
"Jadi kamu udah ketemu jodoh kamu dek?" Tanya Andra heboh.
Yanda hanya menggelengkan kepala nya.
"Aneh mungkin kamu belum menyadari aja yanda". Kata Indah.
"Selama ini ada nggak kamu ketemu orang tapi kamu nggak bisa dengar pikiran nya. Biar bisa kita cari orang nya." Tanya Indra.
"Kayak nya ada deh kak disekolah kita, tapi 2 orang kak.masa iya jodoh aku 2 orang". Jawab Yanda polos.
"Kak jodoh itu kan suami kakak?. Berarti suami kakak 2 dong. Jadi anak kakak nanti punya 2 papa dong. Jadi kalau papa 1 marah lari ke papa 2 dong". Kata Vika polos.
"Iya dek kalau papa 1 nggak mau kasih jajan lari ke papa 2 jadi bisa banyak beli es krim nya". Sambung Yanda.
Hahaha
Semua yang mendengar percakapan yanda dan vika pun tertawa .
"Kakak serius dek". Kata Indra.
"Emang siapa yang kamu nggak bisa dengar pikiran nya?" tanya Andra.
"Di kelas yanda 1 Daffa. Sama temen kakak 1." Jawab Yanda.
"Siapa??"tanya Andra memotong perkataan yanda.
"Kak Bayu" Jawab Yanda santai. .
"Tuh anak emang nggak punya pikiran kali dek.". Jawab Andra
"Berarti jodoh kamu Daffa.?" tebak Indra.
"Aku nggak setuju ah pasti salah tuh nggak mungkin dia jodoh Yanda" Tolak Andra.
"Salah gimana jelas-jelas dia nggak bisa dengar pikiran nya berarti sudah jelas banget itu jodohnya" Kata Indra.
"Ya sudah nanti kita cari tahu kebenarannya" Kata Lyan melerai perdebatan kedua kakak beradik itu.
Tak terasa hari makin sore. Indah beserta suaminya pun pamit pergi.
Semua anggota keluarga kembali berpikir apa yang sebenarnya terjadi.
____****____
Saat kembali ke kamarnya Dinda pun mulai sedih dan bingung menghadapi semua ini.
"Seharusnya dulu aku nggak menutup mata batin aku sehingga aku bisa bantu anakku." Kata Dinda sedih memikirkan apa yang harus ia lakukan.
__ADS_1
"Ini bukan salah bunda belum tentu jika bunda nggak menutup mata batin bunda semua nggak kayak gini.bisa jadi justru lebih bahaya. Karena para hantu mengetahui kalau yanda keturunan bunda. Biarkan semua berjalan sesuai takdir yang telah Allah tetapkan tugas kita hanya menjaga yanda agar tidak terjadi apa-apa sama dia". Kata lyan menenangkan sang istri.
Saat tengah berpikir tentang apa yang akan mereka lakukan untuk menjaga anak-anak nya dan bagaimana cara menyelesaikan masalah Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
"Ayah bunda yanda bole masuk ada yg mau yanda omongin" kata Yanda dari balik pintu.
"Iya nak ada apa masuk aja"Jawab Lyan.
"Ayah bunda besok aku bole sekolah ya. Kan kaki yanda sudah mendingan". Pinta yanda.
"Jangan dulu ya nak kan masi sakit. Kata dokter Lisa juga kan sekitar 2 hari ini masi akan sedikit nyeri. Belum lagi besok senin harus upacara". Kata Lyan menolak permintaan sang anak.
"Yanda nggak usah ikut upacara ya tinggal di UKS aja nanti. Soalnya Yanda kan udah banyak ketinggalan pelajaran gara-gara di rumah sakit kemarin" Kata Yanda terus membujuk kedua orang tuanya.
"Pokoknya nggak ya nggak. Selasa baru boleh sekolah. Bunda nggak mau ya luka belum sembuh di tambah luka lain lagi. Paling nggak ya sembuhin dulu yang ini nanti luka ini belum sembuh sudah ada luka lain lagi," omel Dinda.
"Bunda apa-apaan kok ngomong gitu"kata Lyan.
"He abis ni anak ngeyel banget yah diomongin masi aja ngeyel" Jawab Dinda sambil tersenyum menatap anaknya.
"Yanda dengar omongan bunda ya selasa aja sekolahnya biar kaki nya sembuh dulu baru boleh sekolah lagi". Kata Lyan.
"Iya yah Yanda ke kamar aja kalau gitu mau tidur biar cepat sembuh". Pamit yanda meninggalkan kamar kedua orang tuanya.
"Iya sayang hati-hati ya" kata Dinda.
____****____
Saat sore hari perlahan semua anggota keluarga pun pulang.
"He anak kecil seharian di rumah apa nggak bosan?"Kata andra menggoda sang adik.
"Bosan banget kak" jawab yanda murung.
Saat indra memasuki rumah tiba-tiba yanda merasakan keanehan pada sang kakak.
"Kenapa lihatin kakak kayak gitu? Tanya Andra.
"Ada yg aneh sama kak Indra". Jawab Yanda dan tetap memperhatikan Indra yang berjalan melewati mereka.
"Udh deh jangan mulai aneh-aneh jujur lama-lama kakak takut lo adek kayak gini" Kata Andra seraya meninggalkan yanda yang terus menatap indra.
____****____
Saat malam tiba indra pun pamit kepada keluarga nya yang sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Ayah bunda kakak pamit ya mau meeting sama klien" Kata Indra pamit kepada kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Meeting kok malam-malam nak" Tanya Lyan.
"Iya Yah soalnya tadi siang dia banyak urusan jadi terpaksa deh harus malam" Jawab Indra.
"Kakak meeting nya Di mana kak?" Tanya Yanda.
"Di kafe jalan mawar kenapa? " Kata Indra balik bertanya.
" ikutan boleh?" Tanya yanda.
"Ngapain?" Tanya Indra.
"Kakak kan meeting nya Di kafe Yanda cuma mau makan es krim kak." Jawab Yanda.
"Apaan si dek nanti kakak beliin deh. Sudah Malam nih"Kata Indra menolak.
"Kalau kakak pulang nya malam adek ma sudah tidur Kak. Jadi pas kan Yanda ikut aja. Jadi kakak nggak perlu repot-repot"Kata yanda tetap akan keinginan nya.
"Ya udah deh terserah" Kata Indra pasrah.
"Ya udah bun yanda pamit pergi sama kak Indra ya" Kata yanda pamit dan mencium tangan kedua orang tuanya
"Andra ayo bangun ikut kakak kamu tuh" Kata Dinda.
"La kok aku bun kan yanda yang mau pergi" Tanya Andra bingung
"La kakak kamu kan meeting ya jadi kamu yang jaga adik kamu.Jadi selama kakak kamu meeting kamu yang jaga yanda" Perintah Lyan.
"Iya deh iya."jawab Andra pasrah seraya bangkit dari tempat duduknya.
"Nanti kalian jangan ganggu kakak ya" Ucap Indra kepada kedua adiknya .
"Iya aman yanda nggak bakal ganggu tapi kakak yang bayarin makanan kita ya" Pinta yanda.
"Aman" Jawab Indra.
**** Maaf author lama nggak up soalnya di dunia nyata author banyak kesibukan akhir-akhir ini. InsyaAllah bakal kejar tayang setelah ini soalnya kesibukan sudah mulai berkurang.
Lama nggak up bukan berarti kehabisan ide ya.
Cuma nggak sempat up aja kokππππππ
Ikutin terus ya kisahnya soalnya habis ini bakal makin seru
TerimakasihπππβΊβΊ
\_\_\*\*\_\_ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.πππ
__ADS_1
Terimakasih πππππππππ