
"Kalau mau mesra-mesraan sana loh ke kamar, di sini adalah aku yang gak bisa bercinta karena kakakmu sedang halangan." protes kak Dimas di buat kesal saja.
Semua orang yang mendengar hal itu pun di buat ketawa dan iba rasanya sedangkan Melvin tak menangapi sang kakak dan langsung menarik tangan mika ke kamar membuat semua orang menggelengkan kepalanya tak percaya dengan kebucinan sang anak.
š„š„š„
"Ih jangan gitu malu tahu di lihatin semua orang," protes mika.
Melvin pun menuruti saja dan melepaskan pelukannya dari sang istri karena dia akan memberitahukan tentang mereka yang akan kembali ke negara A sekaligus memberitahukan tentang siapa dalang dari kecelakaan tersebut.
"Emmhh, mi, sayang dan kak Clara aku tadi sudah berdiskusi dengan para lelaki tentang suatu hal dan kamu bersepakat akan kembali ke negara A, lagian di sini juga sudah tidak ada keperluan akan lebih baik juga kita kembali saja dan untuk kasus kecelakaan tersebut kami sudah tahu siapa pelakunya dan kebetulan sekali sang pelaku ada di negara A sehingga kami putuskan untuk memindahkan kasusnya saja agar kita juga bisa leluasa di negara sendiri." ucap Melvin panjang lebar.
Sedangkan para wanita hanya diam saja, bahkan mika terkejut pasalnya sang suami baru saja sembuh dan akan melakukan penerbangan jarak jauh membuat mika khawatir.
"Siapa pelakunya?" tanya mika sangat penasaran sekali karena setahunya Melvin tidak pernah ada musuh kecuali orang lain terlebih dahulu yang bertindak.
"Yuanita ibu dari Imelda," ucap melvin dengan singkat.
Mika yang mendengar itu pun terkejut bukan kepalang bagaimana bisa anaknya sudah berbuat jahat ibu nya juga tambah berbuat jahat, sungguh keluarga yang sangat jahat.
"Kamu beneran gak papa?" tanya mika khawatir dengan kondisi sang suami.
"Iya, sayang. Aku yakin kok kalau aku gak papa jadi kamu jangan khawatir ya," ucap Melvin tahu tentang kekhawatiran sang istri.
Mendengar ucapan sang suami mika sudah sedikit tenang setidaknya Melvin sudah lebih baik dan bisa penerbangan jauh.
"Kapan kita kembali sayang?" tanya mami Siska.
"Besok pagi," jawab Melvin.
"Ya sudah kalau gitu lebih baik kamu sama mika ke kamar deh istirahat buat penerbangan besok," ucap mami Siska dan di patuhi oleh semua keluarga.
š„š„š„
__ADS_1
Pagi harinya semua sudah berada di pesawat pribadi mereka menuju kembali ke negara A, sepanjang perjalanan mika terus saja tidur mungkin karena kehamilannya ini sehingga dia sangat mudah sekali tertidur.
Setelah perjalanan yang cukup melelahkan mereka pun sampai di negara A dan langsung di sambut oleh para asisten rumah tangga, sedangkan mika masih saja tertidur pulas tanpa terganggu sedikitpun suara pesawat.
"Melvin kamu bangunin mika ya," ucap mami Siska.
"Gak usah mi biar aku gendong aja," sahut Melvin.
"Kamu kuat? Kamu kan baru aja sembuh sayang," ucap mami siska yang khawatir karena bagiamana pun berat tubuh mika pasti bertambah karena sedang hamil dan juga sang anak juga baru saja sembuh kalau saja Melvin baik baik saja mami Siska pasti Baisa saja.
"Aku gak papa kok mi," jawab Melvin singkat kemudian menggendong sang istri ala bridal style.
Melvin yang menggendong sang istri tak mengalami kesulitan apapun, walaupun dia baru saja sembuh tetapi dengan menggendong sang istri tak membuatnya sakit malah dia merasa biasa saja karena memang tubuh sang istri yang tidak besar mungkin sedikit bertambah karena hamil namun tak membuat Melvin kesusahan.
Dengan lembut dia menggendong mika, sedangkan yang sedang di gendong tak bergerak sama sekali malah mencari rapat yang nyaman di gendongan sang suami membuat Melvin tersenyum tipis melihat kelakuan sang istri.
Semua segera turun dan berpisah untuk menuju ke mansion masing-masing, Melvin menuju ke mansionnya dengan mika yang masih di gendongan nya.
"Bagaimana?" tanya Melvin saat baru saja tiba di bawah.
"Sekarang pelaku sudah tertangkap dan sudah di amankan oleh polisi tuan, apakah tuan akan ke sana?" tanya Angga dan mendapat anggukan dari Melvin.
Sebelum itu Melvin pun memanggil bi Endah untuk menitipkan sang istri karena dia akan pergi sebentar takutnya jika mika bangun tak melihatnya akan mencari sang suami.
"Bi Endah." panggil Melvin, bi Endah segera menuju ke hadapan majikannya itu.
"Iya, tuan."
"Saya akan keluar sebentar jadi tolong bibi jaga mika, nanti kalau dia mencari saya bilang saja saya ada urusan sebentar nanti sebelum jam delapan saya akan balik," ucap Melvin.
"Baik, tuan." balas bi Endah setelah itu Melvin dan Angga segera pergi dari sana dan menuju ke pelaku yang sekarang sudah tertangkap dan berada di kantor polisi.
Di sepanjang perjalanan Melvin hanya diam saja dengan keadaan jalanan yang sangat macet karena jam pulang kerja membuat Melvin semakin kesal saja.
__ADS_1
Angga tidak berani untuk berbicara karena dari raut wajah tuannya bisa di lihat sebuah kemarahan yang membara seperti ingin membunuh seseorang saja.
Perjalanan yang seharusnya bisa di tempuh setengah jam malah mundur menjadi satu jam karena macet parah akibat adalah kecelakaan lalu lintas membuat Melvin saat sampai di kantor polisi segera menuju ke tempat wanita licik itu di tahan untuk memberikan hadiah kecil karena sudah mencelakai nya dan membuatnya hampir berpisah dengan sang istri.
"Tuan Melvin," ucap salah satu polisi yang berada di sana saat melihat Melvin masuk ke dalam, dia memberikan salam hormat namun tak di gubris oleh Melvin.
Melvin langsung menanyakan di mana wanita gila yang sudah berurusan dengan nya itu, wanita yang cari mati saja.
"Dimana dia?" tanya Melvin dengan wajah garangnya, dan polisi tersebut langsung tahu apa yang di maksud oleh Melvin dan segera memberitahu kan di mana tempatnya.
"Dia ada di ruang interogasi tuan." jawab polisi tersebut lalu mengarahkan Melvin untuk ke sana di ikuti oleh Angga.
Melvin sekarang berada di ruangan sebelah yang terhubung dengan ruang interogasi dan hanya ada sekat kaca tebal yang hanya bisa di lihat oleh Melvin namun Yuanita yang berada di seberangnya tidak bisa.
Di ruang sebelah ada Yuanita yang sudah babak belur mungkin karena sudah di hajar oleh beberapa polisi karena tak kunjung menjawab pertanyaan dan juga selalu melawan.
Rasanya melvin belum puas dengan wajah yang hanya babak belur, dia ingin wanita itu hancur sehancurnya karena sudah berurusan dengan dia, itu lah akibatnya juga salah memilih lawan.
š„š„š„
Di sisi lain Yuanita sudah berada di kantor polisi dari kemarin dan sekarang dia berada di ruang interogasi, dengan wajah yang sudah babak belur dia harus bisa mempertahankan pendiriannya untuk membalaskan dendam nya kepada mika.
Kemarin adalah kesialannya karena salah target, yang dia dapatkan adalah mika berada di negara B ikut dengan Melvin sehingga yuanita pun segera menyewa seseorang untuk menabrak mobil yang di kendarai mika namun ternyata setelah dia tahu kalau mika tak ikut ke negara B dan seseorang di mobil itu adalah Melvin dia segera bersembunyi karena dia tahu kalau nyawanya sudah tidak aman.
Dia bersembunyi di salah satu rumah tua di pinggir kota namun sialnya dia tertangkap setelah persembunyian nya selama hampir satu bulan dan dia pun berakhir di sini sekarang.
"Tuan Melvin, saya tahu tuan ada di sana. Saya mohon lepaskan saya, saya tidak akan pernah melakukan hal seperti itu lagi saya janji tuan!" teriaknya lantang memohon untuk di bebaskan karena dia sudah tidak betah berapa di sana.
.
.
TBC
__ADS_1