![INIKAH RASANYA? [ END ]](https://asset.asean.biz.id/inikah-rasanya----end--.webp)
Keesokan harinya, seluruh MABA dikumpulkan di tengah lapangan. Area terbuka yang dikeliling joglo-joglo tempat MABA beristirahat. Senior mengatakan kalau mereka akan melakukan jalan santai yang akan dipandu oleh fasilitator masing-masing.
"Nikmati jalan-jalan santai ini hingga nanti, kembali lagi ke sini. Setelah itu, kita akan melakukan beberapa games bersama. Regu satu silahkan jalan terlebih dahulu! disusul regu-regu yang lainnya!"
"Siap kak."
Para MABA dipandu untuk berjalan melewati rumah-rumah penduduk sekitar. Melewati pekarangan, kebun dan kemudian mulai masuk ke hutan tapi tidak terlalu dalam. Pada pos-pos tertentu, ada senior yang berjaga agar tidak ada MABA yang tersesat. Selanjutnya, mereka diarahkan untuk menyusuri jalan setapak di tepi sungai yang airnya begitu jernih. Tak sedikit dari pada MABA yang mengambil gambar diri atau sekedar membasuh wajah, tangan dan kaki.
"Segar sekali," ucap Cilla sembari menarik napas dalam-dalam.
..."Lhahpp..."...
Terlihat kilatan cahaya camera mengalihkan pandangan Cilla.
"Senior Saka.." benak Cilla tanpa diucapkan.
Melihat aksinya ketahuan, senior Saka melambaikan tangan lalu balik badan.
"Astaga! jantungku! apakah masih berada di tempatnya? degupnya tidak beraturan."
Senior Saka berhasil membuat Cilla memerah.
..."Bruugkk"...
Pundak Cilla ditabrak pelan oleh seseorang yang tak lain adalah Vano. Ternyata, sedari tadi, ia berada di belakang Cilla. Dari raut wajahnya terlihat tidak senang. Cilla yang tidak tahu apa-apa memilih untuk bergegas, melanjutkan perjalanan.
...🍁🍁🍁...
Usai berjalan santai, para MABA dipersilahkan untuk beristirahat sejenak sebelum dimulainya kegiatan games bersama-sama. Ada beragam games yang dilakukan. Mulai dari yang seru hingga yang menguji adrenalin peserta. Seperti saat ini, Cilla dan ketiga teman sekamarnya tengah bersiap untuk mencoba flying fox. Bagi yang takut ketinggian, tentu saja terasa mengerikan. Namun, Cilla dan kedua teman sekamarnya merasa sangat antusias.
__ADS_1
"Waaaaaaaaaa!" teriak Lina ketika mulai meluncur.
Tidak jauh berbeda, Cilla juga berteriak dengan senang. Tawanya lepas, hati terasa riang. Segala kepenatan seolah menghilang. Ditambah, senior Saka yang membantunya turun dan melepas tali pengaman flying fox miliknya. Wajah Cilla memerah seketika.
"Terima kasih kak!" ucap Cilla.
Senior Saka mengulas senyum sembari mengangguk pelan.
"Astaga! senior Saka.." benak Cilla yang seolah menabuh genderang.
Begitu ribut, sulit dikendalikan. Ia pun berbalik arah, berjalan menjauh menghampiri teman-teman satu regunya.
"Kamu kenapa Cil?"
"Gak kenapa-kenapa Nit. Senang saja dibantuin senior Saka pas turun."
"Di situ, dia nungguin peserta selesai flying fox."
Nita dan Lina saling berpandangan lalu menggelengkan kepala secara bersamaan.
"Gak ada tuh," ucap Nita.
"Iya, pas aku turun juga gak lihat ada senior Saka di sana," sahut Lina.
"Masak sih?"
"Beneran."
Cilla tertawa kegirangan, ia menganggap kalau senior Saka secara khusus membantu dirinya. Itulah kenapa, kedua temannya tidak melihat keberadaan senior Saka.
__ADS_1
"Senangnya.." gumam Cilla sembari tersenyum bahagia.
"Ya elah, mulai lagi dia," gerutu Nita.
"Hati-hati sobek tuh mulut! kelamaan senyum," timpal Lina.
Cilla tetap tersenyum tanpa menggubris kedua teman sekamarnya. Kedua temannya pun hanya bisa menggelengkan kepala.
...🍁🍁🍁...
Setelah semua games dilakukan. Para MABA dipersilahkan untuk kembali ke tempat peristirahatan untuk membersihkan diri dan mengistirahatkan tubuh masing-masing. Instruksi selanjutnya adalah makan malam pada jam setengah tujuh nanti.
"Mengerti semua?" tanya senior di depan barisan.
"Mengerti kak."
"Baik, silahkan bubar!"
"Terima kasih kak."
"Iya, sama-sama."
"Akhirnya selesai juga," gumam Lina sembari melangkah gontai bersama kedua temannya.
"Akhirnya bisa rebahan," sahut Nita.
"Iya," jawab Cilla.
...🍁 Bersambung... 🍁...
__ADS_1