INIKAH RASANYA? [ END ]

INIKAH RASANYA? [ END ]
KESEMPATAN KE LUAR NEGERI


__ADS_3

Hari berlangsungnya kompetisi pun tiba. Cilla dan teman-teman sekamarnya turut hadir memberikan dukungan. Kak Saka mengangguk pelan ke arah Cilla sesaat sebelum kompetisi dimulai.


..."Byurr..."...


Pertandingan dimulai, setiap peserta berenang hingga ke batas kolam lalu kembali ke posisi awal. Para penonton harap-harap cemas menantikan siapakah yang akan menjadi juaranya.


"Saka berada di posisi pertama!"


"Yee!!!!"


Sorak sorai menggema di seluruh ruangan. Pelatih melayangkan tinju ke udara seraya bersorak dengan semangat.


"Kerja bagus!" pujinya.


Kak Saka tersenyum ke arah Cilla dan juga ke arah kamera.


...🍁🍁🍁...


Usai kompetisi, pelatih membuat perayaan makan malam. Cilla dan kedua teman sekamarnya serta dua teman sekamar kak Saka dipersilahkan untuk ikut serta. Semua bergembira bersama. Pelatih juga memuji kak Saka atas pencapaiannya yang telah ia buat. Namun, pesannya tetap sama. Harus bisa memisahkan antara kompetisi dengan perasaan pribadi.


"Pertahankan prestasimu Saka!"


"Siap pak!"


"Akan ada banyak hal yang menanti."


"Iya pak."


"Ohya Saka, temani aku ke sana sebentar! ada yang ingin aku sampaikan."


"Baik pak."


Kak Saka memandang Cilla sebentar lalu berjalan mengikuti pelatihnya.


"Ada apa pak?"


"Ada kabar baik sekaligus kabar kurang menyenangkan untukmu."


"Apa itu?" tanya Saka penasaran.


"Kabar baiknya, kamu mendapatkan rekomendasi pelatihan renang di Luar Negeri. Ini impian banyak atlet dan kamu beruntung karena mendapatkannya. Kabar kurang menyenangkannya adalah, kamu harus berpisah dengan Cilla untuk beberapa waktu ke depan."


"Emm..."


"Lihatlah dari perspektif yang luas! masa depanmu akan semakin gemilang kalau kamu mengambil kesempatan ini. Ada pun tentang Cilla, seharusnya dia selalu mendukungmu. Ya, sedikit banyak aku juga mendengar tentang rumor yang berkembang. Tentang teman sekelasnya yang juga begitu dekat dengan Cilla. Pasti kamu khawatir kalau meninggalkan Cilla untuk waktu yang lama. Begini Saka, cinta memang membuat seseorang begitu bersemangat tapi cinta juga bisa menjatuhkan seseorang hingga ke dasar jurang. Saranku, kejar dulu cita-citamu dan soal cinta, akan datang menghampirimu!"


"Saya memang mengkhawatirkan hal itu pak."


"Bicarakan hal ini dengan Cilla tapi saranku, keputusan tetap ada di kamu. Jangan menyerahkan keputusan kepada Cilla! ini masa depanmu, kamu yang paling berhak memutuskan. Jangan hanya karena perasaan pribadi, kamu mengorbankan hal besar di depan mata! Jika kamu berhasil dalam pelatihan ini, besar kesempatanmu untuk maju, mewakili negara kita dalam kompetisi internasional."


"Saya mengerti."


"Bagus, mari kembali ke meja makan!"


"Iya pak."


...🍁🍁🍁...


Usai makan malam, semuanya berpencar. Kak Saka menghabiskan waktu dengan berjalan santai bersama dengan Cilla. Sebenarnya, dia sedang mencari waktu yang tepat untuk menyampaikan perihal kesempatan pelatihan di luar negeri yang pelatihnya katakan. Meski Cilla akan menjadi sedih, ia harus tetap menyampaikannya.


"Cilla..."


"Iya kak."


"Sebentar lagi, aku akan berangkat ke luar negeri."


...Deg......


Cilla menatap kekasihnya lekat-lekat.


"Aku tahu kamu terkejut, aku juga baru saja mendengarnya. Tadi, saat pelatih memanggilku, itu yang ia sampaikan."

__ADS_1


"Apa kak Saka akan melakukan kompetisi di luar negeri? kapan berangkat? kapan pulang?"


"Pelatihan, kesempatan berlatih dengan para atlet dari berbagai negara. Kesempatan langka yang saat ini, jatuh kepadaku."


"Dengan kata lain, kak Saka akan memiliki peluang semakin besar jika mengambil kesempatan ini."


"Be-nar."


"Pasti lama ya?"


"Entahlah."


...Deg......


Rasanya, dada Cilla seperti dihantam benda tumpul dengan sangat keras.


"Kak Saka ingin berpamitan?"


Kak Saka menahan langkah Cilla seraya berdiri di hadapannya.


"Cilla.. ini.."


"Aku tidak akan menghalangi kak Saka. Ini adalah impian kak Saka juga. Bagaimana bisa aku menghancurkannya?"


"Kita akan berpisah untuk beberapa waktu ke depan."


"Berpisah bukan berarti tidak akan bertemu lagi kan?"


"Tentu saja tidak, kita pasti akan bertemu lagi."


Betapa pun Cilla menahan, air matanya tetap berlinang.


"Jangan menangis!"


"Bagiamana kalau aku merindukanmu? bagaimana kalau kak Saka lambat laun melupakanku? bagaimana kalau..."


"Hhsssttt! hal itu tidak akan terjadi. Aku janji!"


"Seharusnya tidak lama lagi tapi jadwal pastinya, aku masih belum tahu."


"Kalau begitu, kita harus segera kembali. Kak Saka harus berkemas agar..."


Kak Saka menarik Cilla ke dalam pelukannya. Mempererat pelukan kala gadis itu kian terisak. Sejujurnya, hatinya pun merasa terpukul. Namun, kesempatan ini tidak boleh terlewati. Mungkin, akan ada kekosongan pada awalnya tapi, dengan seiring berjalannya waktu, pasti akan terbiasa. Pelatihan ini pun tidak untuk selamanya. Suatu saat nanti, ia akan kembali. Menemui kekasihnya dan meluapkan segala kerinduan yang ada.


...🍁🍁🍁...


Di kamar, Cilla menangis hingga membangunkan kedua temannya.


"Ada apa? apa kalian bertengkar usai makan malam?" tanya Lina.


"Kak Saka akan pergi ke luar negeri."


"Apa?"


"Pindah ke sana?" tanya Nita memperjelas.


"Kenapa tiba-tiba?" tanya Lina lagi.


"Dia mendapatkan kesempatan pelatihan di luar negeri."


"Bea siswa ya? sangat luar biasa sih," sahut Nita yang membuat Cilla kian mengencangkan deru tangisnya.


"Ah kamu ini!" gerutu Lina kepada Nita.


"Maaf-maaf!"


"Bagaimana denganmu Cill, kamu mengizinkan?"


"Tidak ada pilihan lain Lina."


"Lalu, apa kalian akan pu-tus nantinya?"

__ADS_1


Cilla kembali meraung-raung membuat kedua temannya menjadi panik.


"Maksudku, apa kalian akan bisa bertahan dengan hubungan jarak jauh itu? ini bukan lagi luar kota. Ini luar negeri, jauh sekali," jelas Lina.


"Aku juga tahu tapi ini adalah mimpi semua atlet. Mana mungkin aku melarangnya? aku tidak bisa menghancurkan mimpinya. Terlebih, aku tidak bisa membiarkannya memilih antara cinta dan impian. Aku tidak mampu menghadapi kekecewaan ketika ternyata, kak Saka memilih untuk meraih mimpinya dan melepaskan hubungan kami."


"Huh.. kritis," desah Nita.


"Benar-benar kritis," sahut Lina.


...🍁🍁🍁...


[ Turunlah, ayo makan malam bersama! ]


Cilla lekas beranjak dari tidurnya setelah membaca pesan singkat dari kak Saka.


"Hei, mau ke mana?" tanya Lina setengah berteriak.


"Makan malam dengan kak Saka."


"Oh.."


"Biarkan saja! waktu bersama mereka tidak lama. Kak Saka akan segera berangkat."


"Iya Nit."


...🍁🍁🍁...


Cilla dan kak Saka makan di kantin. sengaja Cilla memintanya sebab ia ingin menghabiskan lebih banyak waktu berdua.


"Yakin mau di kantin saja makannya?"


"Iya."


"Kenapa tidak mau keluar?"


"Jika keluar, waktu kebersamaan kita akan terbuang percuma. Aku ingin memandangi kak Saka, lebih lama dari biasanya.


Kak Saka memanyunkan bibir lalu tersenyum.


"Baiklah, aku akan memesankan sesuatu untukmu! tunggu sebentar ya!"


"Iya."


Beberapa saat kemudian, kak Saka kembali.


"Silahkan menikmati!" ucapnya.


"Terima kasih."


"Seandainya, waktu dapat berjalan sedikit lebih lambat," gumam Cilla.


"Jangan begitu, jangan membuatku semakin berat untuk pergi!"


"Apa kak Saka akan merindukanku juga?"


"Tentu saja."


"Apa kak Saka akan menghubungiku setiap hari?"


"Aku janji!"


"Apa kak Saka.."


"Heiis,, kenapa kekasihnya mendadak berubah seimut ini?"


Cilla tersenyum.


"Jangan berpikir macam-macam! ayo makan!"


Cilla mengangguk.

__ADS_1


...🍁 Bersambung... 🍁...


__ADS_2