
Halo readers 🤗🤗
Maaf ya buat readers kalau ini nanti cerita nya singkat karena cuma bisa segitu aja lagi gak mood buat nulis dan maaf sebelumnya kalau aku jarang update soalnya beberapa hari ini sibuk war tiket konser jadi sering telat upload sama juga lagi maraton drachin nih lagi seru-serunya jadi mohon dimaklumi ya readers 🙏😊
Aku usahakan buat besok upload dua bab atau lebih ya untuk menebus beberapa bab yang tidak aku upload beberapa hari ini, tungguin aja ya upload an bab ku😊🙏
🥕🥕🥕
Setelah membawa mika pergi dari sana Marko pun membawa tawanan nya itu ke daerah pinggiran kota yang cukup kumuh tak berpenghuni dan hanya ada bangunan bangunan tua yang sudah bekas dan tak terawat, sungguh sangat tak pantas untuk di tinggali lagi.
Awalnya Marko menganggap ini adalah tawanan yang bagus, bisa dia manfaat untuk memuaskan hasrat bejatnya namun siapa sangka beberapa saat setelah dia menyepakati hal tersebut anak buahnya baru saja memberitahukan kalau tawanan nya kali ini adalah istri dari pelanggan barnya.
Sekali lagi Marko masih waras untuk tak meniduri istri dari kawan baiknya itu, hanya demi uang dan juga wanita saja Marko sampai mengkhianati Melvin.
Marko tahu resikonya namun tetap saja membantu, entah jika Melvin tahu kalau dia menculik istrinya bisa di penggal kepala nya.
Sampai di sana Marko segera membawa mika ke sebuah gedung yang sudah tidak berpenghuni dan sudah cukup lapuk dan tua
Gedung yang memiliki tiga lantai dengan banyak di tumbuhi oleh semak semak belukar membuat kesan kotor dan kumuh semakin terlihat.
Marko hanya untuk mengantarkan saja sedangkan di dalam sudah ada Imelda dan juga jenny yang menunggu datangnya mika.
"Lepasin!" pekik Mika mencoba memberontak namun sayang tenaganya sudah sangat habis sekali sehingga untuk berteriak saja sudah membuat tenggorokan nya sakit, namun mika tak berhenti berusaha walaupun terus gagal.
"Diem! Biarkan pekerjaan ku segera selesai. bentak Marko karena dia ingin pekerjaan nya ini segera selesai.
Dia membawa mika ke gedung tersebut ke atas gedung di lantai tiga, di mana di sana sudah ada dua wanita gila menunggu.
Setelah itu anak buah Marko melempar begitu saja mika ke lantai kemudian pergi dari sana, mulai dari itu Marko sudah tidak ada sangkut pautnya dengan mereka begitu lah pikirnya.
Dia ingin segera ke bar saja menuntaskan kekesalan nya salah satunya dengan menyewa beberapa jala*ng yang ada di sana tanpa dia tahu bahaya apa yang akan dia temui nanti di bar karena saat dia sampai di sana Melvin mungkin juga akan segera di sana.
"Kita ke bar," perintah Marko menuju ke bar nya.
Dia hampir tiba di sana, setelah sampai Marko segera masuk ke dalam.
__ADS_1
Begitu pun Melvin yang sudah hampir tiba di sana, dari jauh dia bisa melihat mobil Marko yang terparkir di sana membuat Melvin yakin kalau Marko sudah pulang.
Melvin masuk dengan tegas nya dan memanggil nama marko dengan lantang dan aura dinginnya jangan di tanyakan lagi.
"Siapa?!" bentuknya keluar dari ruangannya.
Baru saja keluar Marko sudah melihat wajah Melvin yang melihatnya intens dengan tatapan membunuhnya dan membuat Marko ketar ketir.
Dia menghampiri Melvin dengan langkah kaki ragu namun dia tidak boleh ragu atau melvin nanti tahu.
"Melvin, ada apa kau kemari?" tanya Marko tanpa malunya menghampiri Melvin dengan senyum menjijikkannya itu.
"Di mana istriku," tekan Melvin mencengkram kerah baju Marko.
Marko terkejut karena bagaimana Melvin tahu tentang istrinya yang dia bawah padahal setahunya dia sudah membersihkan semua barang bukti.
"Dimana mika!" bentak Melvin marah.
"Da... dari mana kau tahu kalau aku yang menculik istrimu?!" tanya Marko, untuk berbohong pun dia sudah tidak bisa.
"Jangan, jangan ambil hartaku, aku mohon... baik lah aku akan berikan alamatnya," ucapnya percaya begitu saja tanpa tahu kalau Melvin bukan lah orang yang mudah memaafkan atas kesalahan orang lain.
"Beritahu cepat."
"Di pinggiran kita, sebuah daerah terpencil di sebelah utara....." Marko pun memberikan alamat yang diperlukan Melvin.
Setelah mendapatkan alamat tersebut Melvin pun langsung menuju ke sana, awalnya Angga ingin tuannya itu melaporkan kasusnya ini ke polisi namun melihat kedudukan tuannya itu sangat penting sehingga dia takut jika kabar kurang sedap ini menjadi pembicaraan publik.
🥕🥕🥕
Mika yang berada di ruangan pengap hingga banyak jamur yang tumbuh di sana menandakan tidak ada penghuni di sana, mika sama sekali tidak tahu ini di mana.
"Kalian lepasin gak!" bentak mika mencoba memberontak ingin lepas dari jeratan mereka berdua.
"Hai, mika. Masih ingat kami berdua dong?" tanya Imelda dengan wajah yang seperti mengejek nya membuat mika marah namun dia tidak bisa bertindak.
__ADS_1
"Lepasin!" bentak mika.
"Diem!" bentak Imelda balik kemudian menampar wajah mika agar diam.
Kemudian Imelda menyuruh kepada pada anak buah untuk membawa mika ke sudut tengah yang hanya ada satu kursi saja.
Mereka kembali mengikat tali ke tubuh mika hingga mika tak bisa kabur sana sekali.
"Asal elo tahu, gue jamin kalau besok adalah hari terakhir elo jadi jangan macem-macem," ucap Imelda.
Jenny yang tak mau kalah pun langsung menendang kaki mika agar tidak menyilang hingga terdengar suara keras dan mika merasakan kakinya yang sangat sakit.
"Tante," ucap mika dengan tangisan lirihnya karena badannya sudah sangat sakit semuanya.
Jenny tanpa ampun langsung mendorong kursi yang di duduki oleh mika ke samping sehingga mika merasakan tangan nya sakit karena harus menempuh tubuhnya.
Hanya rintihan yang terdengar membuat siapa pun merasa iba namun tidak dengan dua orang tersebut.
"Aww sakit tante," lirih mika saat rambutnya di tarik dengan keras oleh jenny.
"Asal kamu tahu, kalau saja kamu tidak membuat masalah dengan keluarga Lucas maka sekarang aku sudah bisa menikmati indahnya hidup," tegasnya melepaskan tarikan rambutnya.
Setelah itu mereka berdua pun pergi dari sana dan mengunci pintu tersebut karena agar tidak ada yang bisa membukanya karena hanya bisa mereka saja yang membuka.
"Melvin," gumamnya memanggil nama Melvin berharap sang suami akan datang menyelamatkan nya.
Meski pun hanya sebuah harapan namun mika yakin sekali kalau suaminya pasti mencarinya
"Tolong," lirih mika lagi hingga tiba-tiba kesadaran hilang dan dia pun pingsan sambil berharap sang suami datang meski pun nantinya hanya jasad nya saja yang akan di bawa karena tidak ada yang tahu.
.
.
TBC
__ADS_1