
Malam pun kini mulai di gantikan oleh fajar yang mulai terbit, pagi hari sudah menampakkan sinarnya memasuki sela sela jendela kamar hotel yang menjadi saksi bisu pergulatan panas yang terjadi antara sepasang suami istri ini.
Mika dan Melvin masih tertidur pulas karena kegiatan malam mereka terus berjalan hingga dini hari membuat tubuh mereka sulit untuk terbangun kan.
Di dalam dekapan sang suami mika pun memaksakan matanya untuk terbuka karena dia merasakan sinar matahari mengenai dirinya.
Saat membuka mata hal pertama yang dia lihat adalah wajah tampan sang suami, hidung mancung, buku mata lentik dan sedikit bulu-bulu halus di daerah dagu menandakan Melvin sudah lama tidak bercukur membuat mika langsung membelai pelan pipi sang suami yang masih terlelap itu.
"Kenapa hm?" tanya Melvin yang sudah bangun karena gerakan pelan sang istri membangunkannya.
Melvin berbicara seperti itu dengan mata yang masih tertutup membuat mika kelabakan, dia ingin beranjak dari tempat tidur namun Melvin malah semakin erat memeluk tubuh sang istri membuat mika juga tidak bisa banyak bergerak.
Dia pun hanya bisa bersembunyi di dada bidang sang suami karena merasa malu gerakannya tadi dengan membelai wajah sang suami di ketahui oleh orangnya.
Sedangkan Melvin merasa sangat terhibur dengan salah tingkahnya sang istri, dia pun mencium kening sang istri begitu lama di saat mika malah bersembunyi di dadanya yang tanpa sehelai benang pun pembatas di antara mereka dan hanya tertutupi oleh selimut tebal saja.
"Sayang, aku mau mandi. Aku harus segera pergi kerja," ucap mika pelan berusaha untuk melihat wajah sang suami yang masih saja terpejam matanya.
"Lima menit lagi," sahut Melvin.
"Sayang aku ini udah telat loh." ucap mika.
Dengan terpaksa melvin pun membuka matanya dan melepaskan pelukannya dari tubuh sang istri dengan wajah kecewanya namun mika tak menghiraukan nya.
Dia pun bangkit dan memakai bathrobe yang kebetulan ada di sana tak jauh dari tempat tidurnya.
"Kenapa makek itu?" tanya Melvin saat sang istri membaluti tubuh mulusnya dengan bathrobe.
"Ya kan aku mau ke kamar mandi," sahut mika.
__ADS_1
"Astaga sayang, kenapa di pakek lagian aku juga udah lihat semuanya kok," ucap melvin dengan entengnya yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari mika dan cubitan kesal.
"Awww sayang sakit!" tutur Melvin.
"Salah sendiri kalau ngomong ya," udah ah aku mau ke kamar mandi." seru mika.
Setelah terpasang sempurna mika pun berusaha untuk berjalan namun sialnya dia sangat merasa sakit sekali tubuhnya apa lagi di bagian daerah intinya.
Mika mencoba untuk memaksa kan jalan nya meski pun harus tertatih-tatih dan itu di lihat oleh Melvin, segera dia juga memakai bathrobe nya dan langsung menggendong sang istri ke kamar mandi.
"Aaaaa!" pekik Mika saat ia merasakan kakinya melayang di udara.
Melvin hanya diam saja dan membawa sang istri ke kamar mandi, dia segera menurunkan mika di wastafel kamar mandi dan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.
"Mau mandi?" sahut Melvin dan di angguki oleh mika.
Setelah itu mereka pun mandi berdua dan jangan lupa adegan yang sama pun terulang lagi hingga membuat mika terasa tepar di seluruh tubuh.
Dia memilih untuk menggunakan ojek online saja karena dia sudah sangat telat jika harus menggunakan mobil.
Dia pun sampai di kantor yang untungnya saja belum telat, dia segera menuju ke ruangan yang di sediakan dan di sana juga sudah ada mbk Ratna yang menunggunya.
"Dari mana aja sih?!" tanya mbk Ratna.
"Sorry mbk tadi ada kendala bentar," jawab mika.
Mereka pun langsung mengerjakan tugas mereka masing-masing, mika di beri tugas untuk mengajari beberapa trainee untuk mengerti tugas tugas yang harus mereka lakukan.
š„š„š„
__ADS_1
Di sisi lain Melvin juga baru saja tiba di universitas yang menjadwalkan dirinya untuk melakukan seminar, di sana banyak sekali mahasiswa yang berkumpul untuk mengikuti kuliah tamunya dan kebanyakan adalah para mahasiswa perempuan yang berada di sana dan menatap kagum dengan adanya Melvin di sana.
Karena suasana hati Melvin merasa tenang dia pun dengan santai membawakan kuliah tamunya hingga sesi tanya jawab pun di lakukan, banyak mahasiswa yang ingin bertanya mulai dari membahas materi hingga masalah pribadi namun hanya beberapa saja yang di pilih karena memang keterbatasan waktu membuat tidak semuanya bisa di terima.
Banyak pertanyaan bagus yang di tanyakan dan semuanya dapat Melvin jawab dengan percaya diri, hingga di pertanyaan terakhir di mana seorang mahasiswa wanita bertanya.
"Silahkan bertanya," ucap MC memandu acara.
"Perkenalkan saya Yuli mahasiswa manajemen semester lima, saya ingin bertanya kepada pak Melvin, apakah bapak sudah punya kekasih? Kalau belum bagaimana kriteria nya pak?!" tanya mahasiswa tersebut merasa malu dan segera menyadari mic tersebut.
"Maaf ya kak, kami tidak menerima pertanyaan seperti itu." sahut MC yang mau mengalihkan pernyataan terakhir.
Melvin pun hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan tersebut, meski pun melenceng tapi entah dia merasa ingin sekali menjawab pertanyaan tersebut.
Dia pun mengangkat tangan nya kepada MC untuk tidak berbicara terlebih dahulu karena dia ingin menjawab pertanyaan barusan yang di tanyakan.
"Saya mau jawab pertanyaan terakhir ini dan mungkin bisa membuat banyak orang tak penasaran dengan status saja sekarang ini," sahut Melvin dengan manisnya membuat banyak wanita klepek-klepek jadinya.
"Saya untuk saat ini ada seseorang yang sangat saya cintai dan akan saya jaga selama nya, memang saya belum bisa mempublikasikan siapa wanita yang sedang sekat dengan saya namun jika nanti sudah waktunya maka saya akan segera mengumumkan nya, saya hanya ingin doa terbaik untuk saja yang wanita pujaan hati saya." sahut Melvin kemudian mengakhiri kuliah tamunya dengan senyum manisnya membuat banyak mahasiswa merasa so sweet sekali menjadi kekasih dari CEO terkenal tersebut.
"Tuan, sebentar lagi akan ada rapat dengan pak Indra karena kebetulan kita ada di sini jadi saya membuat janji sekalian untuk tuan agar bisa sekalian," sahut Angga kepada melvin saat mereka sedang berjalan menuju mobil karena kuliah tamu sudah selesai.
"Oke, segera kamu atur saja." jawab Melvin kemudian masuk ke dalam mobil.
Dia melihat pesannya tadi pagi untuk sang istri namun tidak di baca sehingga melvin pun berpikir kalau sang istri pasti sedang sibuk sehingga tidak mau mengganggu nya biarkan nanti saja.
Di sepanjang perjalanan ke restoran tempat pertemuan Melvin tak henti-hentinya tersenyum manis mengingat semua kejadian malam tadi yang membuat nya sangat senang apa lagi paginya dia bisa melihat banyak nya bercak noda darah perawan sang istri yang masih tersegel dan dia menjadi pembuka pertama dan untuk seterusnya tidak boleh ada yang lainnya dan itu membuat Melvin sangat senang bahkan dia sudah sangat merindukan sang istri saja sekarang ini.
.
__ADS_1
.
TBC