
"Dia yang ngasi tau gue kalau yanda dalam bahaya. Dia juga di kasi tau sama hantu di sekolah kita." Kata Andra jujur.
"Apa????? "Kata riko dan chika kompak.
"Apaan sih kok kompak banget mana kuat banget lagi sakit nih telinga kita".Protes Diki.
"Kakak beneran bisa lihat hantu kak?" Tanya chika penasaran.
Diana hanya menganggukkan kepalanya..
"Hantu nya cantik nggak??" tanya Riko penasaran
"Nggak .malahan serem, mukanya pucat. Rambutnya panjang."Kata diana menjelaskan.
"Iihh serem". Kata riko.
"Wee kakak keren bisa lihat hantu".Kata Chika kagum.
"Kalian nggak anggap aku aneh kan?" Tanya Diana ragu.
"Nggak lah kak. Kan di dunia ini emang ada yang punya indra ke enam. Kakak mau nggak jadi temen aku? "ajak Chika antusias.
"Kamu beneran mau temenan sama aku.?" Tanya Diana ragu.
"Iya kak aku pengen punya temen indigo soalnya serukan kakak bisa lihat hantu. Di novel-novel hantunya kan baik-baik mana ada yang ganteng juga kan. Jadi kalau kakak lihat hantu gantengkan kakak bisa ngasi tahu aku ya kak." Cerocos chika.
"Kamu nggak takut?" Tanya diana pada Chika
"Nggak kak". Jawab chika langsung.
"Iih mereka cocok temenan kan sama-sama aneh" kata riko.
"Apa loh bilang? "tanya chika melotot ke arah Riko.
"Nggak papa cuma mau bilang loh emang nggak takut hantu tapi hantunya yang takut sama loh". . Kata riko.
Mendengar ucapan riko sontak semua yang ada di ruangan itupun tertawa.
"Dasar loh aja yang penakut". Kata Chika.
"Idih siapa bilang gue penakut gue berani kok." Elak Riko
"Berarti kamu berani dong sama hantu anak cewek di belakang lo sekarang." Kata Diana.
"Apa" kata riko seraya melompat menjauh dari posisi ia berdiri.
Hahahahahaha melihat reaksi riko kembali mereka tertawa puas.
"Apa-apaan sih nakut-Nakutin aja". Kesal riko.
__ADS_1
"Aku nggak nakutin kok beneran ada tuh di sana hantu anak kecil cewek gaun putih rambut sebahu meluk boneka beruang kecil warna coklat." Kata diana menjelaskan.
"Adu pakai di jelasin lagi. Udah ya dek adik pergi dari sini kakak takut dek" kata Riko memohon pada hantu itu.
"Dia nggak mau pergi, dia mau jadi temen yanda kata nya." Kata diana menyampaikan apa yang di katakan hantu anak kecil itu.
"Adik gue nggak butuh teman dari dunia lain. Jadi mending kamu pergi" Perintah Andra pada hantu anak-anak itu.
Mendengar jawaban itu hantu itu pun marah dan membanting tas Andra yang ia letak kan di sofa ruangan itu.
Sontak semua yang ada di ruangan itu terkejut riko pun langsung memegang lengan Andra.
"Gara-gara loh tuh". Kata riko pada Andra.
"Maaf ya dek kakak ini cuma khawatir sama adiknya. Dia nggak maksud jahat kok." Kata Diana mencoba bicara pada hantu itu
"Bukan kakak asal melarang kalian berteman tapi adik saya ini kan bukan indigo jadi gimana cara nya kalian bisa berteman?"Kata Andra ikut menjelaskan pada hantu itu.
"Iya dek maaf ya bukan kakak nggak ngizinin kamu buat temenan sama kakak. Tapi kakak kan nggak tau kamu. Kakak nggak tau keberadaan kamu jadi bagaimana cara kita berteman".Kata yanda menjelaskan.
"Kakak cantik juga indigo tapi waktu nya aja yang belum tepat, cepat/lambat kakak pasti bisa lihat kami." Kata hantu anak-anak
"Apa??? "Tanya Diana.
" Dia bilang apa? "Tanya Andra.
"Apa " kata Andra dan lainnya terkejut.
"Maksudnya gimana? "Tanya Andra bingung.
"Kakak cantik sebenarnya indigo tapi nunggu waktu aja. Kalau kakak umur 15 sekarang berarti besar kemungkinan di umur 17 baru kakak bisa lihat kami.kata hantu itu.
Mendengar itu Diana pun mengulang apa yang hantu itu katakan agar semua yang di ruangan bisa tahu apa yang dikatakan hantu itu.
"Berarti masi lama yanda juga belum 15 tahun" jawab Andra santai.
"Kalau belum 15,berarti besar kemungkinan di umur 15 dia udah bisa lihat kami".Kata hantu itu sambil tersenyum.
Diana pun mengulang kembali apa yang hantu itu katakan.
"Apa? "Kata Andra.
"Sekarang umur adik berapa.?" Tanya Andra khawatir.
"15 tahun kurang 3 bulan 25 hari kak" jawab Yanda.
"Gila 3 bulan lagi kamu bakal jadi indigo dek." Kata Andra panik.
"Nggak mungkin kak. Orang indigo ya dari lahir/pernah koma. Nah adek kan nggak ada gejala itu kak.kata Yanda polos.
__ADS_1
"Tapi dari keluarga bunda kita ada keturunan indigo dek".Kata Andra panik.
"Kalian jaga kakak cantik ini karena banyak yang mengincar kakak cantik ini. Kalian bersyukur ada kakak ini yang bisa lihat kami setidaknya kakak bisa tahu kalau dari kaum kami ada yang jahat dan mau mencelakakan kakak cantik ini.
Aku akan bantu jaga kakak meski kakak belum bisa lihat aku." Kata hantu itu lalu pergi begitu saja.
Semua perkataan itu Diana sampaikan kepada semua yang ada di ruangan itu termasuk kedua orang tua Yanda.
"Maksudnya gimana ?"tanya Indra khawatir dengan keadaan adiknya.
"Percuma hantu nya juga udah pergi" Jawab Diana
"Kemana dia pergi." Tanya Andra.
"Nggak tahu dia hilang gitu aja"jawab Diana.
" Bagaimana kita mau nanya kalau hantu nya udah nggak ada"kata Andra frustasi.
"Dia bilang bakal tetap jaga yanda berarti dia akan muncul lagi. Kita bisa tanyakan sama dia jika dia datang". Kata Diana
"Siapa kamu sebenernya nya kenapa mereka mau nolong kamu. Hantu wanita disekolah juga. Apa ini ada hubungannya dengan cahaya yang ada di diri kamu?" Pikir Diana seraya menatap ke arah yanda.
"Eh udah sore nih kita pulang dulu ya. Loh bareng gue atau pulang sendiri? "tanya riko pada chika.
"Nggak ah bentar lagi papa ke sini jadi aku nunggu disini aja." Tolak chika.
"Loh mau gue anter pulang atau gimana?"Tanya andra pada Diana.
"Nggak usah aku bisa pulang sendiri". Jawab Diana.
"Kakak pulang bareng aku aja. Tapi tunggu papa aku dulu ya kak." Tawar Chika.
"Nggak usah dek aku pulang sendiri aja." Tolak Diana.
"Pokok nya pulang bareng aku aja kak. Nggak bole nolak titik". Paksa chika.
"Udah kakak bareng Chika aja. nih anak suka maksa kak." Kata yanda seraya tersenyum ke arah Chika.
"Yanda kamu apa-apaan sih." Kata chika.
"Iya-iya aku bareng kamu." Kata Diana
___*****_____
BERSAMBUNG..
__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌
__ADS_1