyata kak Saka berniat untuk mengajaknya jalan usai Cilla mengajar. Itulah kenapa ia menunggunya diam-diam. Sayangnya, Cilla sedang menemani Vano untuk merayakan ulang tahunnya. Sepertinya, akan terjadi masalah besar hari ini.


...🍁🍁🍁...


"Kamu ingin bagaimana untuk merayakan ulang tahunmu?"


"Em.. aku ingin mencoba beberapa makanan kaki lima di dekat kampus."


"Kenapa? apa makanan-makanan itu memiliki sejarah tertentu dalam hidupmu?"


"Benar, masa kecilmu menyenangkan."


"Bagaimana denganmu?"


"Aku.. eh, busnya datang!"


Cilla dan Vano bergegas naik dan duduk di bangku yang bersebelahan.


"Jendelanya terbuka, apa kamu kedinginan?" tanya Vano.


"Tidak, tidak apa-apa."


Meski Cilla menjawab tidak apa-apa, Vano tetap menarik tuas jendela lalu menutupnya.


"Begini lebih baik," ucap Vano.


"Iya."


Di perjalanan, suasana canggung kembali tercipta. Keduanya saling mengendalikan deru jantung masing-masing, yang berdegup tak karuan hingga menit demi menit pun berlalu lalu sampailah mereka di halte pemberhentian.


"Kita coba kue manis dulu ya!" ajak Vano.


"Baiklah."


...🍁🍁🍁...

__ADS_1


Di saat Vano dan Cilla menghabiskan waktu bersama. Kak Saka masih menanti kekasihnya di depan asrama. Sementara itu, Lina terjingkat ketika melihat postingan terbaru di laman media sosial mahasiswa kampus. Itu adalah foto Cilla dan Vano yang saat ini sedang mencicipi beragam makanan ringan di area penjual kaki lima.


"Astaga Cilla! ini petaka," ucap Lina.


"Ada apa?" tanya Nita.


"Lihatlah laman media sosial kampus kita!"


Nita lekas mengambil ponselnya seraya sama terkejutnya dengan Lina.


"Apa yang Cilla pikirkan? kak Saka baru kembali dari kompetisi dengan suasana hati yang tidak baik," desah Nita.


Berulang kali Lina mencoba menghubungi Cilla. Namun, belum juga mendapat jawaban.


...🍁🍁🍁...


Di taman dekat asrama, kak Saka terduduk lemas. Di tangannya, sebuah postingan ia lihat. Nampak jelas terpampang, wajah kekasihnya dengan seseorang yang sangat ia kenal. Antara sedih dan marah, tergurat begitu jelas di wajahnya.


"Vano," desak kak Saka menahan amarah.


...🍁🍁🍁...


"Hallo Cilla! apa yang sedang kamu lakukan?"


Akhirnya, Cilla mengangkat panggilan telepon dari Lina.


"Ada apa Lin? kenapa kamu marah-marah?" tanya Cilla dengan polosnya.


"Mau seberapa parah lagi, kamu menyakiti kak Saka? kalian sudah berpacaran, tidak sepantasnya, kamu jalan dengan Vano."


"Hah, dari mana kamu tahu?"


"Bukan hanya aku saja yang tahu, seluruh mahasiswa kampus juga tahu."


"Apa?"


"Ada yang memosting fotomu dan Vano di laman itu."


"Hah? kak Saka.."


"Baru sadar kamu?"


"Oh tidak!"


...Klik.. tut. tut.. tut......


Cilla panik seraya lekas menghubungi kekasihnya. Sedangkan kak Saka, telah teramat terluka. Hanya ia pandangi saja nama Cilla yang muncul di layar ponselnya. Tanpa mau untuk menerimanya.


"Gawat! habislah aku!"


"Ada apa?" tanya Vano.


"Vano.. em.. selamat ulang tahun untukmu. Maaf! aku tidak bisa menemanimu lebih lama. Ada urusan yang harus kuselesaikan, aku pergi dulu ya!"


"Biar kuantar Cill!"


"Tidak perlu!" ucap Cilla sembari berlari kembali ke asrama.


"Ada apa sebenarnya?"

__ADS_1


Vano masih bertanya-tanya ketika sebuah pesan singkat dari Arka masuk ke ponselnya. Saat itulah ia tahu, penyebab dari kepanikan Cilla.


...🍁 Bersambung... 🍁...


__ADS_2