
"Iya biar tambah marah entar aku kasih tahu kalau kamu manggil kak Indra Singa" Kata Andra mengejek sang adik.
"Kalian ngapain ganggu kakak dari tadi. Kan sudah di bilangin jangan ganggu kakak meeting. Kalau sampai kerja sama ini batal kalian harus tanggu jawab"Kata Indra emosi.
"Bukan aku kak nih bocah yang cari masalah dari tadi" Jawab Andra santai.
"Maaf kak bukan gitu" Kata Yanda.
"Adik kucing nya lucu banget". Kata yanda menyapa anak kecil yang lewat di hadapannya membawakan anak kucing.
"Iya kak kucing nya cantik kan mama baru aja beliin tadi. Jadi kucing ini belum 1 jam sama aku. Kakak mau? Kakak bisa beli di toko di sana kak.". Tunjuk anak itu.
"Nih anak di marah tapi masih sempat negur orang lain". Kata Andra geleng-geleng melihat tingkah yanda..
Indra yang melihat itupun hanya mengambil nafas dalam." Seharusnya nggak bawa mereka tadi,semua nggak akan kayak gini" Kata Indra frustasi.
"Cantik banget kucing nya Oh iya tadi kakak salah pesan nih. Belum di makan kok pesanannya kakak kasih sama kucing adik aja ya. Kayak nya kucing nya masi lapar." Kata yanda menyuapi sang kucing dengan makanan Indra yang mereka ambil.
.
"Terima kasih kak" Kata anak kecil itu.
Tak lama setelah itu kucing yang memakan makanan itu pun tergeletak tak sadarkan diri.
"Kakak kasih apa sama kucing aku kok kucingnya mati" teriak anak kecil itu. Saat melihat kucing nya tak sadarkan diri.
Andra dan Indra pun sontak langsung melihat ke arah kucing yang di maksud.
"Astaga kenapa gini". Ucap Andra saat melihat kucing itu tergeletak.
"Mama kakak ini udah bunuh kucing aku". Kata anak itu menangis memeluk ibunya.
"Maaf tante adik saya nggak bermaksud gitu" Kata Indra meminta maaf.
"Kalian harus tanggung jawab" Kata wanita itu.
"Iya tante saya janji akan ganti rugi atas matinya kucing ini" Kata Indra.
Manajer kafe yang mendengar keributan pun menghampiri mereka.
"Maaf tuan nyonya ada apa kenapa ribut di kafe saya? " Tanya manager kafe.
__ADS_1
"Anak ini sudah meracuni kucing saya lihat kucing saya tak sadarkan diri" Kata wanita.
"Adik saya emang memberi makan kucing nona ini tapi makanan yang di berikan makan yang di pesan di kafe ini. Apa anda bisa menjelaskan kenapa makanan ini mengandung racun bagaimana jika tadi saya yang memakan makanan ini" Omel Indra pada sang manajer
"Maaf tuan tapi makanan di kafe saya semua nya higenis kami tak pernah memberi racun seperti yang anda tuduhkan"tolak sang manajer.
"Lalu bagaimana dengan kucing anak itu.kucing ini begini karena adik saya memberi makanan dari kafe ini"kata Indra tegas.
"Kak udah."Kata yanda menarik lengan Indra.
"Dek kakak akan ganti ya kucing nya nanti kakak beli yang lebih lucu. Tante minta alamat tante biar nanti kucingnya langsung di kirim ke rumah tante. Ini kartu nama ayah saya jika kucingnya hari ini nggak sampai tante bisa hubungi ayah saya ya".kata yanda menyerahkan kartu nama ayahnya.
"Dan anda om manajer perhatikan kerja karyawan om jangan karena di sogok orang mau saja memberikan makanan beracun ini kepada pelanggan.kafe ini yang akan di rugikan jika karyawan om seperti ini." Kata Yanda pada sang manajer.
"Anda anak Lyan Wijaya? Pemilik Wijaya group.?" Tanya wanita yang membaca kartu nama yang diberikan yanda.
"Iya tante kita anak Lyan Wijaya
Ini Kakak saya dan ini adik saya" Kata Andra memperkenalkan diri mereka..
"Sudah ayo pergi dari sini". Ajak Indra menarik lengan kedua adiknya.
"Kak Indra kenapa diam aja. Nggak jadi marah sama kita?" Tanya Andra yang penasaran melihat sikap Indra.
Indra yang mendengar pun malas berdebat dengan Andra.
Sesampai di rumah Indra pun langsung masuk tanpa melihat kedua adik nya.
"Aneh kenapa dia diam aja? " Tanya Andra melihat Indra meninggalkan mereka.
"Kak Indra cuma syok aja. Dia pikir dia baru aja selamat dari kematian" Jawab Yanda.
"Haha jadi tuh anak takut mati." Kata Andra sambil tertawa terbahak-bahak.
Mereka pun akhirnya menyusul Indra yang telah hilang di balik pintu
Ternyata Lyan dan Dinda nya masih menunggu kepulangan anak-anak nya.melihat wajah sang anak sulung yang begitu kusut mereka pun mulai bertanya.
"Kakak kenapa muka nya kayak gitu. Adik-adik kamu mana?" Tanya Dinda penasaran.
"Kakak hampir mati bun". Jawab Indra seraya duduk memeluk sang bunda.
__ADS_1
"Apa yang terjadi yanda mana?" Tanya Lyan panik.
"Yah aku yang hampir mati Kok mala nanya Yanda sih" Jawab Indra kesal.
"Baru hampir kan belum mati adik-adik kamu di mana?"Tanya Lyan lagi.
"Ternyata benar kak Indra takut mati dek." Kata Andra tertawa melihat Indra memeluk Dinda.
"Apa yang terjadi sebenarnya kenapa satu anak aku pucat satu mala tertawa".tanya Dinda bingung melihat tingkah anak-anak nya.
"Kak Indra hampir makan makanan beracun yah" Jawab Andra.
"Apa kok bisa? Sekarang apa yang kamu rasakan sayang apa perlu bunda panggil dokter lisa.?" Tanya Dinda panik.
"Kok bisa? Kalian makan di kafe mana? "Tanya Lyan
"Bukan salah kafe nya yah tapi klien kakak tuh yang bermasalah" Jawab Yanda singkat.
"Maksud nya? "Tanya Lyan
"Jujur kakak dari tadi bingung tapi mau nanya kakak syok soalnya hampir mati" Kata Indra.
"Iya dek kamu juga belum jelasin sepenuhnya sama kakak" Kata Andra meminta penjelasan.
"Kamu jelasin kenapa kalian ganggu kakak meeting. Terus dari mana kamu tau kalau makanan itu beracun? kamu tau makanan itu beracun kenapa kamu kasih ke kucing anak kecil itu tadi? Kucing aja makan dikit langsung mati"kata Indra meminta penjelasan.
"Kakak nggak akan mati kok meskipun makan makanan itu". Jawab Yanda santai.
"Nggak mati gimana kucing aja makan sedikit langsung mati. Berarti kakak juga bakal mati kalau makan makanan itu tadi". Kata Indra.
"Kakak enggak akan mati meski makan makanan itu karena cewek tadi juga nggak mau kakak mati. Dia cuma mau miliki kakak serta harta kakak seutuhnya" Kata Yanda mulai menjelaskan.
"Terus kenapa kucing nya mati kalau yang kamu bilang itu benar" Tanya Indra.
"Sudah ajal nya kak. Umur kucing nya cukup sampai hari ini aja" Jawab Andra santai.
"Kakak serius Andra" Kata Indra penuh penekanan.
__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌
__ADS_1