ISTIMEWA

ISTIMEWA
Andra masi marah


__ADS_3

"Aneh tidak ada suara itu lagi. Itu tadi siapa? Suara itu belum pernah aku dengar.Apa ada anak baru selama aku nggak sekolah" Kata Yanda dalam hati seraya terus mencari sumber suara itu.


Saat tengah fokus mencari tiba-tiba ia di kagetkan dengan suara cempreng Chika.


"Hayo lagi nyari siapa?" Kata chika mengagetkan Yanda.


"Bukan siapa-siapa kok. Loh ngagetin aja. " Kata Yanda.


"Loh yang terlalu fokus dari tadi gue udah teriak-teriak nama loh tapi loh nggak dengar"kata Chika.


"Masa iya?" Kata Yanda tak percaya.


"Masa iya masa iya?? Gue manggil loh sampai anak-anak lain pada lihatin gue semua, ee yang di panggil nggak dengar sama sekali.wah wah parah nih orang" Omel Chika.


"He sorry deh" jawab Yanda seraya tersenyum.


"Emang loh lagi nyari siapa? Kok gue manggil loh nggak dengar sama sekali?" Tanya Chika.


"Nggak ada kok. Ya udah yuk ke kelas".Ajak Yanda.


"Nggak ada nggak ada tapi jelas-jelas tadi loh kayak lagi nyari orang."omel Chika sambil berjalan menuju kelas.


"O iya selama aku nggak masuk ada anak baru nggak?" Tanya Yanda.


"Di kelas nggak ada sih anak baru".Jawab Chika.


"Kalau kelas lain gimana?" Tanya Yanda penasaran


"Setau gue sih nggak ada. Tanya kak Andra aja kan dia ketua OSIS pasti dia tau t emang nya Kenapa yand? ". Tanya Chika penasaran.


"Nggak papa nanya aja." Jawab Yanda singkat.


"Dih nggak jelas banget deh nih anak.


O iya loh tadi nggak bareng kak Andra kan?"Tanya chika saat sampai di kelas mereka.


"Iya tadi bareng kak Indra." Jawab yanda singkat.


"Pantas tadi Kak Andra sendiri aja terus langsung ke kantin. Tumben banget kakak loh pagi-pagi udah ke kantin" Kata Chika.


"Jadi kak Andra sekolah?"Tanya Yanda antusias.


"Yeehh nih anak masa kakak sendiri nggak tau sekolah apa nggak." Tanya Chika.


"Kak Andra nggak di rumah jadi gue nggak ketemu dia pagi ini" Jawab yanda.

__ADS_1


"La kok bisa." Kata Chika.


"Dia lagi marah sama gue. Jadi keluar dari rumah". Jawab Yanda sedih.


"La kok bisa emang masalah apa.?" Tanya Chika kepo.


"Ayah minta gue akselerasi lagi tapi kak andra nggak setuju. Dia takut orang-orang bakal nilai dia rendah karena lulus bareng adik nya" Kata Yanda menjelaskan.


"Bukannya harus nya bangga punya adik pintar.? Kata Chika.


" Yaa Beda Chik rekan-rekan bisnis ayah sama bunda pasti nilainya lain apa lagi kan kak andra bakal nerusin sebagian perusahaan ayah.kak Andra takut di nilai bodoh karena lulus bareng adiknya." Kata yanda menjelaskan lebih detail.


"Sabar ya yand kak Andra pasti bakal ngerti kok. Mungkin saat ini dia lagi butuh ketenangan aja. Kalau dia nggak marah lagi pasti dia bakal pulang kok percaya sama gue." Kata chika mencoba menghibur temannya


Mendengar jawaban teman nya yanda pun hanya mengangguk.


___****_____


Bel pun berbunyi yanda dan chika pun mengikuti pelajaran dengan serius.


Namun yanda menyadari ada sepasang mata yang terus memperhatikan nya.


"Kenapa dia terus melihat sini. Seperti ada yang ia pikirkan tapi apa yang ia pikirkan kenapa nggak ada suara hati dan pikiran nya. kenapa aku nggak bisa dengar apa yang ia pikirkan, "tanya Yanda dalam hati.


"Yanda silahkan kerjakan soal no 2 " Kata bu Tina memecah lamunan yanda


"Hah?? Jawab yanda yang Tersadar dari lamunannya.


"Loh kenapa juga melamun buk tina lagi jelasin udah tau tuh guru para minta ampun" Kata chika.


"Kalau kamu nggak bisa silahkan keluar." Kata buk tina.


Mendengar ucapan sang guru yanda pun berjalan menuju papan tulis dan mulai mengerjakan soal tersebut. Beruntung otak pintar sehingga soal yang baru di jelaskan bisa ia jawab.


Melihat yanda bisa dengan mudah mengerjakan soal teman-temannya pun kagum begitu pun dengan chika. Ia langsung memberikan jempol pada yanda yang baru saja duduk di bangkunya.


"Keren" ucap chika seraya mengacungkan ke2 jempolnya. .


Mendengar pujian itu pun yanda hanya tersenyum.


" kamu bisa mengerjakan kalau nggak kamu saya suruh keliling lapangan karena melamun di jam pelajaran saya." Kata bu tina.


Yanda yang mendengar itu pun hanya terdiam.


Bu tina pun melanjutkan pelajaran nya. Tak lama setelah itu bel istirahat pun berbunyi.

__ADS_1


Chika pun mengajak yanda ke kantin.


Sesampai di kantin mereka pun memesan makanan saat tengah menunggu makanan mereka.,Lyanda pun melihat Andra dan teman-temannya memasuki kantin, saat Andra akan duduk di kursi yanda pun menghampiri nya namun sayang Andra yang masi emosi dan marah karena perdebatan antara ia dan ayah nya lebih memilih menghindar dari Yanda.


Namun Saat yanda akan duduk andra lebih memilih pergi meninggalkan adiknya.


"Kak. Kakak masi marah sama adek?" Tanya yanda seraya menahan lengan Andra agar tetap berada di kantin


"Bukan urusan kamu" kata Andra sambil menghempaskan tangan sang adik lalu pergi begitu saja.


Yanda yang melihat itupun langsung mengejar andra saat di taman andra pun duduk di kursi taman.


Melihat sang kakak yang duduk yanda pun memilih menghampiri nya.


"Kak maafin aku udah buat kakak marah. Kakak pulang ya bunda nunggu kakak semalaman kak". Kata yanda


"Bukan nya senang kalau aku nggak di rumah. Kamu bisa akselerasi kan nggak ada yang larang lagi. Kamu bisa bangga kan SMP 2 tahun SMA 2 tahun." Omel Andra kesal.


"Aku nggak akan ambil akselerasi lagi kok kak. Aku mau nikmati masa sekolah aku kak. Kakak pulang ya". Kata yanda meyakinkan.


"Aku nggak akan pulang ngerti. Kata andra " Sekarang kamu pergi dari sini." Kata andra


"Pergi?!!!!bentak andra saat yanda masi berdiri tak menghiraukan perkataannya.


Mendengarkan bentakan andra yanda pun hanya terdiam menahan air mata tak tahan dengan bentakan andra yanda pun lebih memilih pergi meninggalkannya.


Kejadian itu pun tak luput dari pandangan teman-teman nya Andra.


"Loh kelewatan ndra". Kata bayu.


"Loh nggak ngerti" Bentak Andra..


"Loh egois. Loh nggak lihat apa adik loh nangis gitu gara-gara loh".ucap Riko.


"Kalian nggak ngerti . Wajar lah kalian nggak ngerasain jadi gue. Coba kalian di posisi gue pasti sama aja kan". Kata Andra kesal.


"Mereka emang anak tunggal tapi gue sama Diki punya saudara. Tapi kita nggak egois kayak loh."Kata wahyu terpancing emosi.


bersambung


mohon dukungannya Ya🙏 maaf jika bab ini banyak revisi nya 🙏🙏🙏😁


__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌

__ADS_1


__ADS_2