Istri Dadakan Tuan Presdir

Istri Dadakan Tuan Presdir
BAB 76_Gengsi


__ADS_3

"Tuan Melvin, saya tahu tuan ada di sana. Saya mohon lepaskan saya, saya tidak akan pernah melakukan hal seperti itu lagi saya janji tuan!" teriaknya lantang memohon untuk di bebaskan karena dia sudah tidak betah berapa di sana.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


"Tuan, tolong maafkan saya!" teriak Yuanita berharap ucapannya ini dapat meluluhkan pria dingin nan tinggi kedudukannya itu.


Namun sayang bagi Melvin ucapan dan permintaan Yuanita itu sangat lah tidak tulus bahkan di raut wajahnya masih menaruh sebuah amarah.


"Bagaimana tuan?" tanya polisi tersebut yang berada di samping Melvin.


"Kasih dia hukuman terberat tapi jangan mati karena aku ingin dia sengsara di dalam sana hingga ia sendiri yang meminta untuk mati." tegas Melvin dengan seringainya.


Jika sudah berbicara tentang hal seperti ini maka Melvin akan membalaskan semua yang telah dia terima, wanita itu dengan seenaknya menjatuhkan bom kepada nya maka siap-siap akan mendapatkan balasan.


"Aku ingin masuk ke sana," ucap Melvin bukan sebuah pertanyaan tetapi lebih ke perintah dan polisi tersebut pun tidak berani untuk menentang dan segera membawa Melvin ke sana.


Ceklek


Pintu terbuka dan menandakan Melvin masuk ke dalam ruangan, sebelum itu dia sudah memerintahkan yang lainnya untuk tidak masuk dan menunggu di ruangan sebelah.


"Tuan, maafkan aku! Aku mohon lepaskan aku!" sahut Yuanita sambil berusaha untuk ke Melvin namun sayang dia terhalang dengan borgol yang mengikat tangannya bersama dengan meja yang ada di sana yang memang di buat agar para tahanan tidak bisa berbuat hal yang tidak tidak saat interogasi.


Melvin dengan angkuh dan dinginnya masuk ke dalam ruangan tersebut kemudian duduk di depan Yuanita dan menatap Yuanita dengan tatapan dingin dan tatapan tajam nya membuat Yuanita seketika nyalinya ciut.


"Kau jangan fikir kau lebih tua dari aku maka aku akan mengampuni, ingat anakmu terlebih dahulu yang mencari gara-gara kepada istri dan kau juga berurusan dengan ku, maka ku pastikan hidupmu dan anakmu akan sangat sengsara ke depannya." ujar Melvin dengan tegasnya penuh penekanan dan Yuanita hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak ingin apa yang di ucapkan Melvin kejadian menimpanya dan anaknya Imelda.


Melvin pun berdiri dari tempat duduknya dan menggebrak kan meja di depannya dan sedikit condong ke wanita itu dan membisikkan sesuatu.


"Aku peringatkan lagi kau berurusan dengan Melvin Nahlu Wijaya," ucap Melvin kemudian meninggalkan ruang tersebut.


Melvin sebenarnya ingin sekali menghajar wanita di depannya tadi namun dia ada satu prinsip bahwa dia tidak akan menyakiti seorang wanita.


"Pak saya harap selalu kabari tentang perkembangan kasus ini karena saya yang akan turun tangan langsung untuk memantau di temani oleh asisten saya ini," ucap Melvin yang sudah akan pergi dari sana karena dia tidak bisa meninggalkan sang istri terllau lama takut jika mika akan mencarinya.

__ADS_1


"Baik, tuan. Kami pastikan bahwa kasus akan segera terselesaikan sesuai keinginan tuan," ucap polisi tersebut.


"Bagus, kalau begitu saya permisi." pamit Melvin kemudian pergi dari sana dan langsung menuju ke mansion.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Di sisi lain mika baru saja bangun sekitar jam delapan malam dan dia tidak melihat keberadaan sang suami di dekatnya, dia Kun segera menuju ke bawah siapa tahu melvin berada di sana, namun saat di check ternyata Melvin juga tidak ada hingga bi Endah tak sengaja melihat nyonya nya bangun.


"Nyonya sudah bangun?" tanya bi Endah dan di angguki oleh mika.


"Iya, bi."


Oh ya bi Melvin kemana ya?" tanya mika penasaran pasalnya mereka baru saja sampai tadi namun sudah tidak ada sang suami.


"Mencari aku?" tanya seseorang dari pintu depan masuk ke dalam mansion dan siapa lagi kalau bukan Melvin yang kebetulan baru saja sampai dan langsung mendengar sang istri mencarinya.


Mendengar hal itu membuat mika membalikkan badannya dan melihat Melvin yang menuju ke arahnya.


"Kamu dari mana?" tanya mika menghampiri Melvin.


"Aku tadi ada urusan, baru bangun?"


"Iya." jawab mika sambil menguap.


Melvin sangat dibuat gemas dengan tingkah sang istri hingga dia mencubit hidung sang istri membuat mika langsung membuka matanya lebar lebih tepatnya melototi sang suami dengan mengadu kesakitan.


"Aduh, sakit tahu!" protes mika mengusap-usap hidungnya.


"Maaf ya," sahut Melvin.


"Sayang, aku laper nih. Mau dong dibuatkan makanan," ucap Melvin.


Mika menimbang-nimbang karena dia juga sudah lama tak memaksa untuk sang suami mika pun langsung menyetujuinya dan berjalan ke dapur tak lupa Melvin yang juga ikut membututi mika di belakang.

__ADS_1


"Kamu duduk di sana, biar aku aja yang masak soalnya kalau kamu ikut masak yang ada malah gak selesai-selesai." tegas mika dan melvin hanya menurutinya saja tanpa berniat untuk membantah.


Tak lebih dari lima belas menit masakan mika sudah jadi, kali ini mika memasak sayur bening tahu tempe dan juga ikan asin, entah kenapa dia sangat ingin sekali.


"Ini bau apaan sih?" tanya Melvin yang dari tadi mencium bau menyengat dari dapur.


"Ini nih namanya ikan asin," jawab mika menyajikan masakan yang sudah dia masak.


"Ikan asin? Apaan itu?" tanya melvin, maklum lah dia tidak pernah makan makanan itu bahkan mendengar nya saja baru kali ini bagi Melvin.


Sedangkan mika malah melongo mendengar ucapan sang suami padahal ikan asin adalah ikan favorit, mungkin karena Melvin di besarkan di keluarga kaya sehingga dia jarang atau bahkan tidak pernah makan makanan kampung sehingga mika bisa mengerti hal itu.


"Coba aja ini enak loh," ucap mika antusias menyendok kan nasi kepiting sang suami kemudian beralih ke piring nya.


Melihat melvin yang tampak ragu-ragu untuk mengambil ikan tersebut mika pun langsung mengambilnya dan memakannya membuat Melvin langsung beralih kearah sang istri.


"Hmmmm, enak banget!" tutur mika saat ikan asin itu masuk ke dalam mulutnya memberikan sebuah rasa yang mantap baginya.


Dengan ragu Melvin menyuapi ikan tersebut ke mulutnya sendiri dan langsung membuatnya terdiam merasakan rasa yang baru untuknya namun enak di rasa.


Setelah itu Melvin pun bisa menerima rasa ikan tersebut bahkan menurutnya sangat enak, mika yang melihat Melvin seperti itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja tadi ragu-ragu untuk makan tetapi sekarang malah lahap sekali.


"Enak?" tanya mika.


"B aja." jawab Melvin setelah semua nasi dan lauk pauk tandas tak tersisa membuat mika menggelengkan kepalanya tinggal ngomong enak saja gengsinya tidak ketulungan.


Bahkan Melvin sudah nambah beberapa kali nasi tapi tetap saja Melvin bilang B aja bukankan itu membuat mika merasa kesal.


Entah sejak dia hamil yang aneh itu malah suaminya seharusnya kan mika karena dia yang mengandung.


Namun dengan mika memasakkan makanan yang baru dia rasa membuat Melvin tahu bahwa makanan yang terlihat tidak menggoda saat dimakan sangat lah enak sekali.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2