INIKAH RASANYA? [ END ]

INIKAH RASANYA? [ END ]
TEGURAN


__ADS_3

Hari ini, Saka dengan sengaja menunggu Meta keluar dari asrama. Meta tentu senang ketika melihat Saka. Keduanya berjalan berdua lalu duduk di salah satu bangku taman. Namun, apa yang Saka katakan berbanding terbalik dengan suasana hati Meta. Meta pikir, akan ada perkembangan hubungan yang lebih baik dengan kedatangan Saka. Nyatanya, Saka datang hanya untuk memberikan teguran.


"Tolong jangan berkata macam-macam lagi kepada Cilla! aku tidak bisa menyalahkan perasaanmu padaku tapi aku pun tidak bisa membenarkan tindakanmu. Coba pikir baik-baik! apakah perasaanmu itu benar tulus atau karena desakan orang tuamu?"


"Saka, tentu saja perasaanku ini benar-benar tulus. Apa selama ini, itu yang membuatmu ragu? aku sungguh-sungguh mencintaimu."


"Jika begitu maka, maafkan aku!"


"Cilla? hanya untuk gadis itu, apakah sepadan?"


"Tentu saja. Hatiku telah memilih dia untuk menjadi kekasih. Semenjak aku mengumumkannya, dia telah menjadi kekasihku sekaligus calon istriku."


...Deg.....


"Saka.. kamu hanya tergila-gila sesaat padanya. Rasa itu akan segera sirna. Hanya aku yang selalu ada."


Saka menoleh, menatap Meta lekat-lekat.


"Meta, tolong jangan membuat dirimu semakin terluka! pikirkan ini baik-baik! aku akan pergi!"


"Saka!" panggil Meta seraya memeluknya dari belakang.


Dengan cepat, Saka melepaskan diri darinya.


"Jangan pernah lakukan ini lagi! semua mata sedang mengawasi. Aku tidak ingin membuat Cilla salah paham kepada kita sekaligus menjaga nama baikmu," ucap Saka seraya melangkah pergi.

__ADS_1


Meta diam dan hanya bisa menangis hingga terisak-isak.


...🍁🍁🍁...


Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Cilla membuatnya kegirangan. Pesan itu mengatakan kalau ia diterima sebagai guru les privat. Cilla merasa sangat senang seraya menuliskan balasan terima kasih.


"Aku diterima sebagai guru les privat," ucap Cilla usai mengirimkan balasan pesan singkat.


"Baguslah, kapan kamu akan mulai bekerja?"


"Besok Lin."


"Setiap hari?"


"Hanya tiga kali seminggu. Katanya, dia lelah kalau harus les setiap hari."


"Iya."


Cilla lantas mengirimkan pesan singkat kepada Saka, mengabarkan kalau mulai besok, ia akan menjadi guru les privat.


[ Bagus sayang, semangat ya! jika bisa, aku akan menemanimu. ]


[ Tidak usah, aku bisa pergi sendiri. Kak Saka sibuk dengan latihan. Masih ada banyak kompetisi di depan mata. Kak Saka harus serius dan terus menjadi juara! ]


[ Baiklah kalau begitu, jangan lupa jaga kesehatan ya! ]

__ADS_1


[ Iya. ]


...🍁🍁🍁...


Di kantin, Cilla kembali bertemu dengan Meta. Kedua teman Meta terlihat memandang remeh ke arah Cilla. Salah satu diantaranya mengejek kalau Cilla benar-benar tidak sebanding dengan Meta. Bagai langit dan juga bumi. Ia juga mengatakan kalau Saka pasti memiliki masalah dengan matanya hingga memilih Cilla sebagai kekasihnya.


"Aku juga heran, apa yang membuatmu lebih baik dariku? kupikir, kamu sama sekali tidak bisa dibandingkan denganku," ucap Meta yang lekas disanggah Saka yang tiba-tiba muncul dari balik tubuhnya.


"Tidak peduli dia lebih baik darimu ataukah tidak. Yang terpenting aku menyukainya," jawab Saka singkat dan lugas.


Saka pun menggenggam tangan Cilla, mengambil nampan makanannya lalu mengajaknya berpindah tempat untuk makan berdua. Semua mata yang tadi memandangi mereka lekas berpaling sembari berbisik-bisik, mengejek Meta yang telah ditolak mentah-mentah oleh Saka.


"Kak, apa kak Saka tidak terlalu berlebihan?"


"Ke Meta?"


"Hu'um."


"Lalu, apakah tidak masalah bagimu dipermalukan di depan umum?"


"Emm..."


"Aku tidak terima Meta memperlakukanmu begitu. Sudahlah, ayo makan!"


"Emm, iya.."

__ADS_1


...🍁Bersambung... 🍁...


__ADS_2