Istikharah Cinta Jibril Emerson

Istikharah Cinta Jibril Emerson
Bab #26 - Di Ingatkan Kembali!


__ADS_3

"Dimana anak itu?" gumam Ruby sembari melirik arlojinya, ia dan Shalwa sudah menunggu Eliza sejak 15 menit yang lalu. Namun, Eliza tak kunjung menampakkan batang hidungnya.


"Mungkin masih di jalan," ucap Shalwa. "Apa perlu aku telfon? Aku jadi cemas deh sama Eliza," imbuhnya.


"Biar aku yang telfon," tukas Ruby. Ia sudah mengambil ponsel dan hendak menghubungi Eliza tapi tiba-tiba Eliza sudah muncul yang membuat kedua wanita itu bernapas lega.


"Tumben kamu terlambat, El," ujar Ruby. Namun, Eliza tak menanggapi. Tatapan Eliza justru tertuju pada Shalwa yang saat ini melempar senyum lembut seperti biasa.


"Aku mau tanya sesuatu," ujar Eliza tanpa basa-basi. Ia mengeluarkan ponselnya dan menunjukan foto undangan pernikahan pada Shalwa yang membuat Shalwa terbelalak.


"El, kamu ... dapat dari mana undangan ini?" tanya Shalwa.


"Akun teman Jibril memposting ini," jawab Eliza. "Apa nama yang tertera di undangan ini adalah nama kamu, Shalwa Az-Zahwa?" tanya Eliza dengan suara tercekat yang membuat Shalwa pun tampak salah tingkah.


"Kamu calon istrinya Jibril, Shalwa?" kedua mata Eliza berkaca-kaca saat melontarkan pertanyaan itu, sementara Ruby yang tak mengerti apa yang di bicarakan sahabatnya itu hanya bisa melongo bingung.


"Eliza, sebenarnya—"


"Kenapa kamu bohong sama aku?"

__ADS_1


"Aku cuma nggak mau ada kecanggungan di antara kita, Eliza." kening Eliza sedikit berkerut mendengar jawaban Shalwa yang menurutnya tak masuk akal itu. "Batalnya pernikahanku dan Jibril menyebabkan keluarga kami bersitegang, hubungan keluarga kami dulu erat tapi sekarang semuanya sudah berubah," papar Shalwa.


"Jadi aku yang merusak pernikahan kalian? Aku perempuan yang membuat kamu terluka?" lirih Eliza dengan kening berkerut dalam.


"Aku pun awalnya nggak tahu, El. Aku baru tahu saat ulang tahun Ruby, aku juga terkejut," ungkap Shalwa juga dengan suara lirih.


"Lalu kenapa kamu nggak marah sama aku? Aku sudah membuat kamu patah hati."


"Kamu nggak salah dalam hal ini, nggak ada yang salah sebenarnya. Hanya saja ...." Shalwa menghela napas berat.


Shalwa memperingatkan Jibril agar tak berkata jujur pada Eliza tentang masa lalu mereka, tapi justru Shalwa yang tak bisa berbohong saat di todong pertanyaan itu oleh Eliza. Apalagi tatapan Eliza yang begitu polos, Eliza seperti anak-anak yang akan bertanya tanpa ragu, tanpa basa-basi dan pasti mengharapkan jawaban yang sebenarnya.


"Iya," jawab Shalwa dengan lirih yang langsung membuat Ruby tercengang. "Astaga!"


"Aku nggak habis fikir kenapa kamu nggak jujur aja sama aku," ucap Eliza kemudian.


"Sudah aku bilang, El. Aku cuma nggak mau pertemanan kita rusak karena ternyata ... ternyata kita mencintai pria yang sama." Shalwa tertunduk lesu, begitu juga dengan Eliza.


Tadinya mereka ingin bertemu untuk menghibur Eliza yang sedang galau. Namun, pertemuan ini justru membuat suasana hati Eliza semakin tak karuan bahkan Shalwa pun ikut galau sekarang.

__ADS_1


"Tapi pada akhirnya aku pasti tahu, kan? Kalau saja kamu kasih tahu dari awal—"


"Kalau aku kasih tahu dari awal terus apa, El? Aku juga bingung bagaimana harus memberi tahu kamu, apalagi kamu punya trauma—" ucapan Shalwa terpotong saat tiba-tiba Eliza berdiri, ia menatap Shalawa dengan tatapan yang tak biasa, seolah tak suka Shalwa membawa-bawa traumanya.


"Aku nggak perlu di kasihani, Shalwa!" desis Eliza kemudian ia bergegas pergi dari tempat itu. Ruby dan Shalwa langsung mengejar Eliza yang berjalan cepat menuju mobilnya.


"Eliza?" panggil Shalwa tapi Eliza enggan menoleh. Ia tak mengerti perasaannya sekarang seperti apa, apakah kecewa atau justru terharu karena Shalwa begitu menjaga perasaannya? Tapi di sisi lain ia juga merasa bersalah karena ternyata dirinya adalah penyebab luka seorang wanita yang begitu baik.


"Eliza, kamu marah?" tanya Shalwa yang berhasil mengejar Eliza.


"Aku nggak marah," jawab Eliza kemudian. "Hanya saja aku merasa bersalah, kenapa Jibril harus membatalkan pernikahannya denganmu hanya karena ...." Eliza terdiam, ia teringat dengan apa yang di katakan Shalwa saat itu.


"Calon suamiku mengaku mencintai wanita lain dua hari sebelum pernikahan kami, jadi pernikahan kami batal."


"Apa Jibril sungguh mencintaiku? Apa dia mengakui itu?" tanya Eliza penuh penekanan.


Shalwa terdiam sejenak, ia menatap mata Eliza yang tampak tak sabar menunggu jawabannya. Hingga akhirnya Shalwa mengangguk pelan yang membuat Eliza langsung menghela napas panjang. Di satu sisi ia senang jika Jibril benar-benar mencintainya dan mengakui itu di depan keluarganya. Namun, di sisi lain ia juga tak bisa bahagia di atas penderitaan orang lain.


"Dia mengakui cintanya padamu di depan keluarganya dan keluargaku, tapi ..." Shalwa pun menarik napas panjang. "El, kalian berbeda. Keluarganya tidak akan mengizinkan itu begitu juga dengan keluargamu."

__ADS_1


...🦋...


__ADS_2