
Mika sekarang berada di rumah sakit hanya di temani oleh bi Endah tanpa mengabari siapapun.
"Nyonya, apakah tidak apa-apa tidak mengabari tuan atau nyonya besar terlebih dahulu kalau ke rumah sakit," ucap bi Endah karena takut jika terjadi apa-apa.
"Apa penting nya bagi mereka bi, sudah gak papa lagian saya cuma mau lihat baby twins saya aja kok," jawab mika dengan memaksakan senyuman nya walaupun di hatinya terasa sakit sekali.
Selama satu minggu Melvin tidak tahu rasanya mika tersiksa sekali karena Melvin tidak pernah mengabarinya namun mendapatkan kabar kalau sebenarnya kepentingan di sana sudah selesai, dia sedang hamil tapi tak pernah di tanya bagaimana keadaannya padahal selama satu minggu ini mika terus saja muntah dan tidak nafsu makan mungkin baby nya tahu kalau mommy nya sedang galau dan daddy nya yang tak menemani mereka.
Kemudian tak lama mika masuk ke dalam ruang pemeriksaan sendirian karena permintaannya sendiri, biarkan dia saja yang tahu bagaimana perkembangan baby twins nya di dalam perutnya.
Untungnya saja baby twins nya tumbuh dengan sehat di dalam kandungan mika, untuk jenis kelamin sendiri baby twins belum juga menampakkan nya karena setiap USG selalu saja bersembunyi mungkin mereka tahu kalau tidak ada daddy nya dan ingin daddy-nya datang untuk melihat juga.
Setelah selesai pemeriksaan mika dan bi Endah pun kembali ke mansion dan di sana ternyata sudah ada Kayla kecemasannya menunggu kedatangan mika.
"Kayla, tumben ke sini?" tanya mika karena ini masih jam kerja.
"Aku dateng dari kantor buru-buru buat kamu," tutur Kayla.
"Ada apa sih kok kayak bingung gitu?" tanya mika.
"Melvin....." ucap Kayla langsung membuat mika terdiam.
"Ada apa sama Melvin?" khawatir nya.
Bi Endah yang berada di samping nyonya nya itu mulai khawatir jika teman nyonya nya itu akan memberitahukan yang sebenarnya tentang tuan nya sekarang ini.
"Dia..." jedanya lagi bingung harus memberitahu kan yang sebenarnya tentang Melvin atau tidak.
"Ada apa sih? Kamu kalau ngomong yang jelas dong!" bentak mika entah kenapa hatinya mulai gelisah.
"Dia habis kecelakaan mik," ucap Kayla dengan pelan namun masih bisa mika dengar.
Mendengar hal itu membuat mika terdiam mematung, dia tidak tahu harus merespon seperti apa.
🥕🥕🥕
FLASHBACK ON
Satu minggu sudah Melvin berada di negara B dia rasanya ingin segera pulang karena minggu depan ada check kandungan sang istri dan Melvin ingin menemaninya.
Namun siapa sangka hari ini yang seharusnya Melvin bisa pulang malah menjadi bencana dengan mobil yang dia kemudikan.
Melvin baru saja selesai dari supermarket mencari beberapa barang yang ingin dia berikan kepada sang istri, entah kenapa dia memilih berangkat sendiri karena bisanya dia akan meminta kepada Angga atau pengawal nya yang lain tapi hari ini dia malah ingin pergi sendiri.
Setelah selesai berbelanja dia melajukan mobilnya di jalanan ibu kota yang ramai dengan mobil mobil dan juga para pejalan kaki, hingga dia sebuah perempatan arah tol dengan suasana sepi dan mulai turun hujan tiba-tiba saja dari arah berlawanan terdapat truk melaju kencang sekali menuju ke arah mobil melvin dengan sekali hantaman truk tersebut menghancurkan mobil yang di kemudikan oleh Melvin.
BRAKKKK
Benturan keras tak bisa terelakkan dengan Melvin yang masih berada di dalam nya dan mobil yang terguling-guling di aspal, sedangkan supir truk yang menabrak tersebut malah melarikan diri tanpa mau menolong Melvin yang sudah terkapar penuh dengan darah yang keluar.
__ADS_1
Beberapa pengendara yang berada di sana pun menolong Melvin dan membawanya ke rumah sakit terdekat, Angga yang mendapatkan kabar tentang kecelakaan tuan nya itu langsung menuju ke rumah sakit yang kebetulan dia di sekitaran sana sehingga dia cepat datang.
Baru saja dia datang dia melihat troli yang membawa tuannya yang sudah berlumur darah menuju ke ruang operasi.
"Tuan," ucap Angga khawatir dengan kondisi tuan nya itu.
Melvin yang masih sedikit sadar dan melihat adanya Angga langsung berusaha untuk membisikkan sesuatu kepada nya.
"An.... Ang...ga," ucapnya pelan penuh kesakitan sambil dokter terus membawa Melvin menuju ke ruan operasi.
"Iya, apa apa tuan?" ucap Angga sambil menundukkan kepalanya sambil berjalan menyusuri lorong ruang sakit.
"Ja.... jangan kasih ta.. tahu mi...ka ya.." jedanya sebentar menarik nafas.
"Ka..lau saya seperti ini," ucap Melvin.
"Iya, tuan." jawab Angga.
Setelah itu tak lama mereka sampai di depan ruang operasi, Melvin segera masuk dengan beberapa dokter ahli.
Angga kalut dia pun langsung menelepon papi Jhonny mengabarkan tentang kecelakaan yang di alami oleh Melvin.
Dreetttt
[Halo, ada apa Angga?]
[Tuan besar, tuan Melvin baru saja mengalami kecelakaan.] ucap Angga singkat namun tahu bagaimana reaksi dari papi Jhonny yang diam mematung.
[Sekarang tuan sedang berada di ruang operasi tuan besar,] ucap Angga.
[Bagaimana dengan mika apakah dia sudah tahu?] tanya papi Jhonny.
[Belum tuan, karena tuan Melvin sendiri sebelum masuk ke ruang operasi yang menyuruh saya untuk tidak memberitahu kan kepada nyonya muda takut jika nyonya akan khawatir dan mempengaruhi janin yang sedang di kandung tuan besar.] ucap Angga.
[Ok, kamu tunggu di sana saya akan segera menuju ke sana.] tegas papi Jhonny khawatir.
Papi Jhonny juga sudah menceritakan tentang kecelakaan yang di alami oleh Melvin kepada mami Siska, jangan di tanya lagi bagaimana khawatir nya mami Siska apa lagi seorang ibu yang mendengar bahwa sang anak baru saja kecelakaan dan sedang di operasi.
Malam itu juga mami Siska dan papi Jhonny terbang ke negara B untuk menemani sang anak sedangkan kak Clara di tugaskan untuk mengalihkan perhatian mika agar tidak curiga.
Operasi Melvin berjalan berjam-jam hingga saat mami Siska dan papi Jhonny sampai pun dokter baru keluar dari ruang operasi.
"Dok, bagiamana kondisi putra saya?" tanya papi Jhonny khawatir.
"Untuk operasi nya sendiri berjalan dengan lancar walaupun tadi sempat terjadi henti jantung namun pasien berhasil di selamatkan namun kami belum bisa memastikan kondisi pasien karena sekarang masih dalam kondisi kritis dan sedang mengalami koma." ucap dokter tersebut membuat mami Siska langsung lemas di buatnya, mendengar sang anak koma membuat dunianya rasanya runtuh seketika.
"Mami," sahut papi Jhonny khawatir.
"Nyonya besar," ucap Angga pula.
__ADS_1
"Papi, Melvin Pi. Melvin," lirih mami Siska.
"Iya mi, mami harus kuat biar Melvin bisa bertahan mi." ucap papi Jhonny.
Setelah itu tak lama Melvin di bawa ke ruangannya dengan berbagai alat terpasang di tubuhnya.
Mami Siska sungguh tidak tega melihat sang anak yang biasanya sangat cuek dingin seperti tidak akan pernah bisa terluka sekarang malah terluka parah.
Selama dua hari mami Siska dan papi Jhonny menemani Melvin di rumah sakit, selama itu pula Melvin tak kunjung bangun dari komanya dan asyik memejamkan matanya.
"Mi, kita harus kembali ke negara A karena Clara baru saja telepon kalau mika beberapa hari ini menelepon melvin namun tidak di angkat," ucap papi Jhonny karena bagaimana pun mereka juga harus memikirkan keadaan sang menantu apa lagi sekarang dia sedang hamil.
Mendengar hal itu mami Siska pun sadar dan mengikuti permintaan sang suami untuk kembali ke negara A dan memasrahkan semua nya kepada Angga dan dokter kepercayaan mereka di sana.
"Angga, kami berdua akan pulang. Kami titip Melvin di sini, kalau ada apa-apa langsung kabari saya." ucap papi Jhonny berpamitan kepada Angga.
"Baik tuan."
"Sayang, mami pulang dulu ya. Kamu buruan bangun kamu gak kasihan sama istri kamu di sana yang cariin kamu," lirih mami Siska menggenggam tangan Melvin.
Setelah berpamitan mereka berdua pun segera menuju ke landasan untuk kembali ke negara A.
Sampai di sana mami Siska dan papi Jhonny menenangkan mika untuk tenang dan berfikir positif mungkin saja Melvin sedang sibuk.
Mika yang tidak tahu apa-apa pun hanya bisa mengikuti saran dari mertua nya itu tanpa tahu apa yang terjadi kepada suaminya sekarang ini.
FLASHBACK OFF
🥕🥕🥕
"Kamu kalau ngomong jangan ngaco deh kay," ucap mika menepis ucapan Kayla tak percaya.
"Bi, yang di omongin Kayla enggak bener kan?" tanya mika kepada bi Endah di sampingnya namun bi Endah malah diam seribu bahasa tidak bisa menjawab membuat mika kalut pikiran.
"Sayang, mami bawain ayam kecap buat kamu nih." sahut mami Siska masuk ke dalam dengan membawa bekal agar sang menantu tidak sedih.
Mika seketika langsung melihat ke arah mami Siska dengan wajah penuh pertanyaan seperti meminta kebenaran.
"Mi, Melvin baik-baik aja kan?" tanya mika dengan langsung menghampiri mami Siska.
Mami Siska sama hal nya dengan bi Endah yang diam seribu bahasa tidak bisa menjawab.
.
.
TBC
Haii readers 🤗🤗
__ADS_1
Jangan lupa buat pencet tombol ❤️, vote, like, share dan komen di cerita aku ini ya biar aku semangat lagi buat update cerita nya😊
Dan jangan lupa follow Instagram aku ya karena di sana ada beberapa cerita ku juga, oh ya di Instagram aku juga untuk visual Melvin dan mika sudah aku upload ya jadi yang kepo sama visual mereka bisa langsung kepoin di Instagram aku di @lala_syalala13😊🙏🥕