
"Bawah pohon sebelah kiri cewek yang baju biru". Kata diana menyampaikan apa yang tara katakan
"Ngomong dong dari tadi jadi kita nggak perlu jadi kayak orang bodoh gini"Kata Riko kesal.
"Orang dia nya baru ngomong juga" Kata Diana ketus.
"Ya udah yuk samperin. "Ajak Yanda.
"Permisi kak boleh gabung?"Tanya Chika.
"Eh iya boleh" jawab ayu seraya menghapus air mata nya.
"Maaf kak kalau kita ganggu kakak." Kata wahyu.
yanda dan yang lain pun terkejut mendapati ayu yang sedang menangis.
"Adu bingung nih mau ngomong gimana nggak tega dia nya lagi sedih". Kata Andra.
"Maaf apa benar kakak nama nya ayu?" Tanya bayu
"Iya saya ayu. Ada perlu apa ya?"Tanya Ayu bingung.
"Emm gini kak kita di sini cuma mau memberikan ini untuk kakak". Kata bayu seraya memberikan kotak yang telah di berikan ibu Tara.
"Apa ini?"Tanya ayu heran
"Ini dari kak tara. Kita cuma nyampai kan pesan kak tara aja kok" Jawab Diana.
"Tara?" Tanya ayu kaget dan langsung membuka kotak yang ada di tangannya.
"Itu cincin yang ingin kak tara berikan sama kak ayu Saat lamaran nanti tapi takdir berkata lain" Kata Diana.
Mendengar ucapan diana sontak tangis ayu makin kuat. Melihat ayu yang menangis yanda dan chika pun mendekatinya.
"Kakak yang sabar ya.kakak pasti bisa kak kakak kuat kak" kata yanda.
"Kamu janji 4 bulan lagi kamu bakal datangin orang tua aku buat yakinkan mereka tapi kenapa kamu ninggalin aku".kata ayu sambil menangis menatap cincin tersebut.
"Kak tara minta maaf dia cuma mau kakak jangan terlalu bersedih. maaf tidak bisa menepati janji dia sama kakak.kak tara cuma mau kakak tersenyum dan bisa melanjutkan hari-hari seperti semula lagi jangan terlalu menyalahkan diri kakak atas kecelakaan ini. Semua ini bukan karena kakak tapi ini sudah takdir yang maha kuasa"kata Diana menyampaikan pesan Tara.
"Orang tua aku terlalu egois nggak mikir perasaan aku. Sekarang aku nggak bisa lagi bersama orang yang aku sayang nggak ada yang ngerti lagi apa yang aku mau. Nggak ada orang yang mau menuruti semua keinginan aku" Kata ayu sambil terus menangis.
"Maafkan mama nak bukan itu maksud mama. Mama cuma kamu bersanding dengan orang yang sama seperti kita. Keluarga mereka nggak sama kayak keluarga kita"kata mama ayu yang tiba-tiba hadir di sana.
Mendengar itu sontak membuat Andra dan teman-teman nya pun langsung terdiam.
__ADS_1
"Ma aku bahagia sama dia. Dia yang selalu ada buat aku. Mama papa cuma sibuk sama kerja,kerja dan kerja. mama papa nggak pernah ada waktu untuk aku. Apa mama papa bisa jamin aku bahagia sama pilihan mama papa. Aku nggak butuh harta mama papa tapi aku juga butuh waktu mama dan papa. Sampai kapan sih harus di batasi materi.kekayaan bisa di cari sama-sama pa"kata ayu mulai emosi.
"Maafkan papa nak sudah egois nggak mikir perasaan kamu kami terlalu sibuk dengan kerja dan melupakan kamu.kami merestui hubungan kamu jika emang itu yang kamu mau" Kata Papa ayu mulai merestui hubungan anaknya.
"Iya nak kami akan merestui kalian" ulang mama ayu.
"Telat semua udah telat. Kalian bahagia kan Tara udah nggak ada lagi ini kan yang kalian mau Tara udah ninggalin aku. Mama papa puas kan" Bentak Ayu seraya menangis.
"Nak Tara kemana nak biar papa yang cari dia.asal kamu mau maafin kami nak" Kata papa ayu
"Cari aja di akhirat". Jawab ayu kesal.
"Maksud kamu?" Tanya papa dan mamanya kompak.
"Kak Tara udah meninggal om Tante".jawab Bayu.
"Apa? Kalian siapa? " Tanya mama ayu.
"Maaf om tante kita teman kak Tara"jawab Diki
"Apa benar nak Tara udah meninggal?" Tanya mama ayu.
"Iya tante kemarin kak Tara kecelakaan di jalan merpati" Kata Diana.
"Iya ini semua karena mama papa nggak pernah merestui aku sama Tara. Bahagiakan kalian ini kan yang kalian mau".Kata Ayu
"Orang tua jahat". Kata yanda kesal mendengar kata hati mereka.
"Hus adek jangan ngomong gitu". Kata Andra seraya menyenggol lengan sang adik.
"Sekarang kan dia udah nggak ada untuk apa kamu marah sama mama dan papa. Apa dengan kamu marah begini dia bakal hidup lagi" Kata mama ayu.
"Ma jangan gitu" Kata papa Ayu. .
"Kenapa pa benarkan yang mama bilang apa dengan dia marah begini tuh anak miskin bakal balik hidup lagi. Kan nggak.? Jadi nggak ada gunanya juga kan" Kata Mama ayu
"Jangan egois tante coba tante di posisi anak tante. Coba yang kecelakaan itu om bukan kak tara. Emang benar marahnya kak ayu sama om dan tante nggak akan buat kak tara hidup lagi tapi apa salahnya dia mengeluarkan unek-unek yang dia rasa. Apa om sama tante selama ini tau apa yang anak om pendam. Biarkan dia mengeluarkan emosi nya emang nggak buat kak tara hidup tapi setidak nya bisa mengurangi beban pikiran kak ayu" Kata Yanda kesal.
"Kamu anak kecil mana ngerti masalah ginian" bentak mama ayu.
"Eh om tante jangan bentak-bentak adik gue dong. Dia cuma ngomong apa adanya. Apa om tante tau anak tante nangis di sini sendirian.kak ayu marah karena dengan menangis belum bisa ngeluarin semua kesal nya. Kalian seharus nya sebagai orang tua ada untuk menjadi kaki saat dia nggak bisa jalan lagi jadi mata saat dia nggak. Bisa lihat. Bukan seperti ini anak lagi down mala di masukin ke jurang."omel Andra kesal.
"Sabar ndra" Kata Wahyu mengingatkan.
"Gimana mau sabar adik gue di bentak-bentak" Jawab Andra.
__ADS_1
"Udah kan tuh cincin udah sampai ke orangnya pesan juga udah di sampaikan ya udah kita pulang biarkan keluarga ini selesai kan masalahnya sendiri"Ajak bayu pada teman-temannya.
"Ya udah kak kita pamit kita cuma mau kasi cincin itu aja kok". Kata diana.
"Sekarang kamu pulang ikut mama dan papa". Kata kedua orang tua ayu.
"Kejam banget jadi orang tua" kata riko kesal melihat kedua orang itu menarik anaknya sendiri
"Mungkin dia rada gila anak manusia kok di geret kayak kerbau". Kata Diki.
"Ya yuk pulang". Ajak andra saat telah sampai di mobilnya.
"Kasian ya kak ayu" Kata Chika.
"Gini ya rasanya bantu hantu". Kata Riko.
"Eh kalian mau lihat kak tara nggak dia mau pamit tuh?" Tanya Diana.
"Nggak ah serem males ntar nggak bisa makan lagi" Tolak Riko
"Nggak kok dia udah ganteng karena dia udah nggak ada beban lagi. Dia udah bisa pergi dengan tenang" Kata Diana.
"Apa iya kak?" Tanya yanda dan chika antusias.
"Beneran kok" Jawab Diana.
"Ya udah mau deh lihat dia. penasaran gimana tampang hantu ganteng" kata chika semangat.
"Ya udah gue pinggirin mobil bentar ya" kata Andra.
Saat mereka membuka mata mereka pun terkejut melihat sosok pria tampan sedang berdiri mengenakan pakaian serba putih tepat di depan mobil mereka.
"Terimakasih kalian sudah mau membantu saya. Sekarang saya sudah bisa pergi dengan tenang" Kata Tara pamit.
"Ini kak tara ganteng banget". Kata chika heboh
"Alah gantengan juga gue. Dia ganteng tapi pucat" Kata Riko cemburu.
"Dia pucat aja ganteng apa lagi nggak pucat.? Nggak kayak loh masi hidup aja jelek apa lagi udah mati tambah jelek". Kata chika.
"Saya pamit Terima kasih banyak atas bantuan kalian.Jaga Dia. Dan Hati-hati ke depan banyak rintangan yang akan kalian hadapi" Pesan Tara.
Setelah mengatakan itu Tara pun langsung hilang.
__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌