
"Kita santai-santai aja buk biasa anak kecil apa lagi Tio bisa melihat yang nggak semua orang bisa lihat" Kata Diana.
***___***
"Gue udah selesai nih." Kata Yanda mengagetkan Chika yang tengah dandan
"Nggak make up dulu nda?" Tanya Chika
"Nggak ah gini aja" Jawab yanda santai
"Gue iri sama loh nggak dandan aja udah cantik" Kata Chika sambil cemberut.
"Apaan sih. Yuk pulang" Ajak Yanda.
"Buk kita pamit ya. Besok pagi numpang lagi ya buk" Kata yanda pamit pada Bu darmi. 🤭
"Iya nak. makasih loh ini jajanan nya banyak banget" Kata Bu darmi sambil menatap Tio yang makan dengan lahap
"Iya buk." Jawab Yanda sopan.
___***___
Saat di perjalanan
"Kak bole nanya nggak?" Tanya Yanda mengagetkan Diana.
"Apa? " Jawab Diana cuek.
" kakak sebenarnya lihat apa sih ke arah rumah hijau itu?"tanya Yanda merasa ada yang memperhatikan mereka.
"O ada yang aneh dek" Jawab Diana.
"Yang di bilang Tio tadi ya.?" Tanya Yanda penuh selidik.
"Iya" Jawab Diana santai.
"Kita tanya aja Kak sama orang nya langsung" Ajak Chika.
"Emang kamu berani" Tanya Diana
"He nggak kak" Jawab Chika senyum-senyum.
" He ngomongin apa an? "Tanya Riko yang tiba-tiba ada di belakang para wanita yang sedang asik membahas hantu.
"Ada hantu?" Jawab Diana santai
"Di mana? " Tanya Riko mulai kepo.
"Di rumah orang di sana tadi" Jawab yanda santai.
"Ya udah la hantu di sana ngapain kalian ngomongin. Kurang kerjaan apa gimana." Kata Bayu berlalu pergi meninggalkan mereka.
____****____
Saat malam tiba
Seluruh murid telah berkumpul di lapangan sekolah yang super luas dan tentunya bersebelahan dengan lahan kuburan.
__ADS_1
"Nyata ya ini namanya bertetangga dengan alam lain". Kata chika
"Hus nggak bole ngomong sembarang." Kata yanda mengingatkan Chika.
"He sorry deh keceplosan" Jawab Chika cengengesan.
"Sayang malam ya yan jadi kurang bisa memperhatikan penduduk sini. Siapa tau kan ada yang ganteng gitu. " Kata Chika seraya memperhatikan pemuda-pemuda desa yang sengaja di undang untuk malam pembukaan camping.
"Dasar chika" Kata Yanda sambil geleng-geleng kepala.
Saat pembimbing camping tengah menyampaikan pidato tiba-tiba terdengar teriakan .
Teriakan itu Sontak membuat semua yang di sana langsung menoleh ke sumber suara.
"astaghfirullah itu kesurupan". Teriak murid-murid.
Ada yang langsung menolong dan juga ada yang langsung menjauh.
Tak lama berselang murid lain pun mulai ada yang ketularan
Yanda dan chika pun bergerak menjauh namun sayang saat ingin menjauh tiba-tiba yanda di cekik oleh seorang siswa yang ternyata juga kesurupan.
"Dia kami mau dia" kata siswa itu menatap yanda tajam.
"To to long" teriak yanda namun suara itu tertahan.
"Loh urus dia".perintah Andra lari meninggalkan siswa dan menghampiri sang adik.
"Lepasin dia" Bentak Andra pada siswa yang tengah mencekik adiknya.
"Tidak kami mau dia. Serahkan wanita ini."Tolak siswa itu
Andra pun mulai mendekat
"Berani maju maka habis la anak ini" kata pria itu menyodorkan pisau kecil di leher yanda.
Andra yang melihat bayu di belakang siswa itu pun mengerti apa yang akan bayu lakukan. Ia pun mencoba mengalihkan perhatian siswa yang tengah kesurupan itu.
"Ok ok gue nggak akan dekat-dekat tapi tolong jauhin pisau loh dari leher adik gue" Pinta Andra.
"He manusia bodoh" Kata siswa tersebut tersenyum licik.
Mengerti jika siswa tersebut lengah Sekejap bayu pun langsung memukul siswa itu hingga pingsan.
Yanda pun langsung tersungkur dan langsung di tanggap oleh Andra.
"Kamu nggak apa-apa?" Tanya Andra khawatir.
Yanda pun hanya menggelengkan kepala sambil terbatuk-batuk
"Kak wahyu di belakang kak wahyu" Kata Yanda tiba-tiba setelah mendengar pikiran seseorang.
"Kenapa?" Tanya Bayu.
__ADS_1
"Bantu kak wahyu kak tolongin Dia" Jawab Yanda.
"Gila kamu lagi butuh bantuan. Wahyu pasti bisa kok hendel semua nya.Ayo kita ke UKS". Omel Andra.
"Nggak kak .ada yang mau celakain dia" Kata Yanda.
"Ok ok Bayu lo cari wahyu bantu dia" perintah Andra.
"Diana ajak yanda ke tempat yang aman" Perintah Andra.
"Di mana? Nggak ada yang aman semua ngincar ni anak". Jawab Diana panik.
"Kalian nggak apa-apa"tanya Riko yang datang bersamaan dengan bapak-bapak yang entah dari mana.
Semua pun terdiam dan melihat seorang bapak-bapak yang di bawa Riko tengah membacakan doa-doa.
"Woy tolongin"teriak Diki meminta yang lain menolong wahyu dan bayu yang tengah menjadi sasaran anak-anak yang kesurupan.
Mendengar itupun Riko dan Andra pun berniat pergi menolong nya.
Saat akan melangkah tiba-tiba.
"Kalian jangan ada yang berani keluar dari lingkaran ini atau mereka semua akan mengincar kalian terutama anak ini" kata bapak-bapak itu sambil menunjuk Yanda.
Mereka yang mendengar itu pun langsung terkejut.
Setelah mengingatkan mereka bapak-bapak itu pun membantu Wahyu dan bayu yang menjadi incaran anak-anak yang kesurupan.
"Tuh orang siapa Ko?"tanya Diana.
"Loh dapat tuh orang di mana? "Tanya Andra.
"Dia penduduk sini. Ya seperti tetua di kampung ini?"jawab Riko santai.
"Apa loh yakin ama tuh orang. Kita bantu mereka yuk? " Ajak Andra.
"Gila.loh yakin mau keluar. Siap-siap nih anak dalam bahaya?"bentak Diana.
"Hei loh yakin banget ama tuh akik-akik. Kita berdiri di sini cuma lihatin doang.cuma lingkaran gini doang anak kecil juga bisa kali"kata Andra.
" Cuma lingkaran kata loh, di mata kalian iya cuma lingkaran tapi di mata kita dan para hantu kita seperti berasa di batasi tirai tau nggak. mereka nggak bisa ke sini. Sekali loh melangkah maka tirai itu hancur dan mereka bakal ambil nih anak" Omel Diana menunjuk Yanda.
Andra yang melihat wajah Diana penuh ketakutan dia mengerti saat ini pasti dia tengah melihat lautan hantu.
"Ok ok ok gue nggak akan kemana-mana"jawab Andra pasrah.
____****____
Perlahan sebagian anak-anak itu pun mulai tersadar.
Saat akan menyadarkan anak terakhir yang terkena kesurupan mereka mengalami kesulitan karena jin tersebut tak mau keluar dari anak itu.
"Keluar la dari anak ini"pinta pak Joko
"Tidak" Bentak anak itu.
__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌
__ADS_1