
"Loh kelewatan ndra". Kata bayu.
"Loh nggak ngerti" Bentak Andra..
"Loh egois. Loh nggak lihat apa adik loh nangis gitu gara-gara loh".ucap Riko.
"Kalian nggak ngerti . Wajar la kalian nggak ngerasain jadi gue. Coba kalian di posisi gue pasti sama aja kan". Kata Andra kesal.
"Mereka emang anak tunggal tapi gue sama Diki punya saudara. Tapi kita nggak kayak loh."Kata wahyu terpancing emosi.
"Alah kata loh aja. Coba kalian di posisi gue loh beda 2 tahun tapi lulus bareng. Orang-orang bakal nilai gue b***h padahal dia nya aja yang egois akselerasi sampai 2x.apa salah nya SMA sama kayak yang lain". Omel andra emosi.
"Kalau gue jadi loh gue bakal setuju dengan orang tua loh. Dari pada gue kehilangan adik cewek gue satu-satunya". Jawab Diki.
Ucapan Diki membuat Andra terdiam dan berpikir.
"Maksud loh apa hah?? Mau ngancem gue gitu". Kata andra mencengkram kerah baju Diki.
"Loh egois marah tanpa Nanya maksud orang tua loh apa. 2x adik loh dalam bahaya nggak buat loh berpikir. Orang-orang masih ngincar adik loh entah apa yang mereka inginkan. Jika emang nyawa pasti mereka lebih memilih memberikan suntik mati dari pada hanya membuat yanda koma". Kata Bayu.
"Kemarin waktu loh pergi indra nelpon kita.Dia jelasin alasan orang tua loh milih akselerasi lagi. Seharusnya loh bisa mikir lebih jernih nggak kayak gini lebih pentingkan ego loh dari pada keselamatan keluarga loh". Omel riko.
"Tapi ayah nggak jelasin semua itu" Kata Andra melemah menyadari kesalahannya.
"Seharusnya loh mikir kalau loh lulus siapa yang jaga adik loh. 2x kejadian ini aja belum tau siapa dalang nya". Kata Riko.
"Coba loh pikir dalang penculikan bisa aja dari sekolah baik guru, atau murid sama kayak kita. Penculikan bisa aja udah di rencanakan dari jauh-jauh hari. Dia WA sama yanda loh nggak bisa pulang bareng padahal loh nggak ngirim pesan itu. Bukan itu cukup bukti kalau dalang nya bagian dari sekolah ini. Dan loh masi egois nggak ngizinin adik loh lulus bareng loh. 1 tahun bukan 1/2 hari loh biarin adik loh dalam bahaya loh bisa jamin keselamatan adik loh 1 tahun itu".Kata Bayu.
Mendengar omelan Bayu ,Andra dan teman-temannya pun hanya terdiam. Pria yang begitu dingin dan hemat bicara bisa sangat peduli dengaN keadaan yanda.
"Sudah yu. Kita tinggal aja dia sendiri dia butuh waktu untuk mikir sikap dia yang udah kelewatan"Kata wahyu.
"Kalau pikiran loh udah jernih kita selalu ada kok buat loh. Kita cuma nggak mau loh egois kayak gini. Mana andra yang peduli sama adik nya... Mana andra yang selalu siap jaga keluarga nya?"Tanya Diki.
"Kita bakal ada kok buat bantu loh". Kata Riko.
Mendengar semua perkataan teman-teman nya andra pun langsung pergi dari sekolah. Ia memilih pulang untuk mencari tahu kebenaran tentang apa yang teman-teman nya sampaikan.
__ADS_1
Ia pun mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
Sesampai di rumah ia pun langsung mencari keberadaan ayah dan bunda nya.
Di pintu masuk ia pun bertemu dengan seorang pelayan ia pun bertanya di mana kedua orang tuanya.
"Ayah di mana bik? Tanya andra.
"Tuan dan nyonya di ruang kerja tuan muda indra tuan." Jawab pelayan itu.
Tanpa menjawab dan tanpa berterima kasih andra pun langsung menuju ruang kerja Indra. Begitu sampai di depan ruang kerja indra ia pun langsung membuka pintu dan langsung masuk.
Dinda yang terkejut dengan keberadaan andra yang seharusnya berada di sekolah ia pun langsung bertanya.
"Loh Andra kok kamu udah pulang nak?"Tanya dinda
"Bukannya kamu nggak kasi waktu ayah ngomong?Kata Lyan
"Tapi kan seharusnya ayah ngomong sama andra." jawab Andra.
"Kamu kan marah dan pergi dari rumah sebelum ayah jelasin". Jawab Lyan santai.
" Sekarang ayah jelasin sama Andra apa yang sebenarnya terjadi."pinta Andra.
"Kemarin om dika nelpon minta ayah temui dia.Dia jelasin tentang cairan yang ingin penjahat itu berikan kepada adik kamu.Itu cairan yang bisa membuat orang koma/nggak sadarkan diri.ntah apa maksud nya memberikan suntikan itu ke pada adik kamu. Karena ayah udah cerita sama bunda akhir nya bunda hubungi tante kamu dia bilang lusa di akan ke sini jelaskan semua nya karena dia nggak bisa sampaikan lewat telpon tapi dia minta ayah buat akselerasi kan lagi aja adik kami demi kebaikan nya" kata Lyan menjelaskan
"Kenapa ayah nggak bilang yah?tanya Andra.
"Ayah nggak mungkin cerita saat ada adik kamu. Ayah takut dia khawatir. Ayah juga bingung sebenarnya apa yang terjadi". Kata lyan frustasi.
"Lusa tante jam berapa kesini?tanya Andra
"Mungkin agak siang nak kenapa." kata Lyan balik bertanya.
__ADS_1
"Nggak papa, cuma ada yang mau aku tanya aja sama tante. O iya bun Andra balik ke sekolah ya soalnya tas aku tinggal tadi." kata Andra
"La tinggal suruh adik kamu aja yang bawah pulang." jawab Dinda.
"Ya ini sekalian mau jemput yanda bun. Sekalian mau minta maaf tadi udah bentak-bentak dia."Kata Andra seraya senyum-senyum.
" Apa kamu bentak adik kamu?" Tanya bunda emosi.
"He iya bun soal nya andra tadi kan lagi kesal bun." jawab Andra santai.
"Kamu bunda aja nggak pernah bentak anak bunda". Kata dinda sambil ingin menjewer telinga Andra.
Karena hapal akan apa yang akan orang tua nya lakukan Andra pun langsung kabur meninggalkan orang tua beserta kakaknya.
"Andra pergi lagi ya yah,Kak"pamit Andra seraya berlari.
"Kamu nggak pamit sama bunda teriak dinda." tanya Dinda ikut teriak-teriak.
"Ogah bunda aja mau jewer aku" balas Andra.
"Ayah lihat anak kamu tuh."Rengek dinda.
"Apa bun ayah udah bosan lihat anak kamu itu. Bukannya tiap hari ayah lihat dia? .kata Lyan santai.
"Ih ayah ma nggak seru".rengek dinda sambil memeluk tangan suami nya.
"Tolong kondisi kan bun di sini ada anak kamu tuh". Kata Lyan. seraya menunjuk ke arah Indra duduk.
"Udah kan masalah bunda tadi sekarang bunda ke dapur aja ya masak buat makan siang kita. Bentar lagi juga anak-anak pulang kan". Perintah Lyan pada sang istri.
" Iya deh"jawab Dinda pergi meninggalkan suami dan anak nya.
bersambung
__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌
__ADS_1