ISTIMEWA

ISTIMEWA
Jalan Berujung Petaka 2


__ADS_3

"Loh bisa diam nggak ko". Bentak bayu yang berada di samping yanda. Ia tau wanita di sampingnya begitu lemas sekarang. namun ia mengerti mengikuti apa yang diana katakan mungkin pilihan tepat. Mengingat diana yang tadi telah memberi tahu yanda dalam bahaya.


Mendengar bentakan bayu semua yang di dalam mobil pun terdiam.


"Diana yang memberitahu yanda dalam bahaya. Jadi tolong percaya dengan apa yang ia katakan. Mungkin ada baiknya kita mendengarkan dia Untuk sekali ini. Lo Ndra telpon dokter keluarga loh suruh ke rumah loh sekarang. Biar begitu sampai rumah loh yanda bisa langsung di tangani"kata Bayu menjelaskan.


Andra pun langsung menghubungi dokter Lisa


"Halo tante" Kata Andra saat panggilan telah terhubung dengan dokter Lisa.


"Iya Andra ada apa." Tanya Lisa


"Tante bisa ke rumah sekarang . jika kami belum sampai tante tunggu aja ya" Pinta Andra.


"Ada apa ndra?" Tanya dokter Lisa khawatir.


"Pokok nya tante ke rumah aja sekarang" Kata Andra memutuskan sambungan Telepon.


"Diana sekarang loh jelasin apa yang sebenarnya terjadi?" Kata andra meminta penjelasan .


"Bisa bawa mobil nya capat sedikit nggak kecepatan 80/100 kalau begini yanda bisa-bisa nggak sadarkan diri lagi dan kalian akan bertemu dengan yang mengejar kalian". Kata hantu anak kecil itu pada diana.


"Wahyu bisa nggak bawa mobil nya kecepatan 80-100 kalau gini bawa nya bisa-bisa kita semua dalam bahaya" Kata Diana.


"Gila lo mau kita semua mati". Protes Andra.


"Bukan aku yang bilang tapi hantu anak kecil yang di rumah sakit kemaren yang bilang begitu. Jujur aku sekarang merasakan. Banyak energi negatif yang mengikuti kita" Kata Diana jujur.


Mereka pun menoleh ke arah Diana. Benar dari raut wajahnya aja sudah sangat terlihat wajah ketakutan.


"Loh turutin deh yu". Kata Andra mengalah dengan situasi ini.


"Iya" Jawab wahyu kembali fokus nyetir


Karena mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi akhirnya mereka bisa lebih cepat sampai di rumah.


Saat mereka sampai bersamaan dengan mobil dokter lisa.


Andra pun langsung menggendong yanda.


"Kak adek bisa jalan kok" Pinta yanda agar tak di gendong oleh Andra.

__ADS_1


"Udah diam aja .kamu masih lemes banget" Jawab Andra.


Yanda yang menyadari keadaan nya pun hanya terdiam dan menuruti perkataan Andra.


Dinda yang melihat Andra menggendong yanda pun langsung panik dan menghampiri mereka.


"Adek kamu kenapa nak?" Tanya dinda panik.


"Yanda nggak papa kok bun tante lisa juga uda sampai tolong buka kamar yanda bun. "Pinta Andra saat telah sampai di depan pintu kamar Yanda.


Dinda yang mendengar itu pun langsung menuruti permintaan sang anak. Dan Dokter lisa pun langsung mengecek keadaan Yanda .


"Apa yang sebenarnya terjadi Andra". Tanya Lyan menatap tajam anak nya.


"Ayah sabar.Kalian semua ganti baju pakai baju Andra aja kan baju kalian basa semua. Setelah selesai om dan tante tunggu di kamar yanda". Perintah Dinda.


"Baik om tante". Jawab Bayu. Diki, Riko, dan Wahyu.


"Apa yang sebenarnya terjadi diana chika?" Tanya Lyan pada kedua gadis yang tersisa.


"Maafin kita om tante Lyanda hampir tenggelam di pantai"Kata Diana.


"Apa?. Andra ke mana? Kok bisa nggak lihat adek nya? ". Tanya dinda syok.


Saat mereka terdiam dokter lisa pun keluar dari kamar yanda.


"Bagaimana keadaan anak saya dok?" Tanya Lyan menghampiri dokter Lisa.


"Lyanda baik-baik saja tuan. Hanya kelelahan. Dan terlalu banyak menelan air laut. Obatnya sudah saya letak di meja kamar nya. Obat yang kotak putih harus di oleskan pada kaki yang memar. Mungkin untuk 1 sampai 2 hari ini yanda akan sedikit pincang karena pergelangan kaki nya mengalami memar yang cukup parah". Kata dokter Lisa menjelaskan.


"Baik dok terimakasih." Kata Lyan.


"O iya lebih baik bantu yanda untuk mengganti pakaian takut nya nanti malah jadi masuk angin" Pinta dokter Lisa..


"Iya dok." Jawab Dinda.


"Baik tuan dan nyonya saya pamit." Kata dokter lisa pamit.


"Iya dok trimakasih.saya antar sampai depan".Kata Lyan


Lyan pun langsung mengantar dokter sampai teras rumahnya. Sedangkan Dinda menghampiri yanda membantu sang anak mengganti pakaian yang masih basah.

__ADS_1


"Kamu buat bunda khawatir sayang"kata Dinda memeluk anaknya.


"Maafin Yanda bun". Kata yanda sambil menunduk.


Saat mereka sedang berpelukan tiba-tiba terdengar ketukan pintu.


"Bun udah selesai belum?" Tanya Lyan dari depan pintu.


"Sudah ya silahkan masuk" jawab Dinda.


Lyan pun masuk ke kamar yanda di iring dengan indra dan Andra serta teman-temannya.


"Bagaimana keadaan kamu sayang" kata Lyan menghampiri yanda.


"Maafin yanda yah udah buat ayah khawatir" Kata Yanda sedih.


"Kakak gimana kok jaga adek 1 aja nggak bisa sih kalau sampai beneran tenggelam gimana?" Omel Dinda pada Andra.


"Maafin Andra bun. Andra nggak tau kalau bakal jadi kayak gini" Jawab Andra mencoba menenangkan emosi sang bunda.


"Bunda juga kalau tau bakal jadi kayak gini bunda nggak akan ngizinin kalian pergi." Jawab Dinda asal.


"Bukan nya di dekat pantai ada rumah sakit kenapa kalian bawa Yanda pulang kalian kalau terjadi apa-apa di jalan gimana?" Kata Lyan ikut ngomel.


"Kalau masalah itu tante dan om tanya kan langsung aja pada Diana. Dia yang minta kita langsung pulang bukan nya ke rumah sakit." Kata Riko yang masih kesal akan sikap Diana.


"Seharusnya kalau kamu nggak bisa jaga adek kamu nggak usah sok sok mau ngajak jalan." Kata Indra kesal pada andra.


"Iya aku tau aku salah udah lalai. Tapi aku juga nggak mau kayak gini kak" Jawab Andra.


"Ayah, bunda ,kak indra. Jangan marah sama kak Andra. Kakak nggak salah kok. Ini semua salah adek" Kata yanda tak tega melihat Andra di salahkan semua orang.


"Om tante ini bukan salah Andra kok. Ini semua salah bayu udah ninggalin Lyanda sendirian.


Padahal Andra dan diana udah berpesan jaga yanda".. Kata Bayu.


"Om butuh penjelasan bukan seperti ini Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Lyan kesal belum mengetahui sebab semua ini.


"Jadi gini om tante. Kak Andra, Diki, riko sama wahyu. Pergi menggunakan ATV terus aku sama kak diana ke toilet. Tinggal yanda dan kak Bayu. Saat di toilet kak diana tiba-tiba aja bilang yanda dalam bahaya kita lari nyamperin. eh tau-taunya kak bayu lagi beli es krim katanya yanda minta di belikan es mangkanya yanda di tinggal,dari situ kita langsung lari nyamperin yanda dan yanda nya udah di pantai, terus kak Bayu langsung nyusul nolong yanda. Nggak tau kenapa Tiba-tiba yanda dan kak Bayu tenggelam untung kak Andra dan yang lain sempat pegang tangan kak Bayu dan akhirnya semua selamat." Kata Chika menjelaskan.


untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌


__ADS_2