
Tiba-tiba tubuh Bayu terangkat tenyata makhluk itu tengah mencekik lehernya.
Yanda pun hanya menangis, melihat tubuh Bayu yang terus melayang seraya menahan sesak tercekik makhluk itu.
"Yanda"teriak Andra.
"Kak tolongin kak Bayu" Pinta Yanda pada sang kakak.
Saat Andra ingin mendekat tiba-tiba tubuhnya terpental.
"Aaaaa" teriak Andra.
Saat pak joko tiba ini pun mulai membacakan beberapa doa
"Jangan mengganggu pak tua apa kamu bosan hidup" Kata Makhluk itu Seraya melemparkan meja ke arah pak joko. Namun meja itu hancur dengan sendirinya mereka yang melihat hanya terdiam.
"Lepaskan anak itu". Bentak pak joko.
Kemudian melanjutkan membaca doa-doa dan di bantu nenek sinar yang juga ikut membacakan doa.
____****____
Tak butuh waktu lama akhirnya bayu pun terduduk lemas. Dan melepaskan genggaman tangannya.
"Kamu baik-baik aja kan? " Tanya Bayu menatap Yanda.
"Aku yang harusnya nanya gitu" Jawab Yanda.
"Obati anak itu"perintah pak joko.
"Saya mau bicara sama kalian semua bisa kan kita pinjam 1 ruangan di sini" Kata pak Joko.
"Bisa pak" jawab wahyu.
"Kami akan pergi setelah mengobati bayu. Tapi saya mohon untuk menjaga lingkungan kami. Jangan sampai murid-murid saya ada yang terluka". Kata pak Irwan
"Iya Pak akan saya usahakan." Jawab pak Joko
"Bagaimana buk apa sudah selesai.?" Tanya Pak Irwan.
"Sudah pak" Jawab dokter sekolah.
"Baiklah kami pamit" Kata Pak Irwan
Pak irwan dan dokter sekolah serta yang lain pun pergi meninggal kan mereka.
"Makasih ya bro loh udah jagain adik gue" Kata Andra .
Mendengar ucapan tulus Andra membuat Bayu hanya menunduk.
"Makasih kak atas bantuannya"kata Yanda.
__ADS_1
"Apa benar ini anak ini tapi kenapa nggak ada penjaganya" pikir pak Joko.
"Terima kasih pak atas bantuan Bapak dan nenek adik saya bisa selamat" ucap Andra tulus.
"Iya maaf sebelumnya siapa di antara kalian yang bisa melihat mereka". Tanya pak joko.
Mendapat pertanyaan itu sontak membuat mereka semua menatap Diana.
"Dia pak.nih anak nya nih kalau Bapak butuh bantuan dia aja pak udah biasa lihat yang gituan". Tunjuk riko.
"Kamu ? " Tanya Pak Joko ingin memastikan
"Maksudnya apa?" Tanya diana heran.
"Maaf nak apa kamu pernah melihat penjaga anak ini?"tanya pak Joko sambil menunjuk Yanda.
"Kenapa bapak tanya gitu. Bukan kah Bapak juga bisa melihat mereka kenapa Bapak bertanya sama saya? " Jawab Diana balik bertanya.
"Selama kalian di sini saya belum pernah melihat penjaganya bersama anak ini" Kata Pak Joko jujur.
"Bukan kah sudah jelas joko. Tak mungkin mereka salah orang. Jelas-jelas anak ini menjadi incaran mereka. Untuk apa lagi kamu mencari penjaganya? ". Tanya sinar.
"Iya anak ini emang ada yang jaga semenjak di sini penjaga yanda emang jarang terlihat" Sambung Diana .
"Jadi emang ada yang jaga? Bentuk nya apa?" Tanya Pak Joko penasaran.
"Kalau bapak tanya bentuk saya nggak bisa mengatakannya tapi penjaganya hanya tampak seperti cahaya putih agak kebiruan. Yang selalu mengikutinya" Jawab Diana.
"Bahkan cahaya itu pernah nolong dia sAat di pantai. Tapi entah kenapa saat tenggelam di sungai sampai saat ini penjaganya tak kunjung datang" Lanjut Diana.
"Hah??? Maaf Pak saya nggak tau soalnya belum pernah lihat" Jawab Yanda.
"Kalau emang dia kenapa anak ini tidak bisa melihatnya" Kata pak Joko makin bingung.
"Dia belum bisa melihat dan berkomunikasi sama penjaganya pak. Menurut anna kemungkinan di umur 15 baru yanda bisa melihat dan berkomunikasi sama dia"Jawab Diana
"Tapi bukankah dia indigo dari lahir seharusnya dia sudah bisa melihatnya" Kata pak Joko
"Mata batin anak ini sudah di tutup waktu dia kecil tapi tak bisa di tutup selamanya hanya bisa semetara" Kata Diana.
"Dari mana kamu tau?"Tanya Andra terkejut mendengar perkataan Diana.
"Anna yang cerita.apa itu benar??" Tanya Diana penasaran.
"I i iya" Jawab Andra .
"Kok loh nggak pernah cerita ndra? ". Tanya Wahyu, Riko dan Diki kompak.
"Baik la kalian harus pulang dari sini tak aman jika harus menunggu camping kalian selesai sesuai jadwal. Saya akan mencoba melindungi adik kamu" Kata Pak Joko.
"Iya Pak besok jam 6 kami pulang" Jawab Bayu.
__ADS_1
"Saya akan mencoba melindungi adik kamu tapi Maukah kalian berjanji jika anak ini sembuh kalian datang lagi ke sini." kata Pak Joko.
"Nggak..sama aja bo'ong dong datang lagi. Untuk apa kita pergi kalau ujung-ujungnya balik lagi". Jawab Andra
"Jika kalian di sini dengan keadaan anaK ini seperti ini. Jika adik kamu terluka lagi maka akan makin banyak makhluk yang datang bisa-bisa adik kamu tak akan kembali lagi. Tapi jika luka dia sudah sembuh kalian bisa mensucikan desa kami" Kata pak Joko.
"Hah??? Maksudnya gimana sih??" Tanya Riko
"Saya akan memagari adik kamu asal kalian mau berjanji akan ke sini lagi jika keadaan adik kamu ini sudah membaik." Ulang pak Joko.
"Gila amat negosiasi gini. Ini namanya simalakama tau nggak" Omel Riko.
"Apa adik saya akan baik-baik saja jika kesini lagi? " Tanya Andra.
"InsyaAllah saya dan sinar akan menjaganya" Jawab Pak Joko.
"Gimana?" Tanya Diki
"Gimana dek?" Tanya Andra menatap adiknya.
"Loh mau terjadi apa-apa sama ni anak. Loh siap di amuk sama bunda loh" kata Riko mengingat kan.
"Tapi bunda akan lebih marah jika kita ke sini lagi" Kata Andra bingung.
"Sama aja kita kembali ke lubang buaya tau nggak. udah pergi tapi datang lagi" Lanjut Andra.
"Jika kamu bertahan di sini akan susah menjaga adik kamu karena adik kamu baru aja terluka dan aroma darah yang keluar dari adik kamu ini memberikan kekuatan lebih bagi mereka. Tapi jika kalian pulang dan keadaan adik kamu sudah membaik tidak ada luka kekuatan para makhluk itu tidak akan sekuat sekarang ini"kata pak Joko mencoba menjelaskan.
"Bukan kah kamu merasakan sendiri kekuatan nya. Kamu bayangkan saja jika adik kamu yang seperti itu" Lanjut pak Joko mengingat akan kekuatan para makhluk itu saat ini.
Mendengar perkataan pak joko membuat Andra langsung mengingat saat ia terlempar karena kekuatan makhluk itu. Tulangnya saja rasa remuk bagaimana jika adiknya yang merasakan seperti itu. Bisa-bisa nyawa melayang.
"Baik la saya akan kembali ke sini jika keadaan adik saya baik-baik saja. Dan Bapak bisa menjamin keselamatan adik saya sampai besok" Jawab Andra
"Baik la. Saya akan mencoba melindungi adik kamu" Jawab Pak Joko sambil tersenyum.
****
"Ini kalung kamu pakai. Kamu lepas kalung ini jika kamu ingin ke kamar mandi tapi setelah keluar dari kamar mandi kalung ini harus kamu pakai lagi" Kata pak Joko sambil menyerah sebuah kalung.
"Baik Pak" Jawab Yanda .
"Apa iya hanya dengan kalung itu adik saya bisa aman" Kata Andra ragu.
"InsyaAllah atas izin Allah adik kamu akan baik-baik saja" Jawab Pak Joko..
"Saya pamit jika terjadi sesuatu segera panggil saya" Kata Pak Joko
"Baik Pak maaf merepotkan" Kata Andra.
Kemudian Pak joko dan nenek Sinar pun pamit pergi.
__ADS_1
__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌