
Angga yang dari tadi terus melihat tuan nya yang terus saja tersenyum senyum sendiri membuatnya merinding karena dia belum pernah melihat Melvin tersenyum seperti itu, di sisi lain Angga merasa senang karena jarang sekali dia melihat Melvin tersenyum seperti itu namun di sisi lain juga takut dan merinding.
"Tuan, apakah ada hal yang menggembirakan hingga tuan dari tadi senyum-senyum seperti itu?" tanya Angga.
"Angga Angga, meski pun saya memberitahukan kamu apa yang saya rasakan kamu tidak akan mengerti. Makanya sana nikah biar tau rasanya punya istri itu gimana," ucap Melvin dengan senyum sumringahnya yang terlihat bahagia tanpa ia tahu telah menyindir Angga yang kelamaan jomblo itu.
Angga berusaha sabar dengan sindiran dari tuannya itu, untungnya saja tuannya jika saja bukan maka Angga sudah di pastikan akan menghajar orang tersebut hingga babak belur saja.
Angga terus melakukan mobilnya hingga di perusahaan cabang Wijaya Grup di sana karena sebelum besok kembali ke kota Melvin ingin mengecek terlebih dahulu perkembangan perusahaan di sana.
š„š„š„
Jam makan siang pun datang, mika dan mbk Ratna sudah berada di restoran dekat kantornya yang selama ini mereka datangi saat dinas di kota D karena memang termasuk murah dan enak untuk kantong anak rantauan ya hidup sendiri padahal bisa saja mika makan di restoran mahal namun baginya uang sangat lah berharga hanya untuk makan makanan mahal maka dari itu jika dia tidak bersama dengan Melvin maka dia akan menghemat uang nya.
"Eh mik, kamu emangnya kemarin nginep di mana sih? Emangnya temen kamu siapa kok kamu gak bilang sama mbk kalau kamu punya temen di sini?!" tanya mbk Ratna yang terus mencecar banyak pertanyaan.
Pertanyaan tersebut pun langsung membuat mika kelabakan karena tidak menyangka kalau mbk Ratna akan bertanya seperti itu, bagaimana dia akan menjelaskan semuanya kepada mbk Ratna? Apakah hari ini sudah waktunya dia untuk jujur hanya kepada mbk karena tidak mungkin juga dia harus bersembunyi terus kepada mbk Ratna.
"Sebenarnya ya mbk, eh kemarin aku nginep bareng suami aku." sahut mika dengan yakin untuk memberitahukan kepada mbk Ratna bahwa dia sudah menikah.
"Sama suami kamu?" tanya mbk Ratna.
"Iya, mbk." jawab mika.
"Oh..... Apa?! Suami?!" pekik mbk Ratna yang terkejut dengan ucapan mika tadi yang mengatakan suami.
"Iya, mbk. Suami aku,"
"Kamu udah menikah?" tanya mbk Ratna yang memang tidak tahu akan hal tersebut.
"Udah mbk tapi emang gak aku rayain hanya langsung menikah saja," ucap mika.
"Kapan?"
__ADS_1
"Sekitar satu bulan lebih yang lalu lah," balas mika.
"Apa! Jadi selama ini kamu sering cuti karena memang baru menikah ya," terka terka mbk Ratna yang benar sekali.
"Iya, mbk." balas singkat mika dengan mengangguk kan kepalanya.
"Wahh gila kamu emang mik, masa nyembunyiin ini semua dari mbk sama Billy sih!" seru mbk Ratna merasa kecewa namun dia juga bisa mengerti bahwa mika pasti memiliki alasan tersendiri mengapa dia menyembunyikan tentang pernikahan nya itu.
"Maaf ya mbk, aku bukannya enggak mau ngasih tahu tapi emang aku masih tidak mau mengumumkan pernikahannya ku," sahut mika.
"Eh bentar deh mik, kamu hilangkan udah satu bulan lebih dan kalau gak salah satu bulan lebih itu kan acara pernikahan kamu yang...." potong mbk Ratna merasa salah bicara karena membahas pernikahan mika yang pernah gagal itu.
Mika pun maklum dan menjelaskan yang sebenarnya mulai dari dia tidak datang hingga pernikahan yang dia adakan di hari pernikahan nya dengan Lucas gagal.
"Jadi kamu nikah dadakan sama suami kamu sekarang tanpa cinta gitu?" tanya mbk Ratna.
"Iya, mbk. Awalnya memang hanya pernikahan tanpa cinta tapi lama kelamaan aku sepertinya jatuh cinta deh sama dia, pria yang dingin dan cuek tapi romantis, pria yang berkarisma bahkan sangat perhatian!" ucap mika membayangkan sifat Melvin selama ini kepadanya yang jarang sekali berbuat kasar bahkan tidak pernah.
Dia juga mulai mengingat tentang adegan dewasanya kemarin yang membuat mika bersemu merah di pipinya.
"Terima kasih mbk, nanti kalau ada waktu pasti aku bakalan ngenalin suami aku ke mbk Ratna dan Billy," sahut mika.
"Harus itu," jawab mbk Ratna dengan tertawa ringan.
Mereka pun kembali makan siang dengan tenang, sesekali mika juga membalas pesan dari sang suami yang mengabarinya sesekali.
"Aduh orang yang kasmaran emang susah ya!" sindir mbk Ratna karena dari tadi mika terus saja melihat ke handphone nya.
"Hehe mbk Ratna ini bisa ada deh, mbk nanti aku malem juga izin ya buat gak ke hotel soalnya besok suami aku udah balik lagi ke kota soalnya kerajaan udah beres," sahut mika dengan cengiran lucunya.
"Hmm, iya iya sayang mbk mengerti kok." sahut mbk Ratna.
Setelah itu tak lama mereka pun kembali ke kantor untuk bekerja kembali.
__ADS_1
š„š„š„
Sore harinya mika sudah berada di hotel sang suami dan berada di depan kamar Melvin, dia memencet bel pintu dan tak lama sang suami sudah menampakkan wajahnya membuat mika langsung terkejut karena Melvin langsung menariknya masuk saja.
"Astaga!" pekik Mika karena terkejut.
"Sayang, lama banget sih aku dari tadi itu nungguin tahu!" gerutu Melvin karena lama menunggu sang istri.
"Astaga Melvin, aku cuma telat beberapa menit aja kok," sahut mika karena melihat tingkah manja sang suami yang sangat sangat baru baginya.
"Biarin pokoknya kalau telat ya telat, kamu harus aku hukum." seru Melvin membuat mika mengerenyitkan dahinya.
"Hukum, hukum apaan sih?!" tutur mika merasa bingung.
Dengan cepat Melvin langsung membungkam bibir tipis sang istri, awalnya mika terkejut namun mika segera menyesuaikan Dnegan mengalungkan tangannya ke leher sang suami dan segera bisa mengimbangi sang suami.
"Ini hukumannya," ujar Melvin setelah melepas ciumannya kepada sang istri karena melihat mika sudah kehabisan nafas.
"Ih kamu mah," tutur mika merasa malu.
"Kenapa? Malu," goda melvin.
Setelah itu dia pun kembali mencumbu mesra sang istri, akhirnya adegan kemarin malam pun terulang menambah hawa mesra antara mereka berdua.
Melvin sudah berbaring di samping sang istri karena adegan panas yang menguras tenaga membuat mereka merasa lemas sekali dan langsung tepar di ranjang.
Setelah selesai dengan kegiatan malam panas mereka mika langsung mengelus perutnya yang tanpa penutup apapun.
"Sayang semoga kamu segera hadir di sini ya," pinta mika berharap agar segera ada janin di perut nya karena itu salah satu yang ingin dia harapkan.
.
.
__ADS_1
TBC