ISTIMEWA

ISTIMEWA
Bayu cemburu


__ADS_3

"Astaghfirullah udah kayak hantu aja nongol tiba-tiba". Kata chika terkejut.


"Ya uda yuk kantin. Lapar". Kata yanda menarik lengan Chika.


Chika yang di tarik pun mengikuti langkah yanda.


"Kak." Sapa Yanda saat berada di samping Andra.


"Em" jawab Andra cuek.


"Kak Diana mana?" Tanya Yanda.


"Nggak tau" Jawab Andra singkat.


"Kakak gimana sih kan sekelas masa nggak tau" Kata Yanda.


"Daffa ke mana dek?" Tanya andra.


"Nggak tau kak. Kok nanya daffa?"kata Yanda balik bertanya.


"Ngapain loh nanya tuh anak?" Tanya Bayu cemburu.


"Cie cemburu ni ceritanya" kata riko.


"Apaan sih". Kata Bayu ketus.


"Kakak juga aku nanya kak Diana mala kakak balik nanya daffa kan enggak nyambung" Kata Yanda kesal


"Kamu nggak tau ke mana daffa sama aja kakak juga nggak tau Diana di mana. Emang kalau sekelas kakak harus tau ke mana semua murid nya" Jawab Andra .


"Oooo" jawab Yanda dan Bayu kompak.


"Ciiyeee kompak banget"Goda Riko.


"Jodoh tuh tanda nya" Sambung Chika ikut menggoda mereka.


"Apaan sih" jawab Yanda dan Bayu kompak lagi.


"Nah kan fiks ini namanya jodoh". Kata Diki


"Di tunggu makan-makannya".sambung Wahyu.


"Ya udah gue traktir"kata Bayu.


"Asikk" jawab mereka semua kompak.


" Fiks kalian jodoh soalnya kompak semua kan" Kata Bayu tersenyum sambil berjalan meninggalkan teman-teman nya yang masi termenung menatap ke arahnya.


Teman-teman yang melihat senyum Bayu pun melongo tak percaya pria dingin itu bisa tersenyum.


"Gue nggak mimpi kan.?"Tanya Diki


"Itu kulkas beneran senyum?"Sambung Wahyu.


"Apa Kutub Selatan udah meleleh?" Tanya Riko.


"Itu beneran bayu dirgantara putra? Nggak salahkan? "tanya Diki bingung.


"Ternyata adik gue bisa buat kutub Selatan meleleh." Kata Andra tak percaya.


"Kalian masi mau jadi patung kita nggak jadi makan. Nggak mau di traktir ya" tanya yanda bingung melihat mereka masi berdiri mematung.

__ADS_1


Mendengar ucapan Yanda pun membuat mereka tersadar dan melanjutkan langkah kaki yang terhenti.


Sesampainya di kantin mereka pun langsung menghampiri Bayu yang telah duduk sendiri.


Wahyu pun berniat ingin pergi memesan makanan. Namun ia di hentikan oleh Bayu.


"Mau kemana loh?" Tanya Bayu.


"Mau pesan makanan" Jawab Wahyu.


"Sudah gue pesan semua kok. Makan yang biasa kan?" Kata Bayu.


"Serius udah loh pesenin?" Tanya Riko tak percaya.


"Iya kecuali loh mau pesan yang lain dari biasa silahkan"Jawab Bayu cuek.


"Makasih ya kak"Kata yanda tersenyum.


Bayu yang mendengar itu pun hanya menganggukkan kepala.


"O iya kakak tambah ganteng loh kalau senyum kayak tadi" Kata Yanda memuji senyum Bayu.


"Iya makasih" jawab Bayu seraya tersenyum.


Melihat senyum itu teman-teman nya pun kembali tercengang. Hanya dengan sedikit pujian saja berhasil membuat Bayu tersenyum.


"Ini beneran Bayu kan?". Tanya Diki heran.


"Loh nggak sakit kan bro? "tanya Riko sambil meletakkan tangan nya di kening Bayu.


"Gue sehat kalian kenapa aneh banget"Tanya Bayu heran.


"Heh nggak salah tuh. Yang ada kita semua yang heran sama loh" Kata Riko


"Salah sih nggak cuma aneh aja yu loh senyum secara muka loh tuh selalu datar jadi lihat senyum lo yang langkah buat kita mikir" Kata wahyu terhenti.


"Jangan-jangan udah mau kiamat" sambung Riko.


"Hus sembarangan kiamat masih lama kak"Kata yanda.


"Kiamat masi lama tapi gunung es udah meleleh ya kan?". Tanya Diki pada teman-temannya.


Teman-temannya pun hanya menganggukkan kepala.


Sekian perdebatan dan pesanan mereka pun sampai dan menyantap makanannya.tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari kejauhan.


____****____


Bel pun berbunyi membubarkan mereka dari kantin. Dan mengikuti pelajaran berikutnya


____****____


Saat bel pulang berbunyi Diana pun langsung menghampiri Andra yang masi duduk di bangkunya


"Maaf mau nanya soal tadi?" Tanya Diana saat telah di hadapan Andra.


"Iya kenapa? " Tanya Andra cuek.


"Loh udah ngasih tau sama orang tua loh?" Tanya Diana.


"Belum. Kenapa? " Kata Andra balik bertanya.

__ADS_1


"Ada baiknya kita panggil tuh hantu di rumah loh tapi sebelumnya loh Cerita dulu sama orang tua loh.Masalah ini orang tua loh harus tau" Kata Diana.


"Iya ndra kita harus ngasi tau orang tua lo. Kita tanya gimana tanggapan mereka" Sambung Diki.


"Iya iya. Loh bareng gue aja" Kata Andra mengajak Diana.


"Kalian mau ikut?" Tanya Bayu pada teman-temannya.


"Iya la kita ikut.penjaga adik lo kan masih ngikutin Indra. Jadi kita sebagai sahabat loh kita mau bantu Jaga adik loh". Jawab Riko.


"Loh berhenti ngomong gitu nggak lihat tuh tatapan tajam dari Bayu".kata Diki.


"Aman bro gue nggak rebut punya temen kok.nggak perlu cemburu sama gue" Jawab Riko santai.


"Siapa yang cemburu?" Tanya bayu.


"Semut merah yang cemburu". Kata Riko tersenyum melihat tingkah sahabatnya.


"Ya udah gue duluan ke kelas yanda" Pamit Diana.


"Ok sip. Ajak Yanda tunggu di mobil aja ya" Kata Andra.


Namun hanya di jawab dengan anggukan kepala saja oleh Diana dan berlalu pergi meninggalkan ke 5 pria itu.


"Nggak nyangka ternyata dia nggak seaneh yang orang-orang bilang ya" Kata Riko menatap Diana yang pergi meninggalkan mereka.


"Dia bukan aneh tapi dia indigo aja." Jawab Andra polos.


"Nggak kebayang tiap hari lihat yang orang nggak bisa lihat".kata Riko.


"Ya udah jadi pulang nggak?" Tanya bayu.


"Jadi la siapa juga yang mau nginap di sini.?"Jawab Riko.


"O iya ndra gimana perkembangan kasus penculikan adik loh kemarin?" Tanya wahyu seraya mereka berjalan menuju parkiran.


"Belum ada perkembangan nya polisi juga masi nyari orang dengan ciri-ciri itu.


Kayaknya nggak bakal dapat deh" Kata Andra.


"Masalah keluarga loh banyak banget deh ndra". Sambung Riko.


"Iya masalah itu belum kelar sekarang di tambah masalah kak indra juga" Sambung Andra.


"Iya di tambah sekarang kalau kita datang menceritakan masalah ini pasti orang tua loh mau selesai yang ini dulu, secara yanda kan udah sedikit aman" Kata Diki.


"Kalau menurut gue juga emang yang ini dulu deh yang ini di selesaikan kalau masalah ini terus di biarkan bisa-bisa mereka berdua bahaya" Kata wahyu.


"Iya sama gue mikirnya juga gitu"kata Andra.


____****____


Berbeda tempat dengan diana yang berniat menghampiri yanda dan chika ternyata chika dan yanda pun ingin menemui diana. Saat melihat diana Chika pun langsung memanggil Diana.


"Kak diana tunggu". Teriak Chika.


"Aduh chik sakit telinga gue. teriaknya bisa pelan-pelan dikit nggak?"Omel yanda.


"Aduh Yanda kalau pelan bukan teriak namanya"kata Chika tersenyum.


"Ya udah yuk samperin kak Diana"lanjut Chika.

__ADS_1


__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌


__ADS_2