ISTIMEWA

ISTIMEWA
rencana jahat


__ADS_3

"Nanti kalian jangan ganggu kakak ya" Ucap Indra kepada kedua adiknya .


"Iya aman yanda nggak bakal ganggu tapi kakak yang bayarin makanan kita ya" Pinta yanda.


"Aman" Jawab indra.


"Ini nih yang gue suka dari adik gue. Makan gratis" Kata Andra..


"Apaan sih dek kayak orang susah aja. Padahal uang jajan kalian kan cukup" kata Indra kesal.


"Kalau makan bayar udah biasa tapi makan enak nggak bayar itu langkah. Apa lagi yang nama nya Indra traktir itu susah sama aja kayak cari jarum di tumpukan jerami. SUSAH" Kata Andra.


"Itu ma kakak aja kalau aku sering kok ditraktir kakak".kata Yanda.


"Masa?" Tanya Andra tak percaya.


Tanpa menjawab yanda pun hanya menganggukkan kepalanya. Melihat anggukan kepala sang adik pun Andra mulai protes pada Indra.


"Kok kak Indra gitu sih curang banget" Kata Andra ..


"Abis lo ngeselin." Jawab Indra singkat


"Sudah jadi nggak mau di traktir nih. Kalau jadi ya turun." AjaK Indra saat telah sampai di dapan kafe.


Ketiga kakak beradik itu pun memasuki kafe tersebut.


"Kalian bisa pesan apa aja yang kalian mau tapi janji jangan ganggu kakak" Perintah Indra..


"Siap bos" jawab Andra dan Yanda kompak.


Saat pesanan mereka sampai Andra dan Yanda pun mulai menikmati makanan mereka. Dan saat tengah menikmati makanannya tiba-tiba yanda mendengar pikiran wanita yang berada di hadapan Indra.


"Semoga pelayan itu mengerjakan semua perintah ku dengan benar. Sehingga aku bisa memiliki dia seutuhnya dan semua aset ia dapat aku miliki". Kata wanita itu tersenyum menatap Indra.


"Bahaya" kata Yanda


"Apa yang bahaya dek". Tanya andra terkejut mendengar ucapan sang adik.


"Wanita itu. Kita harus ke sana kak". Ajak yanda seraya menunjuk ke arah meja Indra.


"Nggak ah jelas-jelas kak Indra pesan jangan ganggu dia. Bisa-Bisa nggak jadi di traktir". Tolak Andra.


"Tapi kak". Kata yanda langsung menarik lengan andra.


"Hei hei "teriak Andra saat yanda menarik nya.

__ADS_1


Saat Indra ingin meminum minuman nya Yanda langsung saja mendorong Andra sehingga mengenai badan Indra dan gelas yang Indra pegang pun terjatuh. Melihat ulah sang adik Indra pun kesal dan emosi.


"Kalian ngapain kan udah di bilangin tadi nggak usah ganggu kakak" Omel Indra.


"Bukan aku kak yang salah adek tuh yang dorong aku" Jawab Andra menunjukkan yanda yang hanya terdiam menatap wanita yang duduk tepat di depan indra.


"Maaf kak Yanda nggak sengaja soal nya tadi Yanda hampir jatuh".jawab Yanda mencari alasan.


"Ya uda kalian balik ke meja kalian jangan ganggu kakak lagi" Perintah Indra.


"Iya kak" Jawab kedua kakak beradik itu seraya kembali ke meja mereka.


"Duh resek banget gagal kan rencana gue". Kata wanita itu dalam hati.


Yanda yang mendengar itu pun tersenyum.


"Loh kenapa senyum kak Indra marah tuh gara-gara loh." Kata Andra.


"He nggak papa". Jawab Yanda tersenyum


Mereka pun kembali ke meja tempat semula.


"Maaf ya gara-gara adik saya jadi gini" Kata Indra


"Iya nggak papa kok. Santai aja,ya sudah saya pesan kan lagi aja ya minuman nya" Pinta Tia.


"Nggak papa kamu nggak jadi minum itu semoga pelayan itu juga meletakkan di makanan kamu. Setidak nya aku sudah antisipasi soal ini". Kata wanita itu tersenyum licik.


"Wanita ular" ucap yanda yang mendengar kata hati wanita itu.


"Siapa?"tanya Andra penasaran.


"Itu dia juga meletakkan di makanan kak Indra" Jawab Yanda singkat.


"Apa nya jujur kakak nggak nyambung loh" Tanya Andra penasaran.


"Dia punya niat jahat sama kak Indra. Dia udah letakin sesuatu di minuman dan makanan kak Indra" Jawab Yanda menjelaskan .


"WAh bahaya nih" Kata Andra terkejut.


"Kakak ke sana deh ambil makanan nya jangan sampai kak Indra makan tuh makanan" Perintah Yanda.


"Loh kok kakak. Kak Indra udah marah loh sama kakak nanti malah dia tambah marah lagi".tolak Andra.


"Kakak mau terjadi apa-apa sama kak Indra??" Tanya Yanda

__ADS_1


"Ya nggak bakal Kenapa-kenapa ini kan kafe nggak mungkin kan kafe nya masukin racun" Kata Andra menjelaskan.


"Tapi cewek itu uda bayar pelayan nya kak" Jawab Yanda.


"Beneran?" Tanya Andra


"Iya sana cepetan sebelum kak Indra makan makannya" Perintah Yanda.


"Iya iya"kata Andra seraya membawa makanan yang di hadapan Yanda.


"Loh kok makanan adek kak? " Tanya yanda yang penasaran melihat Andra membawa makanannya.


"Udah diam". Kata Andra meninggalkan yanda sendiri.


"Kak maaf ganggu lagi. Nih perintah adik kakak yang cewek tuh. Dia nggak mau yang ini dia mau makanan kakak. Tadi ke sini dia selera sama pesanan kakak tuh. Kita gantian ya. Nih kakak ambil yang ini". Kata Andra meletakkan makanan di meja mereka.


"Kamu apa-apaan sih tinggal pesan aja kan bisa nggak perlu ngambil yang kakak". Kata Indra emosi melihat tingkah adiknya.


"Kata Yanda mubasir kak. Mangkanya gantian aja. Udah ah makan aja yang itu kok repot banget. Nih aku ambil bye". Pamit Andra pergi.


"Maaf ya atas ketidaknyamanan nya nona Tia".kata Indra pada wanita yang sedang berada di hadapannya.


"Iya tak apa tuan. Sepertinya anda sudah melewat waktu bersama keluarga anda jadi lebih baik kita meeting di lain waktu saja" Kata Tia berniat pergi.


"Maaf nona saya janji kejadian seperti ini takkan terulang lagi. Maafkan sifat adik-adik saya" Pinta Indra.


"Tak apa tuan kita bisa bicara kan lain waktu untuk masalah pekerjaan kita. Jika saya ada waktu saya akan minta asisten saya untuk menghubungi tuan lagi".kata Tia berniat pergi meninggalkan Indra.


"Baik nona saya tunggu kabar baiknya semoga kita bisa bekerja sama" Jawab Indra..


"Baik tuan saya permisi". Kata Tia pamit meninggalkan Indra.


Saat melewati meja Andra dan yanda wanita itupun menatap sinis ke arah kedua beradik itu.


"Celaka sepertinya kedua anak ini sengaja menggagalkan usaha ku. Akan ku pastikan bila sekali lagi tak kan ada mereka yang bisa menggangu ku". Kata Tia seraya melewati meja Andra dan yanda.


Yanda yang mendengarkan kata hati wanita itu pun hanya geleng-geleng kepala.


"Obsesi berlebihan"kata Yanda yang mendengar pikiran Tia


"Kenapa?" Tanya Andra.


"Nggak papa siap-siap singa mau marah" Kata yanda menunjuk ke arah Indra yang berjalan ke arah mereka dengan wajah emosi.


"Iya biar tambah marah entar aku kasih tahu kalau kamu manggil kak Indra Singa" Kata Andra mengejek sang adik.

__ADS_1


__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌


__ADS_2