
"Loh apa-apaan sih mempersulit masalah aja" kata Riko kesal mendengar apa yang dikatakan Andra.
"Loh mau lihat tuh hantu lagi.?"Tanya andra.
"Ya nggak la bisa-bisa nggak makan 1 minggu gue gara-gara lihat tuh muka"Kata Riko.
Tara yang mengerti akan ucapan andra pun langsung menggeserkan kursi di samping nya
Melihat kursi yang bergerak dan menimbulkan bunyi sontak mereka semua langsung menoleh ke arah kursi tersebut.
"Astaghfirullah. Beneran nongol".Kata Andra terkejut.
"Jadi kamu beneran masi ada nak? Ibu kangen nak. Kamu kenapa ninggalin ibu."Tangis ibu Tara makin kuat.
"Jangan sedih bu ikhlaskan Tara bu Tara cuma minta anak-anak ini memberikan cincin lamaran yang tak sempat Tara berikan ke ayu." Kata Diana mengulang perkataan Tara.
"Maaf itu kata Kak Tara bu." Kata Diana karena ibunya bingung atas apa yang di katakan Diana.
"Apa ibu bisa bertemu dengan anak ibu nak.? Sebentar saja. "Pinta Ibu Tara.
"Maaf Tante aku nggak bisa membuat Tante ketemu sama kak Tara" Tolak Diana karena Tara tak ingin memperlihatkan wujudnya kepada sang ibu.
"Kamu kan bisa membuat ibu ini"
Kata Riko terhenti karena di tutup Bayu Dan Andra kompak.
"Maaf Bu teman saya ini agak suka menghayal kita tunggu di depan aja ya bu kata". Kata Andra menarik lengan Riko.
"Kalian berdua ngapain sih kok gue ditarik-tarik" Protes Riko saat telah keluar dari kamar Tara.
"Loh gila Diana bilang nggak berarti tuh hantu nggak mau nampak kan muka jeleknya di hadapan orang tua nya. Loh jadi orang jujur amat". Kesal Andra.
"Terus kalian kok bisa kompak banget."Tanya Riko heran.
"Tau ah kesal gue lihat muka loh dari tadi" Kata Andra kesal.
"Ya udah tunggu di depan aja". Ajak Bayu.
*di Kamar Tara
"Maaf tante teman saya yang tadi emang suka bercanda dan suka asal ngomong aja kok" Kata wahyu menjelaskan.
"Iya nggak papa dek apa iya sekarang anak saya ada di kamar ini? Tanya Ibu Tara
"Ia tante dia ada di kursi itu"kata Diana menunjuk kursi di samping sang ibu.
"Ibu sayang sama kamu nak kenapa kamu pergi ninggalin ibu.? " Kata Ibu Tara seraya menitihkan air matanya.
"Maafin tara bu.iklaskan Tara bu. Izinkan adik-adik ini mengantarkan cincin yang tak sempat Tara beri sama Ayu". Kata Diana menyampaikan pesan Tara.
__ADS_1
"Iya nak ibu akan memberi alamat Ayu sama mereka." Kata ibu Tara
"Pergi Kak Tara nya pergi"kata Diana.
"Ya sudah nak terima kasih sudah mengizinkan saya bicara sama anak saya walau hanya sebentar" Kata Ibu Tara sedih
"Iya bu kita pamit ya bu mau mengantarkan cincin ini". Pamit Diana.
"Tunggu sebentar nak" kata Ibu Tara lalu mengambil kertas dan pena dari meja di sampingnya kemudian menuliskan sesuatu.
Setelah selesai menulis ia pun memberikan secarik kertas tersebut kepada Diana.
"Ini alamat nak ayu. Terimakasih sudah mau membantu anak saya". Kaya ibu Tara.
Mereka pun keluar dari kamar Tara dan langsung pamit pulang.
"Hati-hati ya nak"kata Ibu Tara saat mereka akan mulai berjalan ke arah mobilnya
"Kita mau ke mana?" Tanya Andra. Saat mereka telah keluar dari komplek rumah Tara.
"Nih alamat pacar kak Tara" Kata Diana seraya menyerah kan kertas yang di berikan ibu Tara.
"Udah sore apa masi mau lanjut? Nggak besok aja.?" Tanya Andra.
"Loh masi mau berurusan sama tuh hantu. Gue ma ogah. Hari ini aja la selesai kan nya. Males banget besok dia nongol bikin nggak mood makan." Jawab Riko
"Iya hari ini aja la. baru sore kan belum juga malam"sambung chika
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah Ayu.
"Eh itu alamat nya deh sama kan nomornya.?"Kata Wahyu menunjuk rumah di hijau nan asri.
"Beda jauh sama rumah tadi ya".
"Ternyata masi ada ya cinta tak direstui karena status sosial".kata chika sambil berpikir perbedaan kedua rumah yang telah mereka temui.
"Itu udah jadi rahasia umum chika.Nggak bakal hilang.semua orang kaya ya pasti gitu".kata Diana polos.
"Sembarangan aja".jawab wahyu, Andra. Riko, Bayu dan Diki kompak
"Orang tua gue nggak kayak gitu kok" sambung Riko.
"Iya orang tua kita juga nggak gitu"sambung Diki
"Kata kalian faktanya belum tentu kan". Kata Diana.
"Beneran kok orang tua gue nggak gitu"Sambung Bayu.
"Kalian masi mau debat? Terus kapan kita temui Kak ayu nya.?"Tanya Yanda.
__ADS_1
"Ya udah ayo turun" ajak Chika
"Assalamu'alaikum" kata Andra seraya menekan bel
"Ada perlu apa dik ?"tanya satpam dari dalam pagar rumah
"Bisa bertemu dengan kak ayu nya pak? " Tanya Andra.
"Mohon maaf non ayu sedang tidak di rumah dik kalau boleh tau ada perlu apa ya?" Tanya satpam itu lagi
"Ada yang mau kita sampaikan pak"jawab Andra.
"Kalau bole tau kak ayunya ke mana ya pak? " Tanya Diana sopan.
"Kurang tau dik soal nya dia pergi dari pagi tadi dik? . Kata satpam tersebut.
"Danau" kata Diana tiba-tiba.
"Apaan sih nih anak udah nanya mala jawab Sendiri nggak jelas" Kata Riko.
"Kata kak Tara kak ayu nya di danau" Jawab Diana
"Ya udah kita ke sana aja"ajak bayu.
"Nggak sabaran banget loh jadi orang" Kata Diki.
"Udah sore bro nunggu apa lagi.Tambah malam tambah banyak hantu." Kata bayu mengingat kan.
"1 aja udah bikin susah apa lagi banyak. Udah ayo buruan ke danau. Makin sore nih hari" Kata Riko
"Ya udah pak kita pamit makasih infonya ya pak"kata Andra pamit.
Akhirnya andra dan teman-teman nya pun pergi menuju danau yang di katakan Tara pada Diana.
Sesampainya di danau mereka pun mencari pacar tara.
"Kita nyari apa sih! "tanya Riko
"Ya nyari ayu la kan mau sampaikan pesan kak Tara" Jawab Diki serius.
"Emang loh tAu orang nya yang mana? Tanya Riko.
"Iya juga ya kan belum pernah ketemu."Jawab Diki.
"Kan loh semua pada gila nyari orang yang kalian belum pernah lihat. Tau ciri-ciri nya juga nggak". Omel Riko
"Bawah pohon sebelah kiri cewek yang baju biru". Kata diana menyampaikan apa yang tara katakan
"Ngomong dong dari tadi jadi kita nggak perlu jadi kayak orang bodoh gini"Kata Riko kesal.
__ADS_1
__**__ untuk yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌