![INIKAH RASANYA? [ END ]](https://asset.asean.biz.id/inikah-rasanya----end--.webp)
Selama beberapa hari berikutnya, Cilla menjalani kuliahnya dengan konsentrasi yang terpecah. Begitu pun dengan kak Saka. Memang benar, ia berlatih tapi, sesekali teringat kembali perihal pertengkarannya dan juga foto kebersamaan Vano dan Cilla hingga berita tentang kompetisi renang, diturunkan.
"Cilla, kamu harus segera berbaikan dengan kak Saka!" seru Nita.
"Ada apa? ada yang menyatakan cintanya ke kak Saka?"
"Hussstt! lebih dari itu. Sebentar lagi kak Saka akan berkompetisi. Jangan sampai dia gagal karena permasalahan di antara kalian."
Cilla terdiam.
"Apa hatimu belum memutuskan?"
"Aku.."
Cilla bangkit seraya lekas berlari menuju gedung olahraga. Melewati lorong untuk ke kolam renang. Belum juga sampai, beberapa gadis senior menghadang. Dari wajahnya terlihat jelas rasa kesal yang mendalam. Mereka adalah para pendukung kak Saka yang merasa kecewa atas apa yang telah Cilla lakukan.
"Mau apa kamu ke sini?" tanya salah satu di antara mereka.
"Maaf! aku ada keperluan."
"Saka? kamu mau menemuinya? untuk apa? kamu selalu mempermainkan perasaannya, membuat konsentrasinya goyah hingga prestasi yang selama ini dijaga pun menurun karenamu. Kamu adalah benalu baginya."
"Aku akan memperbaikinya."
"Tidak perlu, pergilah sejauh yang kamu bisa!"
"Kak tolong! aku ingin menemuinya."
"Pergi sana!"
Senior perempuan itu mendorong Cilla dengan sedikit keras. Cilla terjatuh, hilang keseimbangan. Suasana menjadi riuh dan berita perkelahian itu pun sampai ke telinga kak Saka.
"Para gadis berkelahi!" seru seseorang.
"Salah satu diantaranya, pacarmu Saka!"
"Hah?"
__ADS_1
Kak Saka terkejut seraya langsung meraih baju handuknya lalu berlari ke lorong tempat terjadinya perkelahian. Beberapa mahasiswi tengah menghardik Cilla yang seorang diri. Ketika senior perempuan itu akan menyiramkan air ke tubuh Cilla, kak Saka menjadikan dirinya tameng agar air tersebut tidak mengenai kekasihnya. Senior perempuan itu terkejut dan segera menarik kembali botol air mineralnya.
"Saka..."
"Hentikan perbuatanmu! kalian tahu siapa yang sedang kalian hardik ini?"
Kak Saka meluapkan amarahnya.
"Bubar! sebelum aku melanjutkan masalah ini dan menghancurkan kalian semua!"
Semua kerumunan pun membubarkan diri. Kak Saka memandang Cilla sesaat lalu berbalik, berjalan menjauh darinya. Cilla menangis seraya lekas memeluk kekasihnya.
"Kak Saka maafkan aku!"
"Jangan di sini! kembalilah ke asramamu!"
"Kak.."
"Aku harus berlatih."
Cilla melepaskan pelukannya seraya beringsut mundur ke belakang. Tidak disangka, kak Saka benar-benar meninggalkannya dengan kesedihan yang teramat mendalam.
"Tidak perlu kamu pedulikan, cepat latihan!"
Cilla melangkah gontai keluar dari gedung olahraga sembari menahan air mata yang mencoba merembes dari pertahanannya. Pikirnya, semua telah terlambat. Hanya tinggal menunggu waktu hingga benar-benar diakhiri pada saat yang tepat. Cilla menunduk pasrah jika memang begini endingnya. Namun, tiba-tiba sebuah suara membuyarkan konsentrasinya.
"Apa sudah kamu pikirkan matang-matang?"
Cilla menoleh ke belakang. Ternyata, itu suara dari kak Saka yang tengah berjalan mengikutinya.
"Aku.."
"Mari duduk di taman sana!"
Cilla mengangguk.
...🍁🍁🍁...
__ADS_1
"Katakan!" pinta kak Saka memulai perbincangan.
Cilla menatap kak Saka lekat-lekat seraya mengatakan:
"Aku menyukai kak Saka. Aku tidak ingin hubungan kita berakhir. Hatiku merasa sangat sakit. Bisa kumengerti seperti apa yang selama ini kak Saka rasakan. Aku..."
Kak Saka menci** Cilla secara tiba-tiba membuat gadis itu terkejut seraya lekas beringsut mundur.
"Itu hukumanmu," ucap kak Saka kemudian.
"Pertama, kamu begitu berani mengucapkan kata putus. Aku hanya marah, bukan berarti ingin mengakhiri hubungan kita."
"Tapi kak Saka mengatakan kalau.."
"Kalau kamu tidak bisa berada di sampingku saja kan? buktinya kamu kemari, artinya kamu benar-benar menyukaiku maka, untuk apa kata-kata putus masih kamu ucapkan? Aku tidak akan pernah meninggalkanmu dan kamu, jangan pernah berpikir untuk menduakanku atau bahkan meninggalkanku!"
"Apa kak Saka benar-benar telah memaafkanku?"
"Kedua, kesalahanmu adalah karena terus menerus menyiksaku dengan perasaan ini. Sejujurnya, aku sangat ingin mengabaikanmu tapi hatiku, tidak mampu. Sebab itulah, tolong jangan kamu sakiti! biarkan hanya ada aku di dalam hatimu!"
Cilla mengusap air matanya seraya menganggukkan kepala.
"Terima kasih!"
"Maafkan aku kak Saka!"
Kak Saka menarik Cilla ke dalam pelukannya.
"Tidak apa-apa, semua baik-baik saja sekarang, tenanglah!"
...🍁🍁🍁...
Cilla kembali ke kamarnya dengan wajah sumringah. Lina dan Nita turut senang setelah mendengar cerita dari Cilla. Masalah ini telah terselesaikan. Keduanya telah berbaikan, harapannya kak Saka akan bisa fokus pada kompetisinya sekaligus dapat keluar sebagai juara pertamanya.
"Cilla ingatlah! jaga jarak dengan Vano! jangan biarkan berita negatif merebak kembali! jangan hancurkan suasana hati kak Saka yang sebentar lagi akan bertanding!"
"Iya Nit, aku tahu."
__ADS_1
...🍁 Bersambung... 🍁...