ISTIMEWA

ISTIMEWA
Cerita


__ADS_3

"Aduh chik sakit telinga gue. teriaknya bisa pelan-pelan dikit nggak?"Omel yanda.


"Aduh Yanda kalau pelan bukan teriak namanya"kata Chika tersenyum.


"Ya udah yuk samperin kak Diana"lanjut Chika.


"Gimana keadaan kakak" Tanya Chika saat telah berhadapan dengan Diana.


"Agak mendingan dek" Jawab Diana.


"Kakak kemana tadi kok kita nggak lihat kakak waktu istirahat. Di tanya sama kak Andra jawabannya nggak tau" Kata Yanda.


"Kakak tadi istirahat di perpus dek" Jawab Diana.


"O iya kak kita di mana mau ketemu hantu itu?"Tanya Chika semangat.


"Di rumah kalian aja biar sekalian mau sampaikan masalah ini sama orang tua kalian" Kata Diana.


"Iya ayah sama bunda belum tau masalah ini. Ya udah di rumah aja" Kata Yanda.


Sesampai di parkiran mereka pun menunggu ke 5 pria itu.


"Cowok kok lama banget ya bukannya yang biasa lama tuh cewek". Omel Chika kesal.


"Perasaan waktu gue tinggal mereka udah mau keluar kelas kok lama juga ya". Tanya Diana ikutan heran.


"Udah sabar. Bentar gue telpon kak Andra dulu deh"kata Yanda sambil mengambil ponsel di tasnya.


Ia pun langsung menghubungi sang kakak yang tak kunjung datang.


Saat panggilannya terhubung


"Ngapain nelpon?" Tanya Andra.


"Kakak di mana kok lama banget?" Tanya Yanda.


"SUdah di belakang loh?" Jawab Andra Santai.


"Hah?"kata yanda heran lalu berbalik.


"Kakak ngapain telpon di angkat kalau udah di sini?" Kata Yanda kesal.


"Kirain penting" Jawab Andra Santai.


"Penting, penting kalau penting udah dekat juga nggak usah diangkat kali kak". Kata Yanda kesal.


"Hehe ternyata adek gue marah tambah cantik" kata Andra seraya mengacak rambut Yanda.


"Apaan sih kusut nih rambut entar cantik gue ilang" Kata Yanda cemberut.


"Tenang cantik loh nggak bakal ilang kok bayu aja terpesona tuh lihat muka loh" Kata Riko menggoda Bayu.


Mendengar apa yang di katakan Riko bayu pun hanya melirik dan terdiam.


"Ya udah yuk langsung pulang aja" Ajak Andra.

__ADS_1


"Eh tunggu" Kata Wahyu.


"Kenapa"Tanya Andra heran.


"Kalian lupa hantu kan nggak bisa masuk rumah loh gimana ceritanya mau manggil tuh hantu di rumah loh? ". Tanya wahyu.


"Iya juga ya." Jawab Riko seraya berpikir.


"Kan hantu bisa masuk kalau menyentuh anggota keluarga mereka" kata chika


"ya udah suruh hantu nya gandeng Andra aja" sambung Riko memberi saran.


Mendapat jawab itu sontak Riko mendapat hadiah pukulan di kepala nya


"Mulut loh cepet banget nyambung nya.nyambar kayak petir aja" Kata Andra setelah memukul kepala Andra


"Hantu kemaren masuk pegang nih anak. ya udah pegang dia aja lagi"lanjut Andra.


"Ala bilang aja lo penakut". Goda Riko.


"Gue panggil sekarang aja ya" Pamit Diana.


Diana pun manggil nama shafa dalam hatinya.


Begitu Diana menyebutkan namanya shafa pun langsung muncul di belakang Riko.


"Kenapa kamu memanggil ku?"Tanya shafa sambil tersenyum karena ia sudah lama menunggu Diana untuk memanggil namanya.


"Anna pasti sudah cerita sama kamu jadi kita mau nanya soal itu tapi kita mau kamu ikut sama kita biar orang tua mereka juga tau masalah ini". Pinta Diana pada hantu itu.


"Baiklah" jawab Shafa singkat.


"E bentar gue mau nanya. hantu nya di mana ya?" Tanya Riko penasaran.


"Tuh di belakang loh" jawab Diana santai.


"Astaghfirullah"kata Riko pindah posisi ke belakang bayu.


Melihat tingkah Riko mereka pun tertawa ngakak.


"Gila kenapa sih hantu nya hobi banget nongol dibelakang gue? "tanya Riko frustasi.


"Loh penakut jadi mereka suka ama loh."Jawab bayu santai.


" Nih anak sekali-sekali ngomong nyakitin"kata Riko cemberut.


"Ya udah ayo berangkat. Ayah ama bunda juga udah di rumah kok gue udah hubungi mereka tadi". Ajak andra.


"Iya ayo berangkat." Jawab Yanda.


"Loh minta hantu nya satu mobil ama kalian ya jangan di belakang gue" Pinta Riko pada Diana.


"Iya gimana kalau dia mau satu mobil sama loh? "Tanya Diana.


"Mobil gue nggak muat buat dia. lagian kalau dia satu mobil sama gue dia nggak bakal bisa masuk rumah mereka kan" Jawab Riko

__ADS_1


"Sudah-sudah minta hantunya bareng Yanda aja. Nggak kasian entar dia pipis di celana kalau tuh hantu bareng dia" Goda Diki.


"Sembarangan aja" Kata Riko.


Setelah itu mereka pun berangkat menuju rumah Andra.



Sepanjang perjalanan tak henti-henti mereka mendengar ocehan chika..


Begitu sampai di rumah andra mereka pun berkumpul di ruang tamu.


Saat semua berkumpul dan orang tua nya masih di kamar andra pun mulai berbicara.


"Loh cocok sama Riko chik sama-sama nggak bisa diem". Kata andra.


"Idih cocok kok sama dia si kak. Siapa juga yang mau sama dia"Jawab Chika.


"Emang siapa yang mau sama loh?" Jawab Riko tak mau kalah.


"Iya kalian cocok loh chik jadi kan rumah kalian berdua bakalan rame terus tuh" Sambung Diana.


"Yang gue pikirin anak nya bakal seheboh apa ya. Soalnya orang tua nya kan sama-sama nggak bisa diam tuh" sambung Andra.


Mendengar ucapan andra pun membuat semua tertawa.


Saat asik tertawa tiba-tiba Lyan dan Dinda pun datang.


"Lagi ngomongin apa sih kok kayaknya seru banget" Sapa Dinda sambil duduk di samping anak bungsunya.


"Nggak papa kok bun lagi ngebayangin anak kak Riko sama chika bun".kata Yanda.


"Emang Chika sama Riko pacaran?" Tanya Lyan.


"Nggak kok"jawab Riko dan chika kompak.


"He kalau pacaran juga nggak papa kalian cocok kok"jawab Dinda.


"Iya bun cocok sama-sama nggak bisa diam kan bun.? "Kata Andra.


Mendengar ucapan itu pun sontak membuat andra mendapat 2 tatapan tajam yaitu dari Chika dan Riko.


"Udah sebenarnya kalian mau ngomong apa? Ayah udah pulang kantor demi kalian" Tanya Lyan.


"Udah loh jelasin" kata andra pada Diana.


"La kok aku? Kan tinggal kamu bilang aja kan udah jelas tadi" Jawab Diana.


"Mala mereka debat" Kata Dinda sambil menggelengkan kepala melihat tingkah sang anak.


"Yanda jelasin nak" pinta Lyan.


"Jadi gini yah bun pagi tadi yanda kan minta kak indra antar tuh karena yanda ngerasa ada yang nggak beres sama kak indra. Sepanjang perjalanan yanda merasa ada yang ngikutin jadi yanda minta chika sama kak diana temui yanda di mobil kan kak diana bisa lihat mereka tuh jadi siapa tau ada yang ngikutin kak indra. Dan ternyata dugaan yanda benar bun kak Indra ada yang ngikutin.Kata kak diana yang ngikutin nya jahat bun"kata Yanda mulai menjelaskan.


"Jadi sekarang gimana? "tanya Dinda khawatir.

__ADS_1


__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌


__ADS_2