
"Ya ampun ndra lama-lama emosi gue lihat loh . Kalau dia pergi dari sini loh mau nih bocil kesurupan lagi ambil pisau potong tangannya.Kalau ada diana dia kan bisa lihat mereka.Emang loh bisa lihat mereka????" Tanya kata Diki.
"Nih orang cuma bisa emosi. Nggak bisa mikir" Lanjut Riko.
Mendengar perkataan Diki dan Riko membuat Andra pun terdiam.
____****____
Setelah Chika dan Diana telah selesai membereskan semua tas mereka pun langsung menghampiri Yanda di UKS.
"Kita udah selesai ni. Loh kenapa belum pergi temui pak joko ndra? " Tanya Diana saat melihat Andra masi di UKS.
"Ini juga mau pergi"
"Kakak mau pergi kamu jangan kemana-mana. Kalian jagain tuh anak.
Ayo kita pergi. " Omel Andra kemudian pergi.
"Aaaa kakak lo so sweet banget si. Perhatiannya luar biasa, pengen diperhatiin juga dong"kata Chika.
"Dih nih anak ada-ada aja"kata yanda dan Diana kompak.
____*****____
"Loh yakin ini rumah nya ko? " Tanya Andra saat berhenti di depan rumah tua.
"Iya yakin tadi malam juga gue ke sini" Jawab Riko.
"Assalamualaikum" Kata Diki seraya mengetuk pintu.
"Waalaikumsalam"
Terdengar jawaban dari dalam rumah tersebut.
"Ada apa nak? Apa ada kesurupan lagi?" Tanya pak joko saat membuka pintu melihat Riko.
"Nggak kok pak cuma kita di suruh sama nenek" Terdiam sesaat. ." Aduh siapa nama nenek tadi ya.? " Kata Riko bingung.
"Iya kita nggak tau nama nenek nya" Sambung Diki.
"Nenek siapa ya nak?" Tanya pak joko heran
"Aduh pak kita lupa nanya siapa nama nenek-nenek tadi.intinnya Dia yang udah bantu adik saya kesurupan tadi pak. Dia minta agar bapak pagari adik saya" Kata Andra mencoba menjelaskan.
"Adik kamu yang malam tadi? " Tanya pak Joko.
"Iya pak. Maaf kita lupa nanya nama nenek tadi pak" Jawab Andra.
"Jangan-jangan dia.????".. Kata Riko .
"Dia manusia ko kakinya nyentuh tanah juga" Jawab Diki seolah-olah mengerti apa yang di pikirkan Riko.
"Loh yakin.? " Tanya Riko penasaran.
"Iya gue yakin" Jawab Diki singkat.
"Bisa kita bertemu sama adik kamu! " Pinta Pak Joko.
"Baik pak" Jawab Andra.
__ADS_1
Mereka pun berjalan menuju ke lokasi Camping.
"Aneh ya. kok bisa sih adik loh tenggelam di sungai!? " Tanya Riko sambil terus berjalan.
"Apa adik kamu tenggelam di sungai? " Tanya Pak Joko.
"Iya pak dia tenggelam di sungai. Tapi kita udah cek kok lokasi di sana nggak dalam. Tapi adik saya bisa ketarik sampai ke tengah sungai." Kata Andra menyampaikan kejanggalan yang terjadi.
"Jangan-jangan emang dia anak yang di maksud" Kata Pak joko pelan..
"Kenapa pak? " Tanya Andra, bingung.
"Eeh itu nenek tadi" Tunjuk Riko menghentikan rasa penasaran Andra
"O sinar yang kalian maksud" Jawab pak joko seraya melihat wanita yang dikatakan Riko.
"Sinar" Teriak pak joko.
"Eh Joko. Kamu mau kemana?
Eh kalian udah ketemu sama Joko.
Anak itu terluka dan sepertinya aroma darahnya sudah tercium oleh mereka. Akan sangat bahaya jika dia terlalu lama di sini" Kata Nenek Sinar mencoba menjelaskan .
"Tapi dia bukan anak itu tak kan jadi masalah karena saya sudah bertemu dengan dia semalam" Jawab Joko.
"Apakah kamu tak menyadari jika ia lah anak yang dimaksud?" Tanya Nenek Sinar.
"Dia bukan indigo bahkan dia tak mempunyai penjaga seperti yang di katakan" Jelas Pak Joko.
"Iya juga. tapi aroma darah itu sudah cukup bukti jika ia emang incaran mereka" Kata Nenek Sinar meyakinkan.
"Sebenarnya sudah di ramalkan akan datang anak yang mempunyai keistimewaan yang akan datang ke sini. Diramalkan juga bahwa anak itu akan memberikan kesucian untuk kampung kami. Di mana ciri-cirinya anak itu mempunyai kemampuan lebih di antara anak-anak lainnya. Serta dia mempunyai penjaga yang akan selalu menjaganya"kata Nenek Sinar
"Jadi maksud kalian anak itu Adik saya?"Tanya Andra.
"Iya" Jawab nenek Sinar singkat. .
"Belum pasti nak soalnya saya tak melihat adanya penjaga di adik kamu" Jawab Pak Joko meragukan jawaban Nenek Sinar.
"Penjaga penjaga maksud nya gimana sih? " Tanya Riko tak mengerti.
"Jangan-jangan penjaga yang selalu di katakan Diana. Ingat kejadian di pantai Diana juga bilang penjaga yanda nggak ada" kata Diki mencoba mengingat
"Iya Diana juga sering bilang penjaga yanda nggak ada berarti yanda dalam bahaya.ia kan". Kata Riko
"Jadi kalian pernah lihat penjaga nya?" tanya pak Joko
"Eh belum pernah pak Diana yang pernah lihat kita mah nggak" Jawab Riko.
"Jadi kenapa malam itu tidak ada penjaganya dan seharusnya adik kamu itu indigo tapi kenapa dia nggak padahal di umur yang sekarang seharusnya dia sudah bisa melihat mereka sesuai yang ditakdirkan"Jawab Pak Joko penuh keraguan atas jawab Riko.
"Iya seharusnya anak seumuran dia sudah bisa melihat mereka. Tapi kenapa dia nggak bisa? " Lanjut nenek Sinar penuh kebingungan.
"Maaf ya nek sama bapak. Adik nih orang emang belum cukup umur dia mah kelewat pintar di saat anak seumuran dia masi SMP tapi dia udah SMA". Kata Riko.
"Jadi adik kamu belum 17 tahun?" Tanya pak Joko dan nenek Sinar kompak.
"Ya belum la aku aja belum 17" jawab Andra.
__ADS_1
"Dia udah 15?" Tanya nenek Sinar.
"Belum juga 2/3bulan lagi baru 15" Jawab Andra.
Tiba-tiba ponsel Andra berbunyi
"Nih anak kenapa nelpon?" Kata Andra secara menatap layar ponselnya.
"Siapa Ndra?"tanya Riko dan Diki.
Mereka berdua pun langsung menatap layar ponsel Andra. Tertulis CEWEK ANEH. Andra pun segera menjawab panggilan tersebut.
"Kenapa?" Tanya Andra
"Kalian di mana? Udah ketemu. Belum Sama pak joko? " Tanya Diana.
"Iya udh ini juga lagi di jalan bentar lagi sampai" Jawab Andra singkat.
"Kalian cepat ke sini. Yanda ama Bayu dalam bahaya" Kata Diana.
"Apa" Kata Andra.
Panggilan telpon pun terputus.
"Yanda ama Bayu dalam bahaya kita harus cepat ke sana" Kata Andra kemudian berlari di ikuti yang lainnya.
____****____
UKS
"Jangan lepasin yanda yu mereka banyak banget". Teriak Diana
Aaahh
teriak Bayu tiba-tubuhnya terhempas terbentur dinding UKS.
"Lepaskan anak itu jika kamu ingin selamat" terdengar suara menggema di UKS.
"Kak ini gimana aku takut"kata Chika bersembunyi di belakang Diana.
"Jangan bicara Chika jangan berhenti membacakan ayat kursi kalau kamu mau selamat" Jawab Diana mengingatkan Chika.
Braak
Bunyi kursi menghantam tubuh yanda namun di hadang Bayu.
"Kamu nggak kenapa-kenapa kan". Tanya Bayu
"Kak lepasin aku. Atau kakak yang dalam bahaya".pinta Yanda tak tega melihat Bayu yang terus-terusan menjadi incaran para hantu.
"Andra di mana Diana??aku udah nggak kuat melawan mereka yang nggak bisa aku lihat" Tanya Bayu.
Tiba-tiba tubuh Bayu terangkat tenyata makhluk itu tengah mencekik lehernya.
Yanda pun hanya menangis melihat tubuh Bayu,tubuh yang terus melayang seraya menahan sesak tercekik makhluk itu.
__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌
__ADS_1