
"Btw tantangan pos ini apa ya.? Tanya Riki penasaran
"Nggak ada tantangan atau pun kertas yang harus kalian jawab" Kata senior di pos tersebut yang Tiba-tiba berdiri di belakang mereka.
"La terus apa? "Tanya Daffa penasaran
"Cuma kalian ambil aja bendera sama kakak yang tengah duduk di batu besar itu" Kata kakak seniornya sambil menunjuk seorang pria yang tengah duduk di batu besar di tengah sungai.
"O gampang biar gue aja"kata daffa.
"Gue nggak bakal kasih sama cowok." Teriak kakak yang duduk di batu
"Maksud nya? " Tanya Riki heran.
"Cuma Perwakilan cewek yang bole ambil".jawab kakak yang tengah duduk di batu itu
"Gue aja" kata chika.
"Kenapa nggak Yanda aja kan dia jago renang. Pernah menang lomba renang kan. Jadi yanda aja la" kata siswi lain memberi saran.
"Gue aja la" Kata chika
"Udah chik gue aja aman kok nggak ada ombak juga" Kata yanda yang tetep ingin maju
"Tapi terakhir. waktu di pantai loh lupa?" Omel chika.
"Itu di pantai chik ini cuma sungai aja kok. aman" Kata yanda
____****____
Yanda pun perlahan mendekati kakak kelas yang tengah duduk di batu besar tersebut.
"Kan nggak susah sampai sini air nya tenang juga kenapa kalian pada takut".teriak siswa yang duduk di batu
Yanda pun berjalan kembali menuju kelompok nya. namun sayang saat ia ingin melangkah entah bagaimana batu tempat ia berpijak tiba-tiba hilang. Dan seperti ada yang menarik lengan nya sehingga ia terbawa hingga tengah sungai
"Tolong"teriak yanda
Melihat yanda yang tenggelam Chika pun segera berlari menyelamatkan yanda kebetulan bayu yang tengah mengawasi tiap-tiap pos telah sampai di pos terakhir.
Bayu yang melihat chika tengah berusaha menyelamatkan yanda pun segera berlari menyelamatkan mereka berdua.
Bayu yang telah berhasil menghampiri mereka pun langsung menggenggam tangan yanda membawa nya menepi.
"Kamu ngapain ke sana? "
"Mau mati? "
"Di sana angker tau nggak". Omel bayu.
"Sini kakak antar kalian ke tenda. Kamu lemes banget kayaknya" Kata Bayu mulai menggendong yanda
"Aku kuat kok" kak yanda pun langsung berdiri Dan menolak
__ADS_1
Bayu pun langsung menggendong yanda.
"Udah di bilangin mala ngeyel" Omel Bayu.
Mendapat perlakuan itu membuat Yanda pun hanya terdiam. Dan chika pun mengiringi mereka.
Saat melewati kuburan yanda merasakan banyak yang mengikuti mereka.Dan Saat memasuki lapangan lokasi camping tiba-tiba Andra melihat adiknya yang tengah berada di dekapan bayu pun langsung menghampiri mereka.
"Ngapain loh gendong-gendong adik gue? " Tanya Andra emosi.
"LEPASIN" bentak Andra.
"Jangan dra". Teriak Diana yang berlari menghampiri mereka
"Diem loh". Bentak Andra.
"Turunin adek gue" Bentak Andra lagi.
Mendengar bentak Andra membuat Bayu pun menurutinya.
"Gue cuma nolongin dia ndra nggak ada maksud apa-apa" Jelas Bayu.
"Ala bacot loh" Kata Andra kesal ingin memberikan sebuah pukulan ke wajah Bayu. Namun terhenti karena mendengar teriakan sang adik.
"Aaaa" teriak yanda.
"Bodoh" kata yanda yang tengah di rasuki makhluk halus.
"Dek bangun, sadar" kata Andra ingin mendekati Yanda.
"Jangan mendekat atau saya akan melukai anak ini"kata makhluk yang berada pada tubuh yanda. Saat melihat bayu dan Andra mencoba mendekati nya.
"Dek sadar" kata Andra panik.
"Yu pegang yanda" Teriak Diana.
Bayu pun mencoba mendekati nya namun baru selangkah makhluk itu pun mengambil batu dan memukul kepala yanda sehingga darah segar pun mengalir.
"Sudah saya katakan jika kamu melangkah lagi saya tak akan segan-segan mengambil nyawa anak ini" Ancam makhluk itu.
Di Saat genting tiba-tiba ada seorang wanita tua yang menghampiri mereka.
" Lepaskan anak ini"bentak wanita tersebut
"Nenek tua jangan ikut campur" Bentak Yanda.
"Saya tidak ikut campur saya cuma mau menolong anak ini. Lepaskan dia."Perintah nenek itu.
"Jika dia lengah pegang la anak itu" perintah nenek kepada bayu.
Bayu yang mendengarkan pun hanya mengangguk.
Nenek itu pun mulai membacakan doa
__ADS_1
" berhenti la nenek tua. Atau anak ini akan menderita". Kata jin tersebut sambil memulai mencekik leher yanda.
Melihat Yanda mulai sesak napas bayu pun nekat menghampiri dan langsung memeluk Yanda. Seketika yanda pun tak sadarkan diri..
"Yanda bangun" Kata Andra mendekati sang adik yang tak sadarkan diri.
"Segera la obati luka anak ini. hentikan pendarahan tersebut jika dArah itu semakin banyak mengalir maka semakin banyak makhluk halus yang mengetahui keberadaan kalian" Perintah nenek .
Mendengar perkataan wanita itu membuat Andra pun langsung memerintah kan Bayu membawa adiknya ke UKS.
"Cepat bawa dia yu" Perintah Andra.
"I iya." Jawab Bayu langsung membawa Yanda ke UKS.
Saat yanda tengah di obati oleh anak PMR dan Dokter sekolah.Andra dan yang lain pun menunggu di luar bersama dengan nenek-nenek yang telah menyelamatkan mereka.
"Terimakasih nek tadi telah bersedia membantu kami" Kata Andra
"Coba loh nggak emosi dan biarin bayu bawa dia sampai ke sini yanda nggak bakal terluka gitu". Omel Diana.
"Coba loh di posisi gue adik gue di gendong cowok lain tubuh basah dan lemes gitu siapa yang nggak emosi coba" Bentak Andra.
"Kamu punya indra ke 6 nak???" Tanya nenek kepada Diana.
"I i iya nek mangkanya aku nggak nyuruh Bayu lepas yanda tadi tapi nih anak emosi nggak jelas. Karena dari tadi sudah banyak yang mengikuti mereka tapi nggak bisa ngambil alih yanda yang tengah lemas. Karena bersentuhan sama Bayu" Kata Diana menjelaskan.
"Begitu lepas dari Bayu mereka dengan mudah masuk ke tubuh Yanda" Lanjut Diana.
"Bukan kah semalam terjadi kesurupan masal di sini?" Tanya nenek itu lagi.
"Iya nek" Jawab Andra.
"Bukan nya joko sudah kesini tapi kenapa dia tidak tau soal ini" Kata nenek itu.
"Soal apa ya nek?" tanya Andra penasaran.
"Tidak ada. Cepat bawak anak ini pergi dari sini dia semakin jadi incaran jika kalian berlama-lama di sini" Kata Nenek itu mengingatkan mereka.
"Baik nek besok kami akan bergegas pulang" Jawab Andra.
"Gila mana bisa bus udah pulang. Pagi paling bisa. sekarang udah jam berapa, di telpon sekarang juga jam 9/10 malam baru sampai sini. Mau pulang tengah malam??tambah beresiko kali ndra". Kata wahyu.
"Iya usahakan jangan pulang malam akan lebih bahaya apa lagi anak itu terluka aroma darah nya sudah tercium mereka. Akan semakin banyak bahaya yang akan kalian hadapi jika memaksa pulang malam" Kata nenek mengingatkan.
"Jadi gimana tinggal di sini bahaya pulang juga bahaya. Gue nggak mau adik gue kenapa-kenapa". Omel Andra.
"Kalian hubungi bus kalian agar segera berangkat jadi jam 9/10 semua bus sudah di sini. Sehingga supir kalian bisa istirahat dan besok pagi kalian bisa langsung berangkat"kata nenek memberi saran.
"Siapa yang bisa menjamin keselamatan adik gue sampai besok?" Tanya Andra emosi.
__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌
__ADS_1