ISTIMEWA

ISTIMEWA
Pertengkaran Andra Dan perasaan Cemburu Bayu


__ADS_3

Keesokan harinya.


Yanda yang dari kemaren ingin mendekati Diana untuk bertanya yang sebenarnya dilihat gadis itu, ternyata belum mengurungkan niatnya sehingga ia mengikuti Andra ke kelasnya.


"Ngapain kamu ngikutin kakak?. tanya Andra yang melihat adiknya berjalan mengikuti langkahnya. " kelas kamu harusnya lurus ke sana ngapain ikut belok ke sini? lanjut Andra.


"Pengen kekelas kakak." jawab Yanda singkat.


"Sana balik ke kelas kamu. Kakak nggak ngizinin kamu ketemu sama cewek aneh itu" Perintah Andra.


"Tapi kak.. " kata Yanda.


"Nggak ada tapi-tapian. udah sana, kamu nggak kasihan sama kakak kamu, kamu mau uang jajan kakak 1 bulan Bunda potong kalau kamu sampai luka lagi. " Ucap Andra.


"Aman kak Yanda nggak akan luka lagi kak. Lagian kalau uang jajan kakak di potong kakak ambil uang jajan Yanda aja." jawab Yanda polos.


"Kakak nggak tau ada urusan apa kamu sama dia tapi kakak minta kamu dengar omongan kakak Yanda" ucap Andra sambil menatap tajam adiknya.


"kakak nggak mau kamu kenapa-kenapa dek. Tolong ngerti maksud kakak. " ucap Andra dalam hati.


Yanda yang mendengar isi hati Andra pun langsung mengurungkan niatnya dan berbalik menuju kelasnya.



Saat Andra tiba di kelasnya ia pun langsung menghampiri Diana yang tengah duduk sambil membaca buku. Andra pun Langsung mendatanginya seraya menggebrak meja Diana.


"Gue nggak tau loh punya urusan apa dan masalah apa sama adek gue. Tapi gue peringatkan loh jangan perna lagi dekat-dekat Sama Yanda. Apa lagi sampai buat dia terluka seperti kemaren. Ngerti!!" Kata Andra memperingatkan Diana.


Diana yang kaget mejanya di gebrak pun langsung menoleh ke sumber suara. Setelah Andra berhenti bicara ia pun menjawab


"Gue nggak punya urusan apa-apa sama adek loh. Loh salah kalau ngelarang gue dekat sama dia karena dia yang selalu ganggu hidup gue dan terus nyamperin gue. Seharusnya loh Ingatkan adek loh bukan gue. " Jawab Diana


"Awas loh kalau Berani macam-macam sama adek gue. Gue pastikan Nama loh nggak akan ada di daftar siswa SMA ini. " Ancam Andra.


"Dasar anak pemilik sekolah beraninya cuma ngancam, " gumam Diana namun masi dapat di dengar Andra.


"Apa loh bilang " Kata Andra seraya ingin memukul muka Diana.


Untung tangan Bayu cepat menghadang tangan Andra. Dan yang lain mulai menarik lengan Andra.


"Kalian apa-apaan sih" tanya Andra emosi.


"Loh nggak malu berantem sama cewek? " tanya Bayu


"Nggak.Cewek kayak gitu emang perlu di kasi pelajaran". Jawab Andra yang masi emosi.


" Sudah-sudah tuh pak Dimas datang"ucap Riko melerai perdebatan temannya.


Mereka pun kembali ke tempat duduk masing-masing dan mengikuti pelajaran.


___***___


Bel pun berbunyi. Para siswa mulai disibukkan dengan kesibukan masing-masing


Di kelas Yanda.

__ADS_1


"Hei" Sapa daffa Ragu.


"eh Daffa " jawab Chika. sedangkan Yanda hanya fokus pada pikirannya ia merasa aneh kenapa dia nggak bisa mendengar suara hati ataupun pikiran cowok yang sedang berada di hadapannya saat ini.


"Kalian nggak ke kantin?? Tanya Daffa.


" Kantin kok ini baru mau kantin "Lagi-lagi chika yang menjawab karena yanda hanya Diam.


" Yanda yuk kantin"ucap chika menyadarkan lamunan temannya.


Yanda yang tersadar pun hanya menjawab dengan anggukan kepala.


saat ke tiga orang ini tengah menikmati makanannya terganggu karena teriakan heboh dari para fans kakak kelas mereka. karena sudah hapal dan mulai terbiasa sehingga Yanda pun tak menghiraukan suara para fans kakak nya. Ia justru merasa terganggu saat kakak dan ke 4 temannya menghampirinya.


"Kamu siapa? Tanya Andra pada Daffa.


" Dia teman sekelas kita kak".jawab Yanda.


"O gitu. Kakak bole kan ikut gabung di sini?? " Tanya Andra.


"Boleh banget kok kak" jawab Chika cepat.


Tanpa yanda sadari ada sepasang mata yang menatap tajam ke arahnya. seakan tak menyukai keakraban wanita itu dengan pria yg duduk di sampingnya.


"Aneh kenapa aku nggak suka liat dia dekat-sama cowok lain" Ucap Bayu dalam hati.


Diki, Riko, Dan Wahyu yang melihat ekspresi temannya pun merasa aneh melihat Bayu. mereka pun mulai menyenggol lengan Andra memberi kode untuk melihat Bayu..


Andra pun mulai menatap Bayu serius. Namun dia hanya tersenyum.


"apaan sih loh? tanya Bayu.


" perasaan bakso kak Riko udah abis deh"jawab yanda polos.


Teman-teman Bayu pun langsung tertawa melihat tingkah polos Yanda.


"Kayak nya bukan punya kak Riko deh Yan tapi cuma makanan kak Bayu yang masi utuh. " Jawab Chika.


"Kak Bayu kenapa nggak makan. Kalau tadi nggak selera makan seharusnya nggak usa pesan kan mubazir kayak gitu. " ucap Yanda menceramahi Bayu.


Mendengar jawaban panjang Yanda membuat Andra dan teman-temannya kembali tertawa.


"Bayu bukan nggak selera makan dek tapi lagi sakit dek" jawab Andra sambil tersenyum.


"iya sakit, sakitnya tuh di sini, " sambung Riko seraya memegang hatinya.


Mereka pun kembali tertawa..


Bayu yang merasa di pojokkan teman-temannya pun bersuara.


"Kalian apa-apaan sih?? Kakak nggak papa kok cuma tiba-tiba aja nggak selera." Jawab Bayu.


"Siap-siap Ndra loh bakal punya adek ipar nih bentar lagi." Goda Riko.


Andra yang mendengarkan pun hanya tertawa tanpa Berkomentar.

__ADS_1


"Hah Emang siapa yang Mau nikah?? adek ipar berarti??? ihh kakak aneh Cowok aja nggak punya gimana ceritanya bisa ada adek ipar??" tanya Yanda Bingung


Mendengar jawaban yanda alhasil mereka semua tepuk jidat. kecuali Daffa yang merasa ada saingannya.


" sabar Yu. masi polos,"bisik wahyu pada Bayu.


tak lama setelah itu bel pun berbunyi membuat mereka kembali ke kelasnya.


Saat ingin pergi dari kantin Andra pun berbisik pada Bayu.


"Sabar adek gue emang polos. selamat berjuang ya kayak nya loh punya saingan deh" ucap Andra seraya berlari mengejar Yanda.


"dek tunggu kakak mau ngomong bentar" teriak Andra menghentikan langkah Yanda.


Karena yanda yang di panggil kakaknya Chika pun pamit meninggalkan Yanda.


"gue duluan ya yan. " pamit Chika.


Yanda pun hanya menjawab dengan anggukan kepala saja.


saat kakak nya berhenti tepat di sampingnya yanda pun bertanya.


"kenapa kak?? tanya Yanda.


saat ingin bicara Andra yang melihat Daffa tengah menatap adiknya pun membatalkan niat awal dia memanggil Yanda.


" Nggak Ada manggil aja he "ucap Andra seraya berlari meninggalkan adiknya.


Dasar kakak aneh. ucap Yanda sambil berjalan ke kelasnya.


Saat di perjalanan sekolah Andra pun mulai mengajak Yanda Ngobrol. Karena adiknya satu ini sama dengan Indra kalau nggak di ajak ngobrol ya nggak akan ngomong duluan.


" Kamu nggak usah terlalu dekat dengan teman cowok kamu tadi"ucap Andra


"Siapa Kak? tanya Yanda.


" cowok yang di kantin tadi. Jawab Andra singkat.


"O Daffa. Kenapa kak? tanya Yanda penasaran.


" Kakak nggak suka. "kata Andra.


" Apa alasannya kak? masa cuma nggak suka tanpa alasan gitu.?" tanya Yanda.


"Kakak nggak suka. Dia aneh. Kamu kenapa sih suka banget dekat-dekat sama orang aneh. jawab Andra.


" iya kak dia emang aneh aku bahkan nggak bisa dengar suara hatinya."kata yanda dalam hati.


"hei nih anak di bilangin mala bengong" ucap Andra menyadarkan Yanda.


"he iya iya adek nggak cari masalah sama orang-orang aneh. " jawab yanda sambil tersenyum.


"bagus anak pintar." ucap Andra sambil mengacak rambut adiknya.


__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌


__ADS_2