
"Sudah ajal nya kak. Umur kucing nya cukup sampai hari ini aja" Jawab Andra santai.
"Kakak serius Andra" Kata Indra penuh penekanan.
"Ayah dan bunda butuh penjelasan bukan perdebatan kalian" Kata Lyan puas melihat perdebatan ketiga anaknya.
"Salah ayah punya anak kok gini amat mau penjelasan aja susah mala mereka asik sendiri. Satu santai amat. Satu main-main aja. Satu emosi" Kata Dinda kesal melihat tingkah ke 4 orang itu.
"Maaf ya. Tadi di kafe yanda nggak sengaja dengar kalau klien kakak punya niat jahat. Sama kak Indra. Jadi kita coba gagalkan deh" Kata Andra mencoba menjelaskan.
"Kalian salah dengar jelas-jelas dia nggak pernah ngomong gitu" Elak Indra..
"Mulutnya emang enggak tapi hati nya ia."Jawab yanda santai.
"O iya kalian jangan lupa kalau adik kalian satu ini tau apa yang kalian pikirkan" kata Dinda
"Iya kak maaf yanda nggak sengaja kok. lagi lihat arah kakak tiba-tiba aja dengar kata hatinya. dia bilang. "Semoga pelayan itu mengerjakan semua perintah ku dengan benar. Sehingga aku bisa memiliki dia seutuhnya dan semua aset ia dapat aku miliki" Kata yanda mengulang perkataan Tia
"Jadi karena itu kalian menumpahkan minuman kakak" tanya Indra heran.
"Iya kak"jawab yanda santai.
" terus kenapa pakai ganti makanan kakak? Tanya Indra.
"Kakak mau mati kayak kucing itu tadi?" Tanya Andra .
"ANDRA" Kata Indra emosi.
"Itu karena wanita itu bilang "Nggak papa kamu nggak jadi minum itu semoga pelayan itu juga meletakkan di makanan kamu. Setidak nya aku sudah antisipasi soal ini". Karena itu kak Andra ganti makanan nya" Kata yanda menjelaskan.
"Kalau kamu tau gitu kenapa kasih ke kucing orang. Kan ayah juga yang kamu suruh ganti" Kata Indra.
"Hah kok ayah? " Kata Lyan kaget.
"Iya jelas la orang ayah yang jadi penanggung jawab nih anak tadi yah. Dia kasih kartu nama ayah sebagai jaminan nya". Kata Andra menjelaskan.
"Kalau yanda bilang apa iya kakak akan percaya.. Lagian yanda nggak tau kalau kucing itu bakal mati. Kan cewek itu nggak bilang kakak bakal mati kan kalau makan itu. Lagian cuma ganti rugi kucing kok yah asisten kak Indra udah urus semua kok.iya kan kak" Jawab Yanda.
"Seharusnya kamu kasih kartu nama Indra bukan ayah dek kan kak Indra yang kita bantu bukan ayah." Kata Andra.
"Kartu nama kakak berdua kurang tenar. Masih tenar nama ayah" Kata yanda tersenyum.
"Kamu meeting sama siapa ndra". Tanya Lyan
"Tia yah PT jaya kusuma yah. Tapi dia nggak mungkin kayak gitu yah dia anak nya baik kok" Kata Indra.
"Masi bela tuh cewek jelas-jelas hampir mati" Kata Andra Kesal
__ADS_1
"Ya sudah nanti ayah yang selesai kan masalah ini kalian bertiga tidur sana sudah malam" Perintah Lyan
"Ayah tenang aja Indra pasti selesaikan kerja sama ini secepatnya yah. Soalnya dalam waktu dekat kakak akan ketemu lagi sama dia yah" Kata Indra sambil tersenyum.
"Kalian berdua nggak usah ikut ntar ganggu kakak lagi" Kata Indra menatap Andra dan Yanda.
"Nih anak nggak kapok ketemu sama tuh cewek". Kata Andra melihat tingkah sang kakak.
Semua pun heran kenapa Indra seakan masih ingin bertemu dengan Tia padahal jelas-jelas wanita itu hampir Mencelakai nya.
"Sudah sana kalian tidur"perintah Indra.
Malas berdebat akhirnya mereka pun menuruti perintah sang kakak.
"Ada yang nggak beres ya sama kak Indra" Kata Andra seraya berjalan menuju kamarnya.
"Iya otaknya sudah rusak mungkin" Celetuk yanda asal bicara.
"Hus bukan rusak tapi urat nya sebagian udah putus. Karena kelamaan jomlo "Kata Andra tertawa puas mengejek sang kakak.
"Sudah sana kamu tidur kan besok sekolah" Lanjut Andra.
"Iya kak" Jawab Yanda.
"Kak Indra benar-benar aneh kak Indra kayak di ikutin deh tapi apa. Lebih baik aku suruh kak diana lihat siapa tau dia tau. " Kata yanda dalam hati nya.
Saat pagi tiba.
Mereka pun memulai sarapan.
"Kak Indra ntar nebeng ya"kata Yanda.
"Kan Andra ada ngapain bareng kakak? " Tanya Indra heran.
"Kenapa nggak mau bareng kakak?" Tanya Andra yang ikutan bingung
"Nggak papa males, bosen aja bareng kakak. Mau nya bareng kak Indra." Kata yanda
"Nggak pokoknya kamu bareng Andra aja. entar kakak telat loh." Elak Indra.
"Yanda kenapa nggak mau bareng kak Andra?" Tanya Dinda.
"Males bun soalnya kak Andra ngeselin".kata Yanda.
"Kak mau cepat dek pagi ini,.besok-besok aja ya kakak antar"kata Indra tetap menolak..
"Telat dikit nggak papa kak" Pinta Yanda. .
__ADS_1
"Nggak dek kakak hari ini beneran deh banyak kerjaan. Entar telat loh kalau harus ngantar adek dulu" Kata Indra.
"Telat juga kan nggak papa kak. Kan kakak CEO nya ngapain pusing telat" Jawab Yanda santai.
"Ya apa kata karyawan dek kalau pimpinan aja telat" Kata Indra.
"Kakak kan pemilik perusahaan jadi telat dikit nggak papa."bujuk Yanda
" Sudah ndra antar aja adek kamu dulu. Nggak bakal telat kok kan cuma ngantar aja."kata dinda
"Masalah nya bun .nih anak sering aneh. Minta di beliin ini lah itu la. Kan telat jadi nya bun" Kata Indra menjelaskan.
"Nggak. yanda janji kali ini cuma minta antar nggak beli ini itu.deh Janji kak."kata Yanda.
"Ya udh iya." Kata Indra akhirnya mengalah.
"Kenapa kamu nggak mau bareng kakak? " Tanya andra penasaran.
"Kakak ngeselin jadi males bareng kakak"kata yanda mencibir Andra.
"Awas mau pulang bareng kakak entar ya" Ancam Andra.
"Bodoh amat".jawab yanda sambil tersenyum
"Sudah belum sarapannya kalau sudah ayo berangkat janji nggak beli ini itu ya entar kakak telat" Ajak Indra.
"Ok bos" Kata yanda hormat pada bosnya.
Kedua kakak beradik itu pun pamit pergi.
Sepanjang perjalanan Indra hanya diam. Yanda pun merasa semakin aneh dengan sang kakak.
Di perjalanan yanda pun merenung
"Kenapa kayak ada yang ngikutin kita ya. Aneh banget nggak nyaman banget berangkat pagi ini." Pikir yanda.
Sepanjang perjalanan Yanda pun menghubungi chika agar menemui diana meminta agar mereka menunggu di gerbang.
Saat sampai di gerbang yanda pun masih duduk di mobil melihat apa kah diana dan chika telah ada di parkiran.
" Udah sampai dek kok mala nyaman duduk di sini". Ayo dong entar kakak telat loh.
"Bentar kak." Seraya mencari keberadaan chika dan diana.
__**__ yang sudah baca tinggal kan jejak dong. jangan lupa Like dan komen,agar author lebih semangat lagi.👌👌👌
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌
__ADS_1