ISTIMEWA

ISTIMEWA
Hampir saja


__ADS_3

"Kamu gila bawak mobil kok kayak gini" Teriak Diana berharap Andra mendengarkan perkataan nya saat ini


"Loh diam mending lo berdoa semoga nyawa loh masi nyatu di badan loh"Kata Andra.


"Maksud loh apa? Tanya diana bingung.


" Kalau sampai lo bohong nyawa lo bakal gue lepas dari raga loh". Kata Andra mengingatkan.


"Gila. Moga aja hantu itu nggak bohong bisa-bisa nyawa gue bener-bener melayang ditangan nih cowok"kata diana dalam hati.


Sesampai di rumah sakit Andra pun langsung berlari menuju ruangan yanda.


Saat menunggu lift andra terus mengomel.


"Kalau gini sumpah gue nyesal minta ruang di atas. Harusnya kemaren ambil VVIP yang bagian bawah aja. Kenapa jauh banget dari lokasi parkir" Kesal Andra.


Saat pintu lift terbuka andra langsung berlari menuju ruangan yanda. Dan betapa terkejutnya ia melihat seorang pria berdiri di pintu ruangan itu pikiran buruk pun memenuhi pikiran Andra ia pun mempercepat langkah kakinya.


"Hei apa yang kamu lakukan di depan ruangan adik saya?" Tanya Andra saat telah di depan pintu.


Tanpa menjawab pria itu langsung menoleh ke arah Andra dan ia pun langsung kabur.


Andra pun langsung membuka pintu kamar ternyata di sana telah berdiri seorang pria mengenakan topeng sedang berusaha menyuntik kan sesuatu di lengan yanda yang tengah tertidur.


Andra yg melihat itu pun langsung menghampiri dan mencegah tangan pria bertopeng.


"Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan?" Tanya Andra seraya menggenggam lengan pria bertopeng itu.


Tanpa menjawab pria itu pun langsung berusaha kabur. Namun di cegah oleh Andra dan perkelahian pun terjadi di ruangan itu. Lyanda yang terbangun karena suara Andra pun terkejut melihat kakak yang seharusnya di sekolah tapi mala ada di rumah sakit dan tengah berkelahi di ruangannya.


Yanda pun bingung akan apa yang sebenarnya terjadi.Andra yang berhasil mengambil suntikan dari genggam pria itu.Karena merasa terdesak Lalu pria itupun mendorong Andra dan Andra pun tersungkur tepat di samping yanda.


Yanda yang melihat kakaknya kesakitan pun ingin segera menolong Andra.


"Kak kakak nggak papa?"tanya Yanda seraya membantu Andra berdiri.


Pria bertopeng yang menyadari suntik yang ia pegang telah berpindah tangan pun segera menyandera Diana.


"Serah kan suntik itu atau wanita ini akan saya bunuh". Kata pria itu dengan pisau di leher diana.


Diana yang terkejut hanya terdiam ia takut bergerak takut jika pisau itu benar-benar menggores lehernya.


Lyanda dan Andra pun terkejut melihat pria itu menyandera Diana.

__ADS_1


"Aduh kenapa jadi gini kasian cewek itu padahal dia yang ngasi tau aku kalau Lyanda dalam bahaya. Tapi kenapa mala dia yang sekarang dalam bahaya" Kata Andra dalam hati.


Yanda yang mendengar itu pun semakin bingung apa yang sebenarnya terjadi.


"Cepat serahkan suntik itu".ulang pria bertopeng.


"Nggak saya akan cari tau apa yang mau anda suntikkan kepada adik saya" Kata Andra.


"Serahkan atau wanita ini akan saya bunuh" kata pria itu mendekatkan pisau ke leher Diana.


Saat kejadian itu indra pun sampai di pintu melihat penjahat tengah menyandra seorang wanita dengan seragam SMA yang sama dengan adiknya ia pun terdiam dan menatap Andra.


Andra yang melihat Indra pun seolah memberi isyarat agar diam dan mencari celah membantunya melepaskan Diana yang tersandera itu.


"Cepat serah kan atau cewek ini gue bunuh" Kata pria itu makin keras..


"Dia bukan siapa-siapa saya jadi kalau anda mau bunuh dia juga saya nggak peduli. Yang penting adik saya nggak papa ,dia terserah anda mau anda apa kan juga bukan urusan saya". Kata Andra cuek.


Diana yang mendengar itu pun terkejut ia merasa hidupnya akan berakhir Hari ini.


Pria bertopeng pun tak kalah terkejut mendengar ucapan Andra. Bagaimana bisa ia salah ambil sandera. Sungguh tak akan berhasil pikir pria itu.


Indra yang berdiri di belakang pria itu pun menyadari jika pria itu lengah karena mendengar ucapan Andra,ia pun segera memukul pria itu dari belakang.


Yanda yang melihat itu pun langsung menghampirinya.


"Kakak nggak papa kan?. Tanya Yanda pada Diana namun ia hanya diam .


Pria bertopeng itu pun kembali melawan Andra dan indra.


____****___


Saat pria itu berhasil mengalahkan kedua saudara itu ia pun berusaha kabur.


Yanda yang baru selesai di operasi pun kembali merasakan pedih di bagian perutnya.


Andra pun lari mengejar pria bertopeng itu. Sedangkan Indra membantu mengangkat yanda kembali ke tempat tidurnya.


"Kamu tolong panggilkan dokter?" Pinta Indra pada Diana.


Diana yang mendengar itu pun langsung menekan tombol di samping tempat tidur Yanda.


____*****____

__ADS_1


Tak lama setelah itu dokter pun datang


"Kalian Bisa tunggu di luar" Pinta dokter.


"Baik dok" Jawab Indra


Lalu mereka pun keluar menunggu di depan ruang.


Andra yang mengejar penjahat itu pun telah kembali.


"Gimana keadaan adik?" Tanya Andra.


" Didalam belum tau, karena dokter belum juga keluar"jawab Indra.


"ApA yang sebenarnya terjadi? "tanya Lyan yang baru sampai.


"Maaf yah aku juga nggak tau tadi pas kita kesini Andra lihat ada cowok yang jaga pintu kamar adik begitu Andra mau samperin orangnya kabur, terus Andra masuk tau-taunya di sana juga ada cowok yang mau nyuntik sesuatu pada yanda nggak tau apa. Nih suntik nya kakak bisa minta om dika buat cek". Kata Andra seraya memberikan suntik yang ia pegang kepada kakaknya.


"Maafin Indra yah udah ninggalin adik sendirian. Tadi Indra mau ambil berkas ada meeting yah. Nggak tau kalau bakal jadi kayak gini" Kata Indra menyesal.


"Ya sudah kita berdoa saja semoga nggak terjadi apa-apa" Kata Lyan.


Andra pun seketika ingat akan keberadaan Diana yang tengah duduk, ia melamun memikirkan lehernya yang hampir saja putus di tangan penjahat tadi.


"Loh nggak papa?" Tanya Andra.


Namun Diana hanya menoleh sejenak dan langsung mengalihkan pandangannya. Karena tak mendapatkan jawaban Andra pun ikut duduk di samping diana.


"Sorry gara-gara gue tadi loh dalam bahaya" Kata Andra tulus.


"Hmm nggak papa bukan salah loh juga kok"kata Diana.


"O ya dek kamu tadi tau dari mana kalau yanda sendirian dan dalam bahaya?" Tanya Indra penasaran.


"Itu juga yang mau aku tanya sama nih cewek kak. Dia yang ngasi tau aku kalau yanda dalam bahaya" Kata Andra seraya menunjuk ke arah Diana.


"Bagaimana kamu bisa tau nak?" Tanya Lyan yang ikut penasaran.


bersambung...


__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌

__ADS_1


__ADS_2