ISTIMEWA

ISTIMEWA
Indigo


__ADS_3

"Bagaimana kamu bisa tau nak?" Tanya Lyan yang ikut penasaran.


Ia merasa berterima kasih pada Diana kalau bukan karena Diana mungkin sekarang ia tidak akan dapat melihat anak nya lagi.


"Maaf sebelumnya kak dan om.


Mungkin kalian nggak akan percaya dengan apa yang akan saya katakan tapi sebenarnya saya benar-benar jujur kalau saya di beritahu oleh hantu wanita yang di dekat sekolah om". Kata Diana ragu jika mereka akan percaya dan mungkin ia akan di tertawakan.


"Jadi kamu bisa lihat mereka? Tanya Indra terkejut.


Mendengar respons itu Diana hanya mengangguk.


"Jadi kamu benar-benar indigo?"tanya Andra.


"Kamu tau dari mana?" Tanya Diana terkejut dengan ucapan Andra.


"Yanda yang bilang waktu dia pertama ketemu loh." Jawab Andra.


"Jadi dia tau aku indigo tapi dia tau dari mana?" Ucap diana polos.


"Ya mana gue tau" jawab Andra ketus.


"Terimakasih ya nak karena kamu Penjahat itu gagal memberi suntikan itu" Kata Lyan pada Diana.


"Jadi om percaya dengan apa yang saya katakan?"Tanya Diana.


"Iya om tau kamu anak baik. Kamu juga nggak kelihatan bohong. Lagian di keluarga tante kamu juga ada yang bisa lihat mereka. Jadi om nggak terkejut lagi". Jelas Lyan.


"Siapa yah?" Tanya Indra penasaran.


"Bunda juga indigo yah?" Tambah andra.


"Bukan, bunda dulu pas kecil juga bisa lihat tapi oma kalian memilih menutup mata batin bunda jadi bunda nggak bisa lihat mereka lagi"Jawab Dinda yang tiba-tiba hadir di tengah mereka.


" Bunda"kata indra dan Andra kompak.


"Jadi siapa bun yang bisa lihat hantu?" Tanya andra penasaran.


"Tante indah kamu juga indigo. Tapi kayak nya nggak nurun tuh sama ponakan kalian soalnya Vika nggak bisa lihat mereka" Kata Dinda menjelaskan.


"O gitu bun".Kata Indra dan Andra kompak.


Obrolan mereka pun terputus karena dokter yang menangani Yanda keluar dari ruangan.


"Dok bagaimana keadaan anak saya?"tanya Dinda khawatir.


"Alhamdulillah pasien baik-baik saja hanya jahitannya sedikit terbuka karena pergerakan tiba-tiba dari pasien" Jawab dokter.


"Baik dok terimakasih" Kata Lyan mengakhiri percakapan.

__ADS_1


Dokter itu pun pergi meninggalkan keluarga Lyan.


"Yah aku mau telpon bayu bentar ya mau minta tolong antar tas andra soalnya ketinggalan di kelas" Pamit andra


"Iya" Jawab Lyan Singkat


"Hallo yu loh di mana?" Tanya Andra


"Di kantin kenapa?"jawab Bayu singkat


"Gue bisa minta tolong,tolong loh antar tas gue sama tas Diana ke rumah sakit soalnya kita di rumah sakit sekarang. Gue mau balik ke sekolah tanggung bentar lagi juga balikkan" Kata Andra.


"Iya" jawab bayu singkat. Sambil langsung mengakhiri panggilan.


" Gila nih cowok hemat amat ngomongnya


Nggak nanya kenapa gue di rumah sakit gitu. Gue cabut loh dari daftar calon adik ipar gue" Omel Andra seraya menatap layar ponselnya.


____****____


"Siapa yu?" Tanya Diki.


"Andra minta antar tas dia sama diana ke rumah sakit"Jawab Bayu.


"Kenapa tuh anak di rumah sakit ama cewek aneh tuh lagi jangan-jangan mereka mau gugurin kandungan Diana???"Tuduh riko.


"Hus ngomong kok sembarangan kalau didengar anak-anak lain gimana?"Tegur wahyu.


"Aku nebeng ya kak ke rumah sakit soalnya tadi pagi nggak bawak mobil." Kata chika yang baru saja datang.


"Gila nih cewek dari mana datangnya kok tiba-tiba ada di sini"Kata riko terkejut.


"Ya udah nanti kamu bareng riko aja" Kata Diki.


"Makasih kak" jawab chika.


__***__


Bel pulang pun berbunyi.


Ke 5 siswa itu pun langsung menuju rumah sakit.


Saat di parkiran.


"Loh kakak-kakak bawak mobil sendiri-sendiri ya? " Tanya chika melihat keempat pria tampan itu menuju mobil mereka.


"Iya kenapa kalau mau bareng gue ayo. Kalau loh ngarepnya naik mobil Bayu mending loh jalan kaki aja". Kata riko ketus, sambil membuka pintu mobilnya.


" Bukan gitu kak. Kalian kan rata-rata searah kok nggak 1 mobil aja. Kan lebih seru bareng-bareng".. Jawab chika sambil masuk mobil Riko.

__ADS_1


"Kita emang jarang 1 mobil, kita cowok bukan cewek yang gabung pasti rumpi" Jawab Riko


"Tapi pas penculikan kemaren kalian bisa 1 mobil" tanya Chika penasaran.


"O. Kemaren juga bawak mobil masing-masing kok. Tapi lagi mendesak ngapain harus bawak mobil masing-masing lagian kan makan waktu kalau gue Diki sama andra harus balik ke parkiran ambil mobil" Kata Riko menjelaskan.


"O iya kemaren juga kok bisa kak bayu sama kak wahyu langsung bawak mobil gitu"Tanya Chika penasaran.


"Instingnya bayu tuh lebih kuat. Kita sama-sama lari kok dari lorong kelas tapi pas di depan gue dengar Bayu teriak ngajak wahyu langsung ambil mobil. Mungkin Karena liat penculik itu bakal kabur. Kami bertiga lanjut lari siapa tau masi bisa kan nyelamatin kalian". Jelas riko.


"O gitu"jawab chika.


___****___


Saat sampai di rumah sakit mereka pun langsung menuju ruangan yanda.


"Yanda gue kangen, sepi banget gue nggak ada loh" Teriak chika langsung memeluk yanda.


"Jangan terlalu kuat soalnya tadi jahitan nya agak terbuka" Tegur Andra saat melihat Chika yang begitu semangat memeluk Yanda.


"La kok bisa Yan?" Tanya chika panik langsung melepas pelukannya.


"Tadi ada penjahat yang mau celakain dia untung nih cewek yang ngasi tau jadi gue sama dia bisa bantu. Kalau nggak. Nggak tau deh bakal gimana". Kata Andra seraya menunjuk Diana.


"Loh kok bisa gitu gimana ceritanya?" Tanya Riko kepo.


"Kamu nggak papa kan?" Tanya Bayu sambil mendekati Yanda.


"Nggak papa kok kak. Cuma jahitan nya aja tadi agak terbuka karena yanda geraknya terlalu dipaksakan". Jawab Yanda menjelaskan.


"Tadi aja gue telpon loh langsung matiin. Sekarang khawatirkan loh". Kata Andra menyindir Bayu.


"Nih tas loh berdua" kata Bayu seraya memberikan tas Andra.


"Gimana ceritanya Ndra kok bisa loh sama tuh cewek bisa tau?" Tanya riko penasaran.


"Mending lo jawab Ndra dari pada temen lo mati penasaran tuh. Loh tau nggak tadi dia bilang loh di rumah sakit karena ngantar Diana buat gugurin kandungannya".kata Diki polos.


Mendengar penuturan temannya sontak tangan ringan Andra pun menjitak kepala Riko.


"Aduh-aduh" teriak Riko.


"Tuh mulut kalau sekolah ya di ajak sekolah biar tau sopan santun, nggak asal nuduh" kata Andra.


"Sorry gue kan cuma asal ngomong aja tadi, loh juga jadi cowok kok ember banget sih Dik" Jawab Riko


"Dia yang ngasi tau gue kalau yanda dalam bahaya. Dia juga di kasi tau sama hantu di sekolah kita." Kata Andra jujur.


__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌


__ADS_2