
"Aaaaaaaa" Teriak Yanda menahan sakit
Semua yang berada di sana sontak menoleh ke arah Yanda, dan betapa terkejutnya mereka melihat darah segar memenuhi punggung yanda.
Melihat darah mengalir dari tubuh wanita kesayangan mereka membuat mereka memukul lawan dengan membabi buta. Karena bertarung dengan penuh emosi membuat mereka dengan mudah mengalahkan para penculik itu. Karena merasa semua musuh sudah terkalahkan akhirnya mereka keluar dari ruangan itu. Indra dan Andra pun memapa adik nya keluar ruangan itu.
Namun Ternyata pria bertopeng masih belum menyerah.
"Jika kamu memang benar bisa membaca pikiran ku. kamu pasti tau jika aku akan menusuk pria yang berjalan di belakang kamu saat ini".Kata pria itu dalam hati.
Yanda yang Mendengar itu pun langsung berhenti dan berbalik mendorong Bayu. Sehingga pisau itu pun mengenai tepat di perut Yanda.
"Jangan menyentuh mereka yang menolongku". Ucap yanda pada pria itu dengan tatapan tajamnya.
Bayu yang terkejut karena di dorong yanda pun bergeser dan mereka semua menyaksikan penusukan untuk ke 2 kalinya.
"Aaaaa " teriak Yanda seraya memegang perutnya menahan sakit di perutnya.
Darah segar kembali mengalir dari tubuh wanita mungil itu. Pemandangan mengerikan itu Sontak membuat semua yang melihat pun terkejut dan panik. Mereka pun menghampiri Yanda yang tergeletak tak berdaya.
Andra dan indra yang melihat adik nya terluka pun ingin kembali menghajar pria bertopeng itu. Namun sayang saat akan menghajar pria itu sudah kabur terlebih dahulu.
"Yanda Bangun" Teriak Bayu sambil mengangkat tubuh mungil yang kini tak sadarkan diri.
Andra dan Indra yang mendengar teriakan itu kembali fokus dengan keadaan saudara perempuan mereka.
"Ayo cepat bawak ke mobil" perintah Indra.
Lalu mereka pun keluar dari ruangan itu.
___***___
Ternyata pria bertopeng yang berniat kabur dari Andra dan Indra bertemu dengan Lyan di luar ruangan itu. Pertemuan tersebut membuat pertarungan kembali terjadi.
Saat Lyan sedang bertarung tak sengaja ia melihat ke arah anak-anaknya dan betapa terkejutnya ia melihat anak perempuan satu-satunya di bawa dengan darah segar memenuhi seluruh tubuhnya. Melihat keadaan itu Lyan sontak terdiam.
Saat Lyan terdiam pria bertopeng itu pun mengambil kesempatan dan menendang Lyan Dan langsung kabur. Lyan yang mendapat serangan tiba-tiba itu pun tidak dapat menahan serangan itu dan terpental untung Andra sigap menangkap dan menahan tubuh ayah nya hingga tak terjatuh.
"Adek kamu kenapa?" Tanya Lyan.
__ADS_1
"Ceritanya panjang yah", ucap Andra.
Mereka pun mempercepat langkah mereka menuju mobil.
Diluar Riko dan Chika pun terkejut melihat Bayu yang membawa Yanda dengan keadaan terluka parah pun langsung menghampiri mereka seraya membuka pintu mobil Indra. Karena mobil itu yang paling dekat dengan posisi mereka.
Bayu yang melihat pintu mobil terbuka pun langsung membawa yanda ke dalam mobil itu.
Indra pun langsung masuk di kursi kemudi sedangkan ayahnya pun ikut masuk ke mobilnya Indra.
"Ayo cepat masuk"perintah Wahyu pada Chika dan Dan Riko.
Riko dan Chika yang mendengar itu pun langsung berbalik menuju mobil wahyu. Beruntung kunci mobil Bayu masi di tangan Andra sehingga mereka menyusul dengan menggunakan mobil Bayu.
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit di penuhi dengan khawatiran yang terus terpancar dari wajah mereka. Ketakutan akan kehilangan menghantui perasaan mereka di sepanjang perjalanan.
"Lyanda kenapa kak kok bisa kayak gini?" Tanya Chika sambil menangis.
" Kamu tenang aja yanda pasti nggak akan kenapa kenapa kok". Ucap Riko mencoba menenangkan Chika.
"Yanda mengalami 2x penusukan. 1 di punggung.takkan berakibat terlalu fatal.tapi yang di perut gue nggak menjamin sedalam mana pisau itu melukainya dan sefatal apa luka itu.Yang pasti dia bakal kekurangan banyak darah, soalnya jarak kita lumayan jauh dari rumah sakit. Kita berdoa saja. " Kata wahyu.
Berbeda suasana di mobil yang di kendarai Indra.
Lyan selalu menghadap belakang memperhatikan keadaan sang anak yg kini tengah tak sadarkan diri.
"Kenapa bisa gini? ". Gumam Lyan frustasi melihat ke arah anaknya yang penuh dengan darah.
"Maafin Indra yah. Indra udah nggak bisa jaga adek". Jawab Indra sedih seraya mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.
Setelah Mobil Indra memasuki area rumah sakit dan berhenti tepat di depan rumah sakit. Saat mobil berhenti Lyan pun langsung turun dan membuka pintu di samping Bayu. Bayu yang melihat Lyan membuka pintu pun langsung membawa Lyanda keluar.
Pihak rumah sakit yang melihat mobil pemilik rumah sakit pun langsung menghampiri mereka, dan berapa terkejutnya mereka melihat orang yang mereka bawa berlumuran darah. Hampir di sekujur tubuhnya.
Melihat keadaan itu pihak rumah sakit pun langsung mengambil tindakan terhadap pasien dan langsung membawa Yanda keruang IGD.
Sekarang Semua keluarga pun telah berkumpul di depan ruang IGD menunggu dokter keluar menyampaikan keadaan orang yang mereka sayangi.
Bunda yang datang pun langsung histeris menatap pintu ruangan itu.
__ADS_1
"Kenapa bisa gini yah?"Tanya Dinda. Pada suaminya.
Lyan yang mendengar itu pun langsung memeluk istrinya dan mencoba menenangkannya.
"Kalian gimana jaga adek 1 aja nggak bisa"bentak dinda pada kedua anaknya.
"Ayah juga bukannya ayah ada di sana kenapa. kenapa lyanda yang terluka,ayah nggak jaga Yanda atau gimana sih? " teriak dinda emosi melihat suami dan kedua anak laki-lakinya tak terluka, sedangkan anak perempuannya terbaring lemah di ruangan yang ada di hadapannya saat ini.
Lyan pun mempererat pelukannya berusaha menenangkan istrinya.
"Kenapa ,kenapa gini yah. Kenapa sampai yanda terluka? Kenapa hanya Yanda yang terluka?"Tanya dinda sambil menangis di pelukan lyan.
"Maafin kakak bun. Ini semua karena yanda mau nyelamatin aku. Mangkanya sampai terluka ".Ucap Indra.
Bayu yg mendengar Indra bicara pun langsung menghampiri dinda dan berlutut dihadapan dinda.
"Maafin bayu tante. Ini semua salah bayu.. Kalau yanda nggak nyelamatin bayu mungkin Yanda nggak akan sampai kayak gini".Ucap Bayu seraya menunduk takut melihat kekecewaan di wajah Dinda.
"Ini maksudnya gimana ya? Lyanda terluka nyelamatin Indra sekarang bayu juga bilang gitu".Tanya dinda bingung.
.
Saat dinda tengah bingung. Pintu ruang operasi pun terbuka.
Sontak mereka langsung menghampiri sang dokter.
" Bagaimana keadaan anak saya dok?" Kata Lyan.
"Semua luka tusuk pada anak tuan tak berakibat fatal. hanya saja saat ini pasien belum sadarkan diri" kata dokter
Saat tengah menjelaskan tiba-tiba seorang perawat datang menghampiri mereka..
"Maaf dok persediaan darah yang sama dengan pasien habis." Ucap perawat itu.
"Karena luka di bagian perut lebih besar sehingga pasien kekurangan banyak darah." Lanjut dokter itu.
"Apakah ada dari pihak keluarga yang mempunyai golongan darah yang sama dengan pasien.? " tanya Dokter.
__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌